Jakarta, CNN Indonesia -- Orang-orang Yahudi selama ini kerap diasosiasikan sebagai bangsa yang pintar dan sukses mulai teknologi hingga bisnis.
Segelintir keluarga keturunan Yahudi bahkan punya pengaruh besar di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia?
Klan keluarga Yahudi Rothschild merupakan salah satu dinasti yang sangat kuat di dunia perbankan yang terkenal seantero Eropa bahkan dunia.
Keluarga itu memiliki kekayaan sebesar US$350 miliar atau setara Rp5.035 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Klan Rothschild memiliki bank dengan nama sama yang didirikan oleh Mayer Amschel Rothschild pada abad ke-18.
Mayer Amschel Rothschild merupakan pria yang tumbuh besar di Frankfurt, Jerman. Dia memulai bisnisnya dari usaha kecil di bidang perdagangan hingga merambah ke bank dagang, bank swasta, asuransi dan modal ventura, investasi, serta dana pensiun.
Mayer pertama kali belajar bisnis saat usianya masih muda. Ayahnya, Amschel Moses Rothschild, punya bisnis kain sutra dan penukaran mata uang.
Salah satu pekerjaan pertama Mayer yakni memilah koin yang diperoleh melalui pameran dagang semi-tahunan Frankfurt. Pameran itu sendiri menarik pembeli dan penjual di seluruh wilayah.
Setelah ayahnya meninggal saat usianya 12 tahun, Mayer tinggal bersama kerabat yang mengirimnya bekerja ke rumah bankir Yahudi terkemuka, Simon Wolf Oppenheimer.
Di sana, Mayer belajar soal perdagangan dan keuangan dengan orang asing. Ia juga mempelajari koin langka dari tempat-tempat seperti Roma kuno, Persia, dan Kekaisaran Bizantium.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Bisnis Awal Keluarga Rothschild
Baron Guy de Rothschild (tengah) salah satu anggota keluarga keturunan Yahudi Rothschild. (AFP/)
Menurut laporan Investopedia, Mayer kembali ke Frankfurt pada 1763 saat usianya 19 tahun. Ia lalu mengikuti usaha saudaranya terkait bisnis trading.
Mayer menjadi dealer koin langka dan memenangkan sponsor Putra Mahkota Wilhelm dari Hesse. Kemenangan ini pun menjadi awal mula terciptanya relasi penting bagi bisnis Mayer.
Wilhelm banyak membantu Mayer soal urusan keuangan hingga menghubungkan dia dengan para bangsawan.
Pada 1769, Rothschild meminta gelar court-factor atau crown agent dari Willhelm. Gelar kehormatan itu menjadi tanda bahwa Mayer telah berbisnis dengan keluarga kerajaan.
[Gambas:Infografis CNN]
Selama Revolusi Prancis, perbankan Rothschild tumbuh pesat sampai Mayer bisa memfasilitasi Britania untuk merekrut tentara bayaran Hessian. Transaksi ini yang menjadi dasar kekayaan Mayer.
Saking kayanya, bank miliknya sampai meminjamkan uang kepada pemerintah Prancis untuk membiayai operasi perang selama beberapa abad.
Keputusan itu membuat keluarga Rothschild memiliki banyak kesempatan untuk mengumpulkan obligasi dan membangun kekayaan tambahan di berbagai industri.
Selain perbankan, Mayer memang punya investasi di bidang infrastruktur seperti jembatan, terowongan, dan rel kereta api.
Tak cuma itu, bisnis lain seperti hotel, media, transportasi, dan anggur merah juga dikelola Mayer.