Pejabat Korut Iri Demo di China: Bisa Dieksekusi di Negara Kami

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 05:14 WIB
Beberapa pejabat dagang Korea Utara di China mengaku iri terhadap warga di negara itu yang menggelar demo menolak lockdown usai kasus Covid-19 meningkat. Demonstrasi tolak lockdown di Shanghai, China. (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa pejabat dagang Korea Utara di China mengaku iri terhadap warga di negara itu yang menggelar demo menolak lockdown usai kasus Covid-19 meningkat.

Salah satu pejabat dagang Korut yang ada di Donggang, China, mengatakan ia menyaksikan langsung protes tersebut.

"Saya ke Shanghai beberapa hari lalu dan melihat protes besar-besaran memenuhi jalan-jalan di seluruh kota dan mengangkat slogan-slogan untuk mendesak 'Partai Komunis mundur. Aku merasa iri," ujar dia, seperti dikutip Radio Free Asia, Senin (28/11).

Ia mengaku merinding memikirkan apa yang akan terjadi jika ada protes serupa di kota-kota besar Korea Utara seperti Pyongyang atau Sinuiju.

Jika aksi semacam itu berlangsung di Korea Utara, pihak berwenang tak akan memberi ampun.

"Jika ada demonstrasi menentang kebijakan penguncian virus corona di Pyongyang, para pengunjuk rasa dan keluarga mereka akan segera dieksekusi," kata pejabat lain.

Ia kemudian berujar, "Namun, di sini di China, bahkan mahasiswa diizinkan untuk memprotes lockdown. Protes menyebar, dan tidak ada yang mengatakan pengunjuk rasa dieksekusi."

Di Korea Utara, pihak berwenang tidak hanya akan menghukum para pengunjuk rasa, kerabat mereka hingga sepupu ke-3 juga akan dihukum, katanya.

Kedua pejabat itu juga heran pengunjuk rasa di China berani mendesak Presiden Xi Jinping mundur. Menurut mereka, tindakan protes sekecil apa pun akan mendapat hukuman berat di bawah pimpinan Kim Jong Un.

Di Korut, pihak berwenang tidak hanya akan menghukum para pengunjuk rasa, tetapi juga kerabat hingga sepupu ketiga.

"China juga negara sosialis dan diktator, tetapi ketika saya melihat orang-orang yang memprotes kebijakan pemerintah tidak segera dieksekusi, itu membuat saya berpikir," ungkap pejabat kedua.

Pejabat itu juga menerangkan jika warga Korut mengetahui ada protes tolak lockdown di kota-kota besar di China, bakal berdampak besar ke cara pandang mereka.

China menjadi sorotan usai sejumlah warga menggelar demo di jalan Urumqi, Shanghai, pada Minggu. Aksi ini berujung ricuh karena polisi dan massa terlibat bentrok. Mereka protes tolak lockdown dan menyerukan Xi mundur.

Di Minggu malam, beberapa orang dilaporkan ditahan. Salah satu jurnalis media internasional, BBC, juga sempat ditangkap dan mengalami kekerasan dari polisi China.

Pihak berwenang sempat menutup jalan usai demo ricuh. Namun, saat pagi hari, mereka membuka kembali.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER