18 Anak di Uzbekistan Meninggal Usai Konsumsi Obat Sirop Buatan India

tim | CNN Indonesia
Kamis, 29 Des 2022 05:53 WIB
Kemenkes Uzbekistan mengatakan 18 anak di negaranya meninggal usai mengonsumsi obat pilek yang diproduksi oleh produsen obat India Marion Biotech Pvt Ltd. Kemenkes Uzbekistan mengatakan 18 anak di negaranya meninggal usai mengonsumsi obat pilek yang diproduksi oleh produsen obat India Marion Biotech Pvt Ltd. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan Uzbekistan mengatakan 18 anak di negaranya meninggal usai mengonsumsi obat pilek dan flu yang diproduksi oleh produsen obat India Marion Biotech Pvt Ltd.

Mengutip Reuters, Kamis (29/12), kementerian itu mengatakan 18 dari 21 anak yang mengonsumsi sirup Doc-1 Max itu mengalami penyakit pernapasan akut setelah meminum obat itu.

Setelah kejadian itu, kementerian menyelidiki obat untuk mencari penyebab kematian. Hasil penyelidikan mengungkap satu batch sirup itu mengandung etilen glikol, zat berbahaya yang diduga menjadi pemicu kasus gagal ginjal.

Hasil penyelidikan mengungkap obat sirup tersebut diimpor ke Uzbekistan oleh Quramax Medical LLC. Kementerian itu juga menyatakan sirup tersebut diberikan kepada anak-anak di rumah tanpa resep dokter dengan dosis yang melebihi standar untuk anak-anak.

Tidak jelas apakah semua atau salah satu dari anak-anak tersebut telah mengkonsumsi kelompok obat yang dicurigai atau telah mengkonsumsi lebih dari dosis standar, atau keduanya.

Marion Biotech, Quramax Medical dan kementerian kesehatan India tak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Sumber pemerintah India mengatakan kementerian kesehatan sedang menyelidiki masalah ini.

India pada Selasa meluncurkan inspeksi beberapa pabrik obat di seluruh negeri untuk memastikan standar kualitas tinggi.

Insiden di Uzbekistan mengikuti kasus serupa di Gambia. Dalam kasus di Gambia,  70 anak juga dilaporkan meninggal akibat disebabkan oleh sirup obat batuk dan flu yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.

Namun berkaitan kasus di Gambia itu, baik pemerintah India maupun perusahaan telah membantah bahwa obat-obatan itu salah.

India dikenal sebagai apotek dunia. Ekspor obat-obatan hasil produksi pabrik mereka meningkat lebih dari dua kali lipat selama dekade terakhir menjadi US$24,5 miliar pada tahun fiskal lalu.

(reuters/agt)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER