Kondisi Eks Putra Mahkota Saudi dari Tahanan Rumah hingga Dibui MbS

rds | CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 19:10 WIB
Raja Salman pewaris penguasa tidak pernah diketahui lagi secara pasti setelah gelar pewaris takhta kerajaan dicopot dari dirinya pada Juni 2017 lalu. Raja Salman pewaris penguasa tidak pernah diketahui lagi secara pasti setelah gelar pewaris takhta kerajaan dicopot dari dirinya pada Juni 2017 lalu. (Foto: AFP/YASSER AL-ZAYYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Nayef terus menjadi sorotan setelah turun takhta sebagai putra mahkota pada 2017 secara tiba-tiba.

Raja Salman pewaris penguasa tidak pernah diketahui lagi secara pasti setelah gelar pewaris takhta kerajaan dicopot dari dirinya pada Juni 2017 lalu.

Pangeran Nayef mengemban gelar Putra Mahkota Saudi pada 2015. Namun, pada Juni 2017, Raja Salman mencopot Nayef, keponakannya, dari jabatan Putra Mahkota dan menggantinya dengan sang anak, Mohammed bin Salman (MbS).

Sejak dicopot sebagai Putra Mahkota Saudi pada Juni 2017, Pangeran Mohammed bin Nayef tak pernah terlihat lagi di publik.

Dalam laporannya berjudul "The Godfather, Saudi-Style: Inside the Palace Coup that Brought MBS to Power", wartawan surat kabar The Guardian Anuj Cophra menceritakan kronologi kudeta yang dilakukan MbS sampai akhirnya bisa merebut gelar kedua terkuat di Saudi setelah Raja.

Setelah berhasil membuat Pangeran Mohammed bin Nayef menyerahkan gelar Putra Mahkotanya, MbS pun disebut menjebloskan sepupunya itu sebagai tahanan rumah.

[Gambas:Video CNN]

Menurut sumber kepada The New York Times, Pangeran Mohammed bin Nayef menjadi tahanan rumah sampai maret 2020.

Di masa awal penahanannya, Pangeran Mohammed bin Nayef ditahan di sel isolasi, dilarang tidur hingga digantung terbalik di pergelangan kakinya, menurut dua orang yang diberi pengarahan tentang situasinya yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah tersebut.

Pangeran Mohammed bin Nayef disebut mengalami kerusakan permanen pada pergelangan kakinya akibat perlakuan yang ia terima selama di tahanan dan tidak bisa berjalan tanpa tongkat.

Pada Agustus 2020, kuasa hukum Pangeran Mohammed bin Nayef melayangkan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan kliennya. Ia menuduh otoritas Saudi tidak mengizinkan dokter atau keluarga mengunjunginya sejak menjadi tahanan.

Sementara itu, di musim gugur 2021, Pangeran Mohammed bin Nayef dilaporkan dipindahkan ke sebuah vila di dalam kompleks yang mengelilingi Istana Raja Al-Yamamah di Riyadh.

Pangeran Mohammed bin Nayef dikurung sendiri tanpa televisi atau perangkat elektronik lainnya dan hanya menerima kunjungan terbatas dari keluarganya, kata sejumlah sumber.

Sampai saat ini, pemerintah Saudi juga belum mengajukan tuntutan resmi terhadap Mohammed bin Nayef atau menjelaskan mengapa dia ditahan.

Sebagian besar ahli Saudi berasumsi bahwa penahanan itu karena MbS khawatir bahwa Mohammed bin Nayef dapat menghalangi upayanya untuk menjadi Raja Saudi berikutnya.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER