8 Situs Sejarah Islam yang Dibongkar di Era Kerajaan Arab Saudi
CNN Indonesia
Minggu, 18 Des 2022 11:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Foto ilustrasi bendera Arab Saudi. (AP/Amr Nabil)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sepanjang negara ini berdiri, Arab Saudi, menggusur sederet situs sejarah Islam, mulai dari makam ayah Nabi Muhammad hingga masjid bersejarah.
Saudi didirikan pada 1932. Sejak saat itu, banyak landmark Islam yang telah dihancurkan. Terlebih, ada dekrit Dewan Ulama Senior Kerajaan pada 1944 yang memutuskan melestarikan bangunan bisa mengarah kepada kemusyrikan atau menyekutukan Tuhan.
Dekrit tersebut dengan mudah dimanfaatkan para pengembang real estate untuk memperluas proyek mereka di Saudi.
Islamicity melaporkan selama 50 tahun terakhir Saudi telah menghancurkan setidaknya 300 bangunan bersejarah di Mekah dan Madinah.
Sementara itu, menurut laporan Yayasan Penelitian Warisan Islam lebih dari 98 persen situs sejarah dan agama Saudi dihancurkan sejak 1985, demikian dikutip dari Time.
Selama beberapa tahun terakhir, masjid-masjid dan situs penting dari zaman Nabi Muhammad, bangunan era Turki Usmani juga dihancurkan atau dibongkar. Pengamat menilai tindakan Saudi seolah-olah ingin menghapus sejarah.
Pihak berwenang juga membongkar rumah istri Nabi Muhammad, Khadijah bin Khuwailid, pada 1989.
7. Makam Ibu Nabi Muhammad
Satu dekade setelah pembongkaran rumah Khadijah, Saudi juga melakukan hal yang sama terhadap makam ibu Nabi Muhmmad, Aminah binti Wahab.
8. Rumah Paman Nabi
pada 2013 lalu, Saudi juga membuldoser rumah paman Nabi Muhammad, Hamzah, di Mekah untuk dijadikan hotel.
Rumah tersebut telah berusia 1.300 tahun, demikian dikutip Art Newspaper.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sepanjang negara ini berdiri, Arab Saudi, menggusur sederet situs sejarah Islam, mulai dari makam ayah Nabi Muhammad hingga masjid bersejarah.
Saudi didirikan pada 1932. Sejak saat itu, banyak landmark Islam yang telah dihancurkan. Terlebih, ada dekrit Dewan Ulama Senior Kerajaan pada 1944 yang memutuskan melestarikan bangunan bisa mengarah kepada kemusyrikan atau menyekutukan Tuhan.
Dekrit tersebut dengan mudah dimanfaatkan para pengembang real estate untuk memperluas proyek mereka di Saudi.
Islamicity melaporkan selama 50 tahun terakhir Saudi telah menghancurkan setidaknya 300 bangunan bersejarah di Mekah dan Madinah.
Sementara itu, menurut laporan Yayasan Penelitian Warisan Islam lebih dari 98 persen situs sejarah dan agama Saudi dihancurkan sejak 1985, demikian dikutip dari Time.
Selama beberapa tahun terakhir, masjid-masjid dan situs penting dari zaman Nabi Muhammad, bangunan era Turki Usmani juga dihancurkan atau dibongkar. Pengamat menilai tindakan Saudi seolah-olah ingin menghapus sejarah.