4 Negara ASEAN Usul Kebaya Jadi Warisan UNESCO, Tak Ada Indonesia

blq | CNN Indonesia
Kamis, 24 Nov 2022 17:38 WIB
Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand akan mengajukan kebaya sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Namun Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand akan mengajukan kebaya sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Namun Indonesia tidak termasuk di dalamnya. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand akan menominasikan kebaya sebagai warisan budaya takbenda ke UNESCO. Namun Indonesia tidak termasuk di dalamnya.

Dewan Warisan Nasional (NHB) Singapura menyatakan kebaya akan menjadi nominasi multidimensional pertama Singapura untuk Daftar Perwakilan Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Nominasi ini rencananya diserahkan pada Maret 2023.

"Kebaya telah dan terus menjadi aspek sentral dalam representasi dan penggambaran warisan budaya dan identitas Melayu, Peranakan, dan masyarakat lainnya di Singapura, dan merupakan bagian integral dari warisan kami sebagai kota pelabuhan multikultural, dengan link di seluruh Asia Tenggara dan duniam" kata CEO NHB, Chang Hwee Nee, Kamis (24/11).

NHB menyatakan Malaysia telah mengusulkan serta mengoordinasikan nominasi multinasional dan gagasan itu dibahas sebagai bagian dari rangkaian rapat kerja di antara sejumlah negara pada 2022.

Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand pun setuju bekerja sama untuk mengajukan nominasi. Keempat negara juga menyambut apabila ada negara lain yang hendak bergabung dalam nominasi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"[Nominasi bersama itu] menggarisbawahi multikulturalisme ini dan akar bersama kita dengan wilayah tersebut," kata Nee seperti dikutip The Strait Times.

Nominasi yang bakal diajukan empat negara ini tidak termasuk Indonesia di dalamnya. Secara terpisah, Indonesia diketahui telah mengajukan empat warisan budaya takbenda tahun ini, antara lain kesenian reog, jamu, tenun Indonesia, dan tempe.

Pengajuan nominasi ini pun telah diajukan secara resmi pada 25 Maret 2022.

"Kami terus mengupayakan agar elemen budaya Indonesia tidak hanya mendapatkan status di tingkat Internasional. Namun, yang terpenting adalah agar masyarakat Indonesia turut memberikan perhatian dan ikut melestarikan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid, pada April lalu.

Selama Agustus dan Oktober, NHB sendiri telah mengadakan enam focus group discussion (FGD) dengan 48 peserta untuk melihat pendapat terkait nominasi empat negara tersebut.

Diskusi itu melibatkan praktisi budaya, perwakilan asosiasi budaya, dan peneliti yang terlibat dalam pembuatan dan pemakaian kebaya.

Sejak tanggal 1 hingga 3 November, perwakilan dari NHB dan masyarakat menghadiri lokakarya yang diselenggarakan oleh Malaysia di Port Dickson, dimana mereka mendiskusikan nominasi tersebut, termasuk apa yang harus disertakan dalam pengajuan tersebut.

NHB akan mengatur inisiatif penjangkauan publik dan Januari hingga Maret 2023 untuk meningkatkan kesadaran akan nominasi tersebut.

UNESCO selanjutnya akan menilai nominasi berdasarkan definisi warisan budaya takbenda dan seberapa baik masing-masing dari empat negara akan memastikan promosi dan transmisi terkait kebaya.

Hasil nominasi itu akan diumumkan pada akhir 2024.

(blq/rds)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER