Korut Balas Latihan Militer AS-Korsel, Luncurkan 82 Artileri 8 Jam

CNN Indonesia
Rabu, 07 Des 2022 17:44 WIB
Korut menembakkan 82 peluru artileri selama 8 jam 30 menit ke perairan dekat Korsel sebagai respons latihan militer antara negara itu dan AS, Selasa (6/12). Foto ilustrasi. Tentara Korsel melakukan latihan tembakan artileri. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara menembakkan 82 peluru artileri selama 8 jam 30 menit ke perairan dekat Korea Selatan sebagai respons latihan militer gabungan hari kedua antara negara itu dan Amerika Serikat, Selasa (6/12).

Juru bicara Staf Umum Tentara Rakyat Korut (KPA) menyatakan sub-unit artileri di front timur menembak puluhan roket atas instruksi Staf Umum.

"Ini jelas merupakan tindakan balasan dan peringatan KPA terhadap upaya provokasi jahat yang direncanakan musuh," demikian laporan media pemerintah Korut, KCNA.

Menurut militer Pyongyang, musuh dengan sengaja menembakkan puluhan peluru ke dekat pangkalan KPA.

Pihak musuh, lanjutnya, akan menyalahkan Korut dan mengeluarkan pernyataan yang menyebut tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap "Perjanjian Militer Utara-Selatan 19 September".

Korut kemudian memperingatkan AS dan Korsel untuk segera menghentikan aksi militer di area dekat garis depan KPA.

"Sederhananya, perlawanan militer kita terhadap tindakan provokatif musuh yang terus berlanjut akan lebih ofensif seiring berjalannya waktu," demikian menurut militer.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mendeteksi Pyongyang menembakkan sekitar 90 peluru artileri dari kota pesisir timur Kosong sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Ia juga melaporkan 10 peluru lain meluncur dari kota dekat Kumkang sekitar pukul 18.00 waktu setempat demikian dikutip Associated Press.

Pada Senin, Korut juga dilaporkan meluncurkan 130 roket ke laut lepas pantai timur. Beberapa artileri ini mendarat di zona penyangga dekat perbatasan laut kedua negara.

Peluncuran roket Korut muncul saat Seoul dan Washington menggelar latihan militer bersama. Bagi Pyongyang tindakan ini sebagai upaya menginvasi negaranya.

Sementara AS dan Korsel menyatakan latihan itu untuk mencegah ancaman nuklir Pyongyang. Latihan juga dilakukan karena Korut sudah mempersiapkan uji coba nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER