4 Gelagat Rusia Bisa Keok di Ukraina
3. Gunakan Drone Kamikaze Buatan Iran
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuturkan bahwa Rusia menggunakan drone buatan Iran untuk menyerang negaranya.
"[Saya] meminta lebih banyak pertahanan udara dan suplai amunisi, dan mendesak Uni Eropa untuk menerapkan sanksi ke Iran karena memberikan drone ke Rusia," ujarnya dalam Twitter pada Senin (17/10), dikutip dari AFP.
Pihak Ukraina juga menuturkan sampai pada Rabu (19/10), militer negara itu telah menembak jatuh lebih dari 220 drone buatan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak drone kamikaze buatan Iran Shahed-136 ditembak jatuh untuk pertama kalinya di wilayah Ukraina pada 13 September, Angkatan Udara dan komponen Pasukan Pertahanan Ukraina lain telah menghancurkan 223 drone tipe ini," demikian pernyataan dari militer Ukraina.
4. Militer Rusia Akui Situasi di Kherson Genting
Komandan baru pasukan Rusia untuk operasi militer khusus di Ukraina, Sergei Surovikin, mengakui bahwa situasi di Kherson genting.
"Situasi di area operasi militer khusus dapat dideskripsikan sebagai sesuatu yang genting," kata Surovikin dalam media pemerintah Rossiya 24 pada Selasa (18/10), dikutip dari Reuters.
"Musuh terus berupaya menyerang posisi pasukan Rusia," lanjutnya.
Pasukan Rusia di Kherson bahkan berhasil dipukul mundur sejauh 20 sampai 30 km dalam beberapa pekan terakhir oleh Ukraina.
(pwn/bac)[Gambas:Video CNN]
Pasukan Rusia tampak kewalahan merespons serangan ofensif Ukraina, khususnya di wilayah Kherson.
Baru-baru ini, pemerintah pro-Rusia di Kherson meminta warga di sana untuk mengungsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Vladimir Putin juga sempat mendeklarasikan darurat militer di empat wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia, yakni Kherson, Luhansk, Donetsk, dan Zaporizhzhia.
Berikut merupakan tanda-tanda pasukan Rusia kewalahan di Ukraina:
1. Pemerintah Pro-Rusia di Kherson Minta Warga Evakuasi
Pemerintah pro-Rusia di Kherson meminta warga di daerah itu untuk melakukan evakuasi pada Rabu (19/10). Mereka juga berupaya merelokasi maksimal 60 ribu orang dari wilayah itu.
Sebagaimana diberitakan CNN, warga di Kherson mulai menerima pesan teks untuk evakuasi pada Rabu pagi dari pemerintahan pro-Rusia.
"Kepada masyarakat. Tolong lakukan evakuasi secepatnya. Akan ada penembakan di area warga oleh angkatan bersenjata Ukraina. Akan ada bus dari pukul 07.00 dari Rechport menuju Tepi Kiri," demikian bunyi pesan tersebut.
2. Putin Deklarasi Darurat Militer di 4 Wilayah Ukraina yang Dicaplok
Putin mendeklarasikan darurat militer di empat wilayah Ukraina yang baru-baru ini dicaplok oleh Kremlin pada Rabu.
"Biarkan saya mengingatkan Anda bahwa Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Luhansk, serta wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, darurat militer telah berlaku sebelum bergabung dengan Rusia," ujar Putin, sebagaimana dilansir CNN.
"Sekarang, kami perlu meresmikan kebijakan itu dengan kerangka legislasi Rusia. Maka dari itu, saya menandatangani dekrit untuk menerapkan darurat militer di empat wilayah Federasi Rusia ini," lanjutnya.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
4 Gelagat Rusia Keok di Ukraina
Para pasukan Rusia berjaga-jaga di Kherson. (AP/)
3. Gunakan Drone Kamikaze Buatan Iran
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuturkan bahwa Rusia menggunakan drone buatan Iran untuk menyerang negaranya.
"[Saya] meminta lebih banyak pertahanan udara dan suplai amunisi, dan mendesak Uni Eropa untuk menerapkan sanksi ke Iran karena memberikan drone ke Rusia," ujarnya dalam Twitter pada Senin (17/10), dikutip dari AFP.
Pihak Ukraina juga menuturkan sampai pada Rabu (19/10), militer negara itu telah menembak jatuh lebih dari 220 drone buatan Iran.
"Sejak drone kamikaze buatan Iran Shahed-136 ditembak jatuh untuk pertama kalinya di wilayah Ukraina pada 13 September, Angkatan Udara dan komponen Pasukan Pertahanan Ukraina lain telah menghancurkan 223 drone tipe ini," demikian pernyataan dari militer Ukraina.
4. Militer Rusia Akui Situasi di Kherson Genting
Komandan baru pasukan Rusia untuk operasi militer khusus di Ukraina, Sergei Surovikin, mengakui bahwa situasi di Kherson genting.
"Situasi di area operasi militer khusus dapat dideskripsikan sebagai sesuatu yang genting," kata Surovikin dalam media pemerintah Rossiya 24 pada Selasa (18/10), dikutip dari Reuters.
"Musuh terus berupaya menyerang posisi pasukan Rusia," lanjutnya.
Pasukan Rusia di Kherson bahkan berhasil dipukul mundur sejauh 20 sampai 30 km dalam beberapa pekan terakhir oleh Ukraina.




