Antre 15 Jam, WNI di Inggris Cuma Bisa Melayat Ratu 3 Menit
CNN Indonesia
Minggu, 18 Sep 2022 13:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Antrean warga yang ingin melayat ke Ratu Elizabeth, harus antre belasan jam. (REUTERS/HENRY NICHOLLS)
Ia baru bisa masuk ke tempat persemayaman Sang Ratu pada pukul 20.00 waktu setempat. Menurut Haris, jika ia tiba sore atau siang, maka akan bisa bertemu Putri Anne, Pangeran William, Pangeran Andrew, dan anggota keluarga kerajaan lain.
"Pas kita sudah masuk, jalan di pinggir-pinggir. Posisi Ratu di tengah. Kita enggak boleh ngapa-ngapain, yang lain nunduk, saya ikut nunduk kasih penghormatan," ucap dia.
"Terus itu enggak sampai tiga menit. Lewat, sudah. Dan, pas sudah keluar, and now what?" lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haris keluar dari tempat persemayaman dan baru kembali ke Leed sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Ia mengaku, jika sebelum pukul 22.00, antrean masih panjang maka Haris akan keluar barisan dan pulang.
Pada 15 September, Haris pernah mencoba berziarah ke mendiang Elizabeth II. Namun, karena ini pengalaman perdana, Haris tak membawa bekal sebagaimana orang lain.
Di hari itu, Haris bahkan mengatakan antrean bisa sampai 30 jam untuk bisa menengok Ratu. Dia akhirnya menyerah dan kembali ke Leed. Ia juga memantau dari situs resmi soal penghormatan untuk sang ratu. Dalam situs itu, tertulis antrean bisa lebih dari 24 jam.
Pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II akan berlangsung di Westminster Abbey pada Senin mendatang, pukul 11.00 waktu setempat.
Sejumlah pejabat bahkan petinggi negara dilaporkan hadir dalam acara itu. Mereka di antaranya Presiden Amerika Serikat, Joe Biden; Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau; Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
(isa/end)
Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu warga negara Indonesia (WNI) di Inggris, Harisul Amal, mengungkapkan dirinya hanya tiga menit melayat ke persemayaman Ratu Elizabeth IIdi Hall Westminster usai antre 15 jam.
Mahasiswa Universitas Beckett Leeds itu berkesempatan memberikan penghormatan terakhir untuk penguasa Inggris terlama dalam sejarah itu pada Jumat (16/9).
Haris bercerita ia telah antre sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat. Ia baru bisa menjenguk peti Sang Ratu dan memberi penghormatan pada pukul 20.00.
"Sudah antre 15 jam sampai situ [tempat Ratu disemayamkan] enggak sampai lima menit, tiga menit doang," kata Haris sembari terkekeh saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada Minggu (18/9).
Haris mengatakan bagi yang ingin berziarah, siapa pun harus mendaftar terlebih dahulu. Jika sudah terdaftar, mereka akan mendapat yellow tag atau gelang kuning sebagai tanda.
Di sela-sela menunggu tiba di Hall Westminster, ia sempat berbincang-bincang dengan pelayat lain. Haris mengungkapkan banyak warga yang berasal dari luar London, bahkan luar negeri seperti Afrika, Venezuela, dan Kanada.
Selain itu, ia juga menyaksikan banyak orang lanjut usia (Lansia) yang begitu antusias memberi penghormatan untuk ratu. Beberapa dari mereka tampak menggunakan kursi roda.
"Pas antre kan panjang, ada juga yang enggak suka sama Ratu. 'Ngapain seharian buang-buang waktu [antre berziarah]'?" ungkap Haris menirukan mereka.
Usai berjam-jam mengantre, baru pada pukul 16.00 waktu setempat Haris berada persis di depan Westminster Hall. Namun, ia mesti menunggu lebih lama lagi untuk bisa melihat peti Elizabeth II.
"Dari situ untuk masuk itu panjang. Dan, semakin dekat Istana, [protokol] semakin ketat," tutur laki-laki asal Aceh itu.
Para peziarah, kata Haris, dilarang membawa bunga. Mereka hanya boleh membawa tas kecil dan makanan secukupnya.
Lanjut ke sebelah...
Ketika di Hadapan Peti Jenazah Ratu Elizabeth
Antrean warga yang ingin melayat ke Ratu Elizabeth, harus antre belasan jam. (REUTERS/HENRY NICHOLLS)
Ia baru bisa masuk ke tempat persemayaman Sang Ratu pada pukul 20.00 waktu setempat. Menurut Haris, jika ia tiba sore atau siang, maka akan bisa bertemu Putri Anne, Pangeran William, Pangeran Andrew, dan anggota keluarga kerajaan lain.
"Pas kita sudah masuk, jalan di pinggir-pinggir. Posisi Ratu di tengah. Kita enggak boleh ngapa-ngapain, yang lain nunduk, saya ikut nunduk kasih penghormatan," ucap dia.
"Terus itu enggak sampai tiga menit. Lewat, sudah. Dan, pas sudah keluar, and now what?" lanjutnya.
Haris keluar dari tempat persemayaman dan baru kembali ke Leed sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Ia mengaku, jika sebelum pukul 22.00, antrean masih panjang maka Haris akan keluar barisan dan pulang.
Pada 15 September, Haris pernah mencoba berziarah ke mendiang Elizabeth II. Namun, karena ini pengalaman perdana, Haris tak membawa bekal sebagaimana orang lain.
Di hari itu, Haris bahkan mengatakan antrean bisa sampai 30 jam untuk bisa menengok Ratu. Dia akhirnya menyerah dan kembali ke Leed. Ia juga memantau dari situs resmi soal penghormatan untuk sang ratu. Dalam situs itu, tertulis antrean bisa lebih dari 24 jam.
Pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II akan berlangsung di Westminster Abbey pada Senin mendatang, pukul 11.00 waktu setempat.
Sejumlah pejabat bahkan petinggi negara dilaporkan hadir dalam acara itu. Mereka di antaranya Presiden Amerika Serikat, Joe Biden; Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau; Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.