Fakta-fakta Mengejutkan Tentang PM Baru Inggris Rishi Sunak
CNN Indonesia
Selasa, 25 Okt 2022 19:25 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
PM Inggris baru Rishi Sunak. (REUTERS/HENRY NICHOLLS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rishi Sunak menjadi perdana menteri Inggris yang baru pada Senin (24/10), menggantikan Liz Truss yang menyatakan mundur di hari ke-45 menjabat pada pekan lalu.
Ia terpilih sebagai Perdana Menteri setelah rivalnya, Penny Mordaunt, mengundurkan diri dari pencalonan.
Pada era kepemimpinan Johnson, Sunak menjadi salah satu menteri yang populer. Namanya terus meroket usai menjadi salah satu menteri pertama di kabinet yang menyatakan mundur dari jabatan sebagai bentuk protes terhadap Johnson.
Sunak menjadi Perdana Menteri Inggris pertama keturunan India dan beragama Hindu. Politikus 42 tahun itu juga menjadi perdana menteri termuda Inggris era modern.
Sunak merupakan anak dari pasangan Yashvir dan Usha Sunak yang merupakan keturunan India Punjabi yang bermigrasi ke Inggris pada 1960-an.
Ayah Sunak lahir dan dibesarkan di Kenya, sementara ibunya lahir di Tanganyika yang kini disebut Tanzania. Ayah Sunak merupakan seorang ahli bedah ternama, sementara sang ibu merupakan seorang apoteker.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
PM Termuda Inggris
Selain menjadi PM Inggris keturunan India pertama, Sunak juga menjadi pemimpin Inggris termuda sejak 1812. Politikus 42 tahun itu lahir di Southhampton pada 1980 silam.
Setelah lulus dari sekolah elite Lincoln Oxford, Sunak mengejar gelar MBA dari Standford University dengan beasiswa Fulbright.
Sebelum berkecimpung di dunia politik, Sunak merupakan seorang bankir Goldman Sachs antara 2001-2004. Ia kemudian bekerja pada lembaga penggalang dana Childrens Investment Fund Management dan beberapa perusahaan investor sebelum terjun menjadi anggota legislatif pada 2014.
Sunak berencana menerapkan pembatasan tahunan pada jumlah pengungsi yang diterima oleh Inggris. Padahal, latar belakang Sunak berasal dari keluarga imigran tajir keturunan India. Kakek dan neneknya sempat merantau ke Tanzania sebelum pindah ke Inggris.
Sunak berkomitmen untuk mengatasi migrasi ilegal dan mendapatkan kembali kendali atas perbatasan Inggris. Dia juga menegaskan akan melakukan apapun untuk menyukseskan skema suaka Rwanda yang kontroversial tersebut. Dalam kebijakannya, Sunak bertekad akan mendeportasi para imigran ilegal, termasuk pencari suaka dari negara lain maupun Rwanda yang kabur karena konflik dalam negeri.
Adapun janji utama Sunak yakni memberikan kontrol parlemen atas siapa yang datang ke Inggris dengan membuat kuota tahunan pada jumlah pengungsi yang diterima setiap tahun dengan pengecualian keadaan darurat mendadak.