Nasib Miris Veteran Tentara Elite Gurkha: Inggris Mengeksploitasi Kami

CNN Indonesia
Rabu, 07 Sep 2022 17:55 WIB
Veteran tentara elite Gurkha, Gyanrag Rai, mengaku militer Inggris mengeksploitasi mereka dengan memberi dana pensiun yang kecil. Veteran tentara elite Gurkha melakukan protes di London. (AFP/GLYN KIRK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Veteran tentara elite Gurkha, Gyanrag Rai, mengaku militer Inggris mengeksploitasi mereka dengan memberi dana pensiun yang kecil.

"Kementerian Pertahanan Inggris [MoD] mengeksploitasi kami. Sosial, politik, pendidikan dan hampir semuanya hancur," kata Rai seperti dikutip Express.co, pada Agustus lalu.

Ia hanya menerima "hampir 35 persen" dari jumlah dana pensiun yang diberikan kepada anggota angkatan bersenjata lain.

Rai merupakan salah satu dari di ribuan mantan tentara Gurkha yang menerima dana pensiun dengan jumlah kecil.

Rai kemudian berujar, "Kami mencoba kampanye, tetapi tak ada satupun yang membantu."

[Gambas:Video CNN]

Eks Gurkha itu kerap terlibat kampanye penambahan dana pensiun misalnya dengan mogok makan.

Aksi mogok makan yang ia lakukan di luar Downing Street menuai perhatian. Ia memperjuangkan pensiun yang lebih baik dan berkelanjutan.

"Gaji kami sangat rendah selama bekerja dan dana pensiun sangat kecil," ujar Rai.

Rai mengaku harus ke luar negeri untuk melakukan pekerjaan yang sangat sulit dan berbahaya.

"Kami sangat miskin, kami tidak punya tabungan."

Rai hanya ingin mendapat apa yang seharusnya ia terima. Terlebih, ia punya tanggungan keluarga di Nepal.

"Kami harus mengirim ke anak-anak kami yang menjadi tanggungan. Tidak ada jaminan sosial di Nepal," ujar dia.

Pada awalnya, Skema Pensiun Gurkha dirancang untuk memfasilitasi pensiun di Nepal.

Namun, pada 2009, semua pensiunan Gurkha diberikan hak untuk tinggal di Inggris. Banyak yang memilih menetap di sana daripada ke Nepal.

Dengan biaya hidup yang jauh lebih tinggi di Inggris, membuat para veteran Gurkha berjuang habis-habisan.

"Yang kami inginkan adalah apa yang seharusnya kami dapatkan, sehingga kami bisa hidup dengan martabat kami," kata dia.

Inggris membuat ia tak memiliki apapun untuk hidup usai puluhan tahun mengabdi, demikian dikutip Inn Asia.

Pada 1800-an Inggris merekrut banyak tentara Gurkha usai perang Anglo-Nepal. Setelah India merdeka pada 1947, empat resimen Gurkha dari tentara masuk ke Angkatan Darat Inggris. Lalu enam resimen bergabung dengan Angkatan Darat India.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER