Demo Covid Makin Besar di China, Warga Bawa Kertas Putih

fea | CNN Indonesia
Senin, 28 Nov 2022 05:50 WIB
Sebagian demonstran yang protes aturan lockdown di China membawa kertas putih kosong yang melambangkan penyensoran. Sebagian demonstran yang protes aturan lockdown di China membawa kertas putih kosong yang melambangkan penyensoran. (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan orang turun ke jalan di kota-kota besar di China pada Minggu (27/11) sambil protes terhadap kebijakan penanganan Covid-19 dari pemerintah.

Cara keras pemerintah telah membuat publik frustrasi yang semakin lelah dengan lockdown, karantina berkepanjangan dan kampanye tes Covid-19.

Kebakaran mematikan pada dua hari lalu di Urumqi, ibu kota Xinjiang, juga semakin menyulut kemarahan warga. Banyak pihak merasa lockdown membuat upaya penyelamatan terhambat hingga 10 orang meninggal dunia.

AFP memberitakan setidaknya 400 orang berkumpul di tepi sungai di Beijing selama beberapa jam. Sebagian di antaranya berteriak, "Kami semua orang Xinjiang! Ayo orang China!"

Berdasarkan reportase langsung di lokasi dikatakan kerumunan massa menyanyikan lagu kebangsaan dan mendengarkan pidato. Sementara di sisi lain sungai barisan polisi menunggu.

Mobil-mobil di jalanan membunyikan klakson sebagai dukungan ketika orang-orang tetap berada di area itu hingga dini hari, meneriakkan dan melambaikan lembaran kertas kosong yang melambangkan penyensoran.

Otoritas setempat memblokiri lalu lintas, sekitar 100 petugas berpakaian preman dan polisi tiba di tempat kejadian.

Pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri usai petugas berjanji tuntutan mereka akan didengar.

Sementara itu di kota metropolis terbesar di China, Shanghai, polisi bentrok dengan demonstran ketika petugas berupaya memindahkan kerumunan dari lokasi demo lain.

Sebagian orang yang protes menyerukan agar Presiden China Xi Jingping turun dari jabatannya. Ratusan orang mendatangi area itu sambil membawa kertas kosong dan bunga yang terlihat seperti protes sunyi.

Sejumlah orang ditangkap kepolisian ketika massa diminta meninggalkan lokasi.

(fea/fea)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER