7 Fakta Negara Maroko yang Akan Lawan Ronaldo di Perempat Final
CNN Indonesia
Sabtu, 10 Des 2022 12:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Maroko usai mengalahkan Spanyol di babak 16 besar. (AP Photo/Abbie Parr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Maroko menjadi sorotan setelah tim nasionalnya membekuk Spanyol di Piala Dunia 2022 pada Kamis (8/12).
Kesebelasan Maroko mengalahkan tim Spanyol dengan skor 3-0. Maroko menjadi negara Afrika keempat yang melaju ke perempat final dan akan melawan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di timnas Portugal.
Berikut ini sejumlah fakta mengenai negara Maroko.
1. Disebut Negara Magribi
Maroko merupakan negara Afrika Utara yang dikenal sebagai negara Magribi. Disebut Magribi lantaran Maroko merupakan wilayah Islam Afrika Utara yang berada di luar Mesir yang berbatasan dengan Laut Mediterania.
Magribi sendiri berarti 'barat' dalam bahasa Arab. Istilah itu berasal dari masa ekspansi besar Islam.
2. 99 Persen Populasinya Muslim Sunni
Lebih dari 99 persen populasi di Maroko merupakan Muslim Sunni, menurut laporan pemerintah AS pada 2021. Kurang dari 0,1 persen populasi adalah Muslim Syiah.
Sementara kurang dari 1 persen dari total 36,4 juta penduduk Maroko merupakan Kristen, Yahudi, dan Baha'i.
Pertama, tahun baru pada umumnya yang jatuh pada 1 Januari.
Kedua, tahun baru Islam, Higgrea. Tahun baru ini dirayakan setiap hari pertama bulan Muharram, sama seperti tahun baru Islam di Indonesia dan negara-negara berpenduduk Islam.
Ketiga, tahun baru Amazigh. Tahun baru ini dirayakan pada hari pertama dalam kalender pertanian yang digunakan untuk menandakan permulaan musim panen.
6. 1 Dari 11 Negara Kawasan Gurun Sahara
Maroko merupakan satu dari 11 negara di Afrika Utara yang dibentangi Gurun Sahara.
Maroko bersama-sama dengan Aljazair, Chad, Mesir, Libya, Mali, Mauritania, Niger, Sahara Barat, Sudan, dan Tunisia berada di antara bentangan 9,2 juta kilometer persegi gurun terpanas di dunia itu.
Maroko sempat menyatakan keluar dari Uni Afrika pada 1984 karena organisasi regional 55 negara itu mengakui kemerdekaan wilayah Sahara Barat yang dipersengketakan.
Maroko kala itu mengklaim Sahara Barat yang juga merupakan anggota Uni Afrika. Namun badan kontinental itu justru mengakui kemerdekaan Sahara Barat hingga membuat Maroko kesal dan memutuskan keluar.
Pada 2017, Maroko pun kembali bergabung dengan Uni Afrika setelah 30 tahun. Kembalinya Maroko itu didukung oleh 39 negara dan ditolak oleh 9 negara di Afrika bagian Selatan kecuali eSwatini.