Jepang: Tak Ada Ancaman Tsunami di Okinawa akibat Erupsi Gunung Semeru

Tim | CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 06:00 WIB
Jepang memastikan tak ada ancaman tsunami di Okinawa akibat erupsi Gunung Semeru, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Jepang memastikan tak ada ancaman tsunami di Okinawa akibat erupsi Gunung Semeru, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang memastikan tak ada ancaman tsunami di Okinawa akibat erupsi Gunung Semeru, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Mengutip seorang pejabat badan meteorologi nasional Jepang, kantor penyiaran publik NHK memastikan bahwa erupsi Gunung Semeru pada Minggu (4/12) tak akan memicu tsunami di Okinawa.

Badan Meteorologi Jepang memang sempat menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan ancaman tsunami di dua wilayah Okinawa akibat erupsi Gunung Semeru.

"Sekitar pukul 11.18 waktu lokal, letusan besar terjadi di Gungung Api Semeru. Jika tsunami terjadi akibat erupsi ini, waktu kejadiannya dalam waktu dekat," demikian pernyataan badan tersebut.

Mereka kemudian menjabarkan jika erupsi Gunung Semeru benar-benar memicu tsunami di Jepang, gelombang itu bakal menghantam kawasan Miyakojima/Yaeyama sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Namun berdasarkan pemantauan awal, citra satelit Himawari tak menunjukkan perubahan signifikan pada tekanan gelombang laut akibat erupsi Gunung Semeru.

"Kami akan terus mengabari Anda tentang pengamatan tsunami ke depan," bunyi pernyataan lembaga tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Peringatan ini muncul setelah Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Minggu pagi, memaksa warga di sekitar gunung mengungsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) lantas menaikkan status Gunung Semeru ke level 4 atau Awas mulai pukul 12.00 WIB.

Setelah status itu naik, Gunung Semeru terhitung sudah mengalami 22 kali letusan hingga pukul 18.00 WIB.

(has/has)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER