Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara menguji coba tiga rudal balistik jarak pendek dengan menembakkannya ke perairan sebelah timur pada Sabtu (31/12).
Mengutip Associated Press, peluncuran tiga rudal ini juga hanya selang sehari setelah negara saingannya, yakni Korea Selatan meluncurkan roket berbahan bakar padat.
Ketegangan antara kedua negara yang saling bersaing itu mulai memanas pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korea Selatan menuduh Korea Utara menerbangkan lima pesawat tak berawak atau drone melintasi perbatasan untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
Negeri Ginseng pun menanggapinya dengan mengirimkan pesawat tak berawaknya sendiri ke Korea Utara.
Kepala Staf gabungan Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi tiga peluncuran dari daerah pedalaman di selatan Pyongyang, ibu kota Korea Utara, pada Sabtu pagi.
Ketiga rudal itu menempuh jarak sekitar 350 kilometer sebelum mendarat di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang. Kisaran yang diperkirakan menunjukkan rudal yang diuji menargetkan Korea Selatan.
Ia menyebut peluncuran itu sebagai provokasi serius yang merusak perdamaian internasional.
Korea Selatan memantau dengan cermat gerakan Korea Utara dalam koordinasi dengan Amerika Serikat (AS) guna meredam setiap provokasi oleh Korea Utara.
Komando Indo-Pasifik AS mengatakan peluncuran tersebut menyoroti 'dampak destabilisasi' dari program senjata ilegal Korea Utara. Di sisi lain, AS tetap berkomitmen untuk menjaga pertahanan Korea Selatan dan Jepang tetap kuat.
Sabtu lalu, Kementerian Pertahanan Jepang juga melaporkan dugaan penembakan rudal balistik oleh Korea Utara.
Sebelumnya, militer Korea gagal menembak jatuh drone Korea Utara sebelum mereka terbang pulang atau menghilang dari radar Korea Selatan.
Korea Selatan masih menerbangkan tiga drone pengintai melintasi perbatasan Senin lalu dalam langkah tit-for-tat yang tidak biasa melawan provokasi Korea Utara. Korea Selatan juga Kamis mengadakan latihan militer skala besar untuk mensimulasikan penembakan drone.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menyerukan untuk meningkatkan jaringan pertahanan udara negaranya dan berjanji untuk menangani provokasi Korea Utara dengan tegas.
Orientasi Kim Jong Un 2023 di halaman berikutnya...
Kim Jong Un Fokus Lawan Musuh
Pemimpin Korut Kim Jong Un memperkuat pertahanannya di 2023. (AP)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelumnya menggarisbawahi 'orientasi perjuangan melawan musuh' yang harus dipatuhi setiap anggota Partai Buruh Korea (PBK).
Hal itu terungkap saat ia membeberkan tujuan militer negara itu di 2023 dalam rapat pleno tahunan partai di Pyongyang pekan ini.
Mengutip AFP, Kim dan pejabat senior partai memaparkan sederet tujuan Korut di bidang diplomasi, keamanan, dan ekonomi.
"[Kim] menetapkan tujuan utama baru untuk memperkuat kemampuan pertahanan mandiri yang akan ditekan untuk tahun 2023," demikian laporan media pemerintah Korut, KCNA, Rabu (28/12).
Rapat itu juga memaparkan laporan analisis dan penilaian situasi tantangan baru di semenanjung Korea menyusul ketegangan yang meningkat antara Korut dan Korea Selatan.
Rapat pleno akhir tahunan Korut biasanya mengungkap prioritas negara di dalam maupun luar negeri untuk tahun depan.
Sepanjang 2022, Korut kerap melakukan provokasi. Mereka meluncurkan rudal termasuk uji coba rudal antarbenua (intercontinental ballistic missile /ICBM).