Kongres ini memberikan waktu bagi Xi untuk memuji pencapaian pemerintahannya di depan sekitar 2.300 delegasi PKC. Xi juga diprediksi bakal memperpanjang masa jabatannya dalam menguasai China, yakni pemberian periode ketiga.
Xi juga membela penerapan strategi nol-Covid untuk mengatasi pandemi yang berlangsung saat ini.
Xi menuturkan China menempatkan "masyarakat dan hidup mereka sebagai prioritas" dalam merespons pandemi.
"[China] telah melindungi keamanan dan kesehatan masyarakat dalam tingkat tertinggi dan meraih hasil yang positif secara signifikan dalam mengkoordinasikan pencegahan epidemi dan kontrol dalam pengembangan sosial dan ekonomi," kata Xi.
Xi juga tak memberikan tanda strategi nol-Covid ini bakal dilonggarkan dalam waktu dekat.
3. Angkat Situasi Hong Kong dan Taiwan
Xi mengklaim pemerintah berhasil menangani "kekacauan" yang terjadi di Hong Kong. Ia juga mengecam "kekuatan asing" yang mencoba mengurusi masalah Taiwan.
"Situasi di Hong Kong telah menghasilkan transisi besar dari kekacauan menuju pemerintahan," kata Xi.
Ia juga menjanjikan perjuangan keras untuk merespons "separatisme dan gangguan" di Taiwan.
Xi kemudian menegaskan bahwa isu Taiwan "seharusnya diselesaikan hanya oleh masyarakat China."
"Kami tidak pernah berkomitmen mengabaikan penggunaan kekerasan, dan menyimpan opsi untuk melakukan segala kebijakan yang diperlukan," kata Xi lagi.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
4. Puji Kampanye Anti-Korupsi
Selain membahas Taiwan, Xi turut memuji penerapan kampanye anti-korupsi di China. Menurutnya, kampanye itu mengakhiri "bahaya serius yang terpendam" di PKC, militer, dan negara.
"Pertempuran terkait korupsi telah mendapatkan kemenangan yang begitu banyak dan telah dikonsolidasikan secara komprehensif, mengeliminasi bahaya serius yang terpendam di partai, di negara, dan di militer," ujar Xi.
5. Penanganan Perubahan Iklim
Xi juga menegaskan komitmen China untuk ikut serta dalam peperangan dunia melawan perubahan iklim.
Selain itu, Xi menegaskan bahwa China menolak "mentalitas Perang Dingin" dalam hubungan diplomatik internasional.
"China secara tegas menolak segala bentuk hegemoni dan kekuatan politik, menolak mentalitas Perang Dingin, menolak ikut campur dalam politik domestik negara lain, menolak standar ganda," kata Xi.
Ia juga mengungkapkan China tidak akan "mencari hegemoni dan tidak akan pernah terlibat dalam ekspansi."
7. Hal yang Tak Diungkapkan Xi dalam Pidato
Walaupun begitu, Xi tidak menyoroti invasi Rusia di Ukraina, pun bagaimana perang itu berimbas pada perekonomian global.
Tak hanya itu, Xi juga tidak menyinggung soal situasi di Xinjiang. Beijing sendiri dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia kepada kaum Uighur di wilayah tersebut.
Xi juga tidak mengangkat krisis perumahan yang kini melanda China. China kini berhadapan dengan kekurangan uang tunai dan pengembang rumah yang berutang, membuat penjualan rumah di negara itu berkurang.
Kongres ini memberikan waktu bagi Xi untuk memuji pencapaian pemerintahannya di depan sekitar 2.300 delegasi PKC. Xi juga diprediksi bakal memperpanjang masa jabatannya dalam menguasai China, yakni pemberian periode ketiga.
Xi juga membela penerapan strategi nol-Covid untuk mengatasi pandemi yang berlangsung saat ini.
Xi menuturkan China menempatkan "masyarakat dan hidup mereka sebagai prioritas" dalam merespons pandemi.
"[China] telah melindungi keamanan dan kesehatan masyarakat dalam tingkat tertinggi dan meraih hasil yang positif secara signifikan dalam mengkoordinasikan pencegahan epidemi dan kontrol dalam pengembangan sosial dan ekonomi," kata Xi.
Xi juga tak memberikan tanda strategi nol-Covid ini bakal dilonggarkan dalam waktu dekat.
3. Angkat Situasi Hong Kong dan Taiwan
Xi mengklaim pemerintah berhasil menangani "kekacauan" yang terjadi di Hong Kong. Ia juga mengecam "kekuatan asing" yang mencoba mengurusi masalah Taiwan.
"Situasi di Hong Kong telah menghasilkan transisi besar dari kekacauan menuju pemerintahan," kata Xi.
Ia juga menjanjikan perjuangan keras untuk merespons "separatisme dan gangguan" di Taiwan.
Xi kemudian menegaskan bahwa isu Taiwan "seharusnya diselesaikan hanya oleh masyarakat China."
"Kami tidak pernah berkomitmen mengabaikan penggunaan kekerasan, dan menyimpan opsi untuk melakukan segala kebijakan yang diperlukan," kata Xi lagi.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
7 Poin Pidato Xi Jinping di Pembukaan Kongres Partai Komunis China
7 poin penting pidati Xi Jinping di Kongres Partai Komunis China. (AFP/NOEL CELIS)
4. Puji Kampanye Anti-Korupsi
Selain membahas Taiwan, Xi turut memuji penerapan kampanye anti-korupsi di China. Menurutnya, kampanye itu mengakhiri "bahaya serius yang terpendam" di PKC, militer, dan negara.
"Pertempuran terkait korupsi telah mendapatkan kemenangan yang begitu banyak dan telah dikonsolidasikan secara komprehensif, mengeliminasi bahaya serius yang terpendam di partai, di negara, dan di militer," ujar Xi.
5. Penanganan Perubahan Iklim
Xi juga menegaskan komitmen China untuk ikut serta dalam peperangan dunia melawan perubahan iklim.
Selain itu, Xi menegaskan bahwa China menolak "mentalitas Perang Dingin" dalam hubungan diplomatik internasional.
"China secara tegas menolak segala bentuk hegemoni dan kekuatan politik, menolak mentalitas Perang Dingin, menolak ikut campur dalam politik domestik negara lain, menolak standar ganda," kata Xi.
Ia juga mengungkapkan China tidak akan "mencari hegemoni dan tidak akan pernah terlibat dalam ekspansi."
7. Hal yang Tak Diungkapkan Xi dalam Pidato
Walaupun begitu, Xi tidak menyoroti invasi Rusia di Ukraina, pun bagaimana perang itu berimbas pada perekonomian global.
Tak hanya itu, Xi juga tidak menyinggung soal situasi di Xinjiang. Beijing sendiri dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia kepada kaum Uighur di wilayah tersebut.
Xi juga tidak mengangkat krisis perumahan yang kini melanda China. China kini berhadapan dengan kekurangan uang tunai dan pengembang rumah yang berutang, membuat penjualan rumah di negara itu berkurang.