Jakarta, CNN Indonesia -- Ratu Elizabeth II menjadi sorotan usai Istana Buckingham mengabarkan kematiannya pada Kamis (8/9).
Tanggal lahir Sang Ratu pun tak lepas dari perhatian publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini," demikian pernyataan resmi Keluarga Kerajaan.
Sebelum pengumuman itu muncul, Tim Dokter Kerajaan sudah mengkhawatirkan kondisi Sang Ratu yang memburuk. Keluarga pun ramai-ramai berkumpul di Istana Balmoral.
Terlepas dari berita kematian itu, Elizabeth II memiliki dua tanggal lahir. Tanggal biologis atau saat ia dilahirkan dari rahim ibunya jatuh pada 21 April. Sementara itu, tanggal resmi versi kerajaan pada 12 Juni.
[Gambas:Video CNN]
Pada Juni lalu, ia memperingati ulang tahun yang ke-96. Serangkaian penghormatan militer pun berlangsung.
Militer melepas tembakan dari Tower of London dan Hyde Park. Di waktu yang bersamaan, marching band mengalunkan lagu "Happy Birthday" bagi Elizabeth.
Melihat hal tersebut, mengapa Elizabeth punya dua tanggal lahir?
Menurut tradisi kerajaan yang sudah berlangsung selama lebih dari 200 tahun, setiap raja atau ratu Inggris memiliki hari ulang tahun resmi.
Tradisi perayaan dua hari ulang tahun muncul pada 1784 saat Raja George II memimpin Inggris. George lahir pada 9 November di Hannover, Jerman.
Kemudian di usia ke-65 tahun, ia ingin merayakan ultahnya dengan menggelar parade besar-besaran.
Namun, masyarakat Inggris meyakini November bukan bulan yang baik karena cuaca di negara itu buruk. Kerajaan lalu menetapkan perayaan ultah Raja George II di bulan lain.
Raja George kemudian menggabungkan perayaan parade militer Inggris yang berlangsung setiap musim panas dengan perayaan ulang tahun dirinya.
Sejak saat itu, perayaan hari ulang tahun resmi raja atau ratu Inggris selama menjadi tradisi.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Cara Ratu Elizabeth Rayakan Pesta Ultah Pribadi
Ratu Elizabeth rayakan ultah pribadi secara sederhana. (CENTRAL PRESS PHOTO LTD / AFP)
Dihimpun dari berbagai sumber, Ratu Elizabeth merayakan hari ulang tahun aslinya tanpa pesta megah dan hanya bersama keluarga dekat.
Kemudian pada 21 April, biasanya akan ada upacara hormat senjata di Hyde Park, Windsor Great Park, dan Tower of London. Namun, sejak pandemi Covid-19 menyerang parade itu ditiadakan.
Di hari-hari itu pula, Ratu Elizabeth tengah dalam suasana berkabung usai kepergian suaminya, Pangeran Philip. Ia meninggal dunia di usia 99 tahun.
Di luar itu, Ratu Elizabeth hampir selalu merayakan ulang tahun resminya secara lebih meriah dengan parader Trooping the Colour.
Tradisi Trooping the Colour merupakan parade militer yang digelar resimen Angkatan Bersenjata Inggris setiap hari ultah resmi raja dan ratu Inggris.
Tradisi tersebut sudah berlangsung selama 260 tahun dan melibatkan setidaknya 1.400 personel, 200 kuda kerajaan, dan 400 personel marching band.
Parade lalu dimulai dari kediaman resmi Ratu, Istana Buckingham, melewati Mall to Horse Guards Parade di Whitehall, dekat Downing Street.
Selama parade, biasanya masyarakat berkumpul sembari mengibarkan bendera dan memakai Union jack di luar Istana Buckingham.
Di waktu yang sama, angkatan udara Inggris juga melakukan aksi manuver jet Royal Air Force (RAF) di atas langit Istana Buckingham.