Apakah Kelompok Pemuja Setan Satanic Temple dan Church of Satan Beda?
CNN Indonesia
Kamis, 12 Jan 2023 14:58 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pertemuan pertama The Satanic Temple di Arizona, AS, pada 2021. (REUTERS/STRINGER0
Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok pemuja setan TheSatanic Temple (TST) atau Kuil Setan diAmerika Serikat kembali menjadi sorotan lantaran berencana menggelar pertemuan gede-gedean sepanjang sejarah sekte tersebut.
Bertajuk SatanCon 2023, pertemuan itu akan digelar di Boston, Massachusetts, dalam rangka hari jadi TST ke-10 pada 28-30 April mendatang.
Berdiri pada 2013 di Amerika Serikat, TST mengklaim kelompoknya telah menjadi organisasi agama yang diakui di dunia dengan berbagai cabang yang tersebar di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, TST bukan satu-satunya organisasi setan di AS, bahkan dunia. Beberapa organisasi setan lainnya juga banyak bermunculan di Negeri Paman Sam dan negara lainnya.
Salah satu yang sering dianggap sama dengan TST adalah Gereja Setan (Church of Satan).
Namun, kedua organisasi setan ini justru saling bersaing dan menentang prinsip satu sama lain.
Meski begitu, baik TST atau Gereja Setan sama-sama tidak percaya eksistensi setan, apalagi menyembah mereka.
Kedua organisasi itu hanya menggunakan setan sebagai simbol "pemberontakan" untuk menolak otoritas tirani hingga mengkritisi ketidakadilan di dunia.
"Misi The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mengadvokasi akal sehat praktis, menentang ketidakadilan, dan mengejar tujuan mulia," demikian pernyataan di situs TST.
Namun, apa perbedaan antara Satanic Temple vs Church of Satan?
Satanic Temple pertama kali mencuri perhatian khalayak sekitar Januari 2013. Saat itu, sejumlah anggota sekte tersebut berkumpul di depan gedung parlemen Florida untuk mendukung Gubernur Rick Scott menandatangani aturan yang dikenal sebagai Senate Bill 98.
Aturan itu mengizinkan pelajar memimpin acara doa dalam pertemuan sekolah, termasuk siswa dari pemuja setan.
Sementara itu, Gereja Setan berdiri sejak 1966 oleh beberapa tokoh salah satunya sepasang suami istri Anton Szandor LaVey dan Dianne LaVey.
"Dengan kebiasaan (tertukar) yang disayangkan, keberadaan TST kerap dibingungkan dengan Gereja Setan yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey pada 1960," bunyi pernyataan TST di situsnya.
Gereja Setan mengungkapkan penentangan keras terhadap kampanye dan kegiatan TST, menyatakan diri mereka sebagai satu-satunya penengah Setanisme yang sejati, sementara itu TST menolak Gereja Setan sebagai tidak relevan dan tidak aktif."
Kedua organisasi setan ini memiliki pandangan politik yang sama-sama menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan, kesetaraan, dan kebebasan. Namun, berbeda dengan TST, Gereja Setan masih melakukan sejumlah ritual dan percaya terhadap sihir.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Dikutip Britanica, Gereja Setan merancang berbagai ritualnya sebagai psikodrama yang mendorong anggota mengembangkan ego mereka dan mendorong mereka keluar dari sosok orang yang lemah dan tunduk.
Salah satu ritual yang dilakukan Gereja Setan yakni black mass lengkap dengan perempuan telanjang yang digunakan sebagai altar.
Secara organisasi, TST dianggap lebih aktif ketimbang Gereja Setan karena rutin menggelar pertemuan dan acara lainnya. Secara sosial dan politik, TST juga aktif tidak seperti Gereja Setan.
Gereja Setan juga dianggap berjalan dengan sistem otoriter. Sementara itu, TST mengaku merupakan kelompok yang demokratis.
Selain itu, TST memiliki badan organisasi yang jelas hingga markas besarnya yang berada di Salem, Massachusetts.
TST juga getol menggelar berbagai acara publik secara kolektif, tidak seperti Gereja Setan di mana para anggotanya lebih individualis.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok pemuja setan TheSatanic Temple (TST) atau Kuil Setan diAmerika Serikat kembali menjadi sorotan lantaran berencana menggelar pertemuan gede-gedean sepanjang sejarah sekte tersebut.
Bertajuk SatanCon 2023, pertemuan itu akan digelar di Boston, Massachusetts, dalam rangka hari jadi TST ke-10 pada 28-30 April mendatang.
Berdiri pada 2013 di Amerika Serikat, TST mengklaim kelompoknya telah menjadi organisasi agama yang diakui di dunia dengan berbagai cabang yang tersebar di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, TST bukan satu-satunya organisasi setan di AS, bahkan dunia. Beberapa organisasi setan lainnya juga banyak bermunculan di Negeri Paman Sam dan negara lainnya.
Salah satu yang sering dianggap sama dengan TST adalah Gereja Setan (Church of Satan).
Namun, kedua organisasi setan ini justru saling bersaing dan menentang prinsip satu sama lain.
Meski begitu, baik TST atau Gereja Setan sama-sama tidak percaya eksistensi setan, apalagi menyembah mereka.
Kedua organisasi itu hanya menggunakan setan sebagai simbol "pemberontakan" untuk menolak otoritas tirani hingga mengkritisi ketidakadilan di dunia.
"Misi The Satanic Temple adalah untuk mendorong kebajikan dan empati, menolak otoritas tirani, mengadvokasi akal sehat praktis, menentang ketidakadilan, dan mengejar tujuan mulia," demikian pernyataan di situs TST.
Namun, apa perbedaan antara Satanic Temple vs Church of Satan?
Satanic Temple pertama kali mencuri perhatian khalayak sekitar Januari 2013. Saat itu, sejumlah anggota sekte tersebut berkumpul di depan gedung parlemen Florida untuk mendukung Gubernur Rick Scott menandatangani aturan yang dikenal sebagai Senate Bill 98.
Aturan itu mengizinkan pelajar memimpin acara doa dalam pertemuan sekolah, termasuk siswa dari pemuja setan.
Sementara itu, Gereja Setan berdiri sejak 1966 oleh beberapa tokoh salah satunya sepasang suami istri Anton Szandor LaVey dan Dianne LaVey.
"Dengan kebiasaan (tertukar) yang disayangkan, keberadaan TST kerap dibingungkan dengan Gereja Setan yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey pada 1960," bunyi pernyataan TST di situsnya.
Gereja Setan mengungkapkan penentangan keras terhadap kampanye dan kegiatan TST, menyatakan diri mereka sebagai satu-satunya penengah Setanisme yang sejati, sementara itu TST menolak Gereja Setan sebagai tidak relevan dan tidak aktif."
Kedua organisasi setan ini memiliki pandangan politik yang sama-sama menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan, kesetaraan, dan kebebasan. Namun, berbeda dengan TST, Gereja Setan masih melakukan sejumlah ritual dan percaya terhadap sihir.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Apakah Kelompok Pemuja Setan Satanic Temple dan Church of Satan Beda?
Patung baphomet simbol The Satanic Temple dan Church of Satan. (REUTERS/STRINGER)
Dikutip Britanica, Gereja Setan merancang berbagai ritualnya sebagai psikodrama yang mendorong anggota mengembangkan ego mereka dan mendorong mereka keluar dari sosok orang yang lemah dan tunduk.
Salah satu ritual yang dilakukan Gereja Setan yakni black mass lengkap dengan perempuan telanjang yang digunakan sebagai altar.
Secara organisasi, TST dianggap lebih aktif ketimbang Gereja Setan karena rutin menggelar pertemuan dan acara lainnya. Secara sosial dan politik, TST juga aktif tidak seperti Gereja Setan.