Negara Mayoritas Muslim Ramai-ramai Kecam Serangan Israel ke Al Aqsa
CNN Indonesia
Kamis, 06 Apr 2023 11:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kondisi masjid Al Aqsa yang rusak usai diserbu polisi Israel. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara mayoritas muslim ramai-ramai mengecam serangan pasukan Israel ke masjid Al Aqsa, Rabu (5/4).
Dalam sehari, pasukan Israel melakukan serangan dua kali ke tempat suci itu. Di insiden pertama, mereka memaksa masuk gedung dengan dalih memburu provokator dan agitator.
Salah satu saksi mengatakan sejumlah polisi Israel menyerang umat Muslim yang sedang beribadah.
Imbas serangan itu, setidaknya 12 orang terluka. Polisi Israel juga menangkap lebih dari 350 orang.
Di malam hari, pasukan Israel kembali menyerbu masjid Al Aqsa.
Kali ini, mereka mengerahkan granat kejut dan memerintahkan umat Islam yang beribadah untuk segera pergi. Mereka mengklaim upaya ini untuk mencegah provokator bertindak lebih jauh.
Arab Saudi mengutuk serangan terang-terangan terhadap para jemaah di Masjid Al Aqsa.
"Arab Saudi kecam serangan terang-terangan ini dan menyerukan penolakan terhadap praktik-praktik yang merusak upaya perdamaian dan bertentangan dengan prinsip-prinsip internasional sehubungan dengan kesucian agama," demikian pernyataan resmi Kemlu Saudi, seperti dikutip Middle East Eye.
Qatar
Qatar menyatakan aksi pasukan Israel sebagai praktik kriminal brutal dan merupakan eskalasi serius.
"[Ini] pelanggaran terang-terangan terhadap tempat-tempat suci, perpanjangan dari kebijakan Yahudisasi Yerusalem, [dan] pelanggaran hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional," demikian pernyataan resmi Qatar.
Pemerintah Qatar juga menyebut serangan itu sebagai provokasi bagi dua miliar Muslim di dunia, terutama di bulan Ramadan.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA) juga menyampaikan kecaman keras atas tindakan pasukan keamanan Israel yang menyerbu masjid Al Aqsa.
"UEA mendesak otoritas Israel segera menyetop eskalasi dan menhindari tensi yang lebih tinggi dan ketidakstabilan kawasan," demikian pernyataan UEA dikutip dari Awsat.
Indonesia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengecam serangan pasukan Israel yang menyebabkan sejumlah orang terluka.
"Indonesia mengutuk tindak kekerasan aparat keamanan Israel di Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadhan yang menyebabkan sejumlah jemaah terluka dan penangkapan ratusan lainnya," demikian pernyataan resmi Kemlu di Twitter, Kamis.
Menurut Kemlu, aksi pasukan Israel itu menyakiti perasaan umat Muslim di dunia. Pelanggaran di Al-Aqsa, lanjutnya, juga bisu memicu eskalasi konflik dan kekerasan.
Kemlu juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan dan mengakhiri berbagai pelanggaran Israel terhadap Al Aqsa.
Perdana Menteri Mayalsia Anwar Ibrahim juga menyampaikan kecaman melalui akun Twitternya. Anwar meminta PBB segera turun tangan untuk menghentikan kekerasan di masjid Al Aqsa.
"Malaysia mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas kejahatan keji dan segera membebaskan para tahanan Palestina," demikian cuitan Anwar Ibrahim.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara mayoritas muslim ramai-ramai mengecam serangan pasukan Israel ke masjid Al Aqsa, Rabu (5/4).
Dalam sehari, pasukan Israel melakukan serangan dua kali ke tempat suci itu. Di insiden pertama, mereka memaksa masuk gedung dengan dalih memburu provokator dan agitator.
Salah satu saksi mengatakan sejumlah polisi Israel menyerang umat Muslim yang sedang beribadah.
Imbas serangan itu, setidaknya 12 orang terluka. Polisi Israel juga menangkap lebih dari 350 orang.
Di malam hari, pasukan Israel kembali menyerbu masjid Al Aqsa.
Kali ini, mereka mengerahkan granat kejut dan memerintahkan umat Islam yang beribadah untuk segera pergi. Mereka mengklaim upaya ini untuk mencegah provokator bertindak lebih jauh.
Arab Saudi mengutuk serangan terang-terangan terhadap para jemaah di Masjid Al Aqsa.
"Arab Saudi kecam serangan terang-terangan ini dan menyerukan penolakan terhadap praktik-praktik yang merusak upaya perdamaian dan bertentangan dengan prinsip-prinsip internasional sehubungan dengan kesucian agama," demikian pernyataan resmi Kemlu Saudi, seperti dikutip Middle East Eye.
Qatar
Qatar menyatakan aksi pasukan Israel sebagai praktik kriminal brutal dan merupakan eskalasi serius.
"[Ini] pelanggaran terang-terangan terhadap tempat-tempat suci, perpanjangan dari kebijakan Yahudisasi Yerusalem, [dan] pelanggaran hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional," demikian pernyataan resmi Qatar.
Pemerintah Qatar juga menyebut serangan itu sebagai provokasi bagi dua miliar Muslim di dunia, terutama di bulan Ramadan.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Negara Mayoritas Muslim Ramai-ramai Kecam Serangan Israel ke Al Aqsa
Polisi Israel serbu masjid Al Aqsa. (AP/Mahmoud Illean)
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA) juga menyampaikan kecaman keras atas tindakan pasukan keamanan Israel yang menyerbu masjid Al Aqsa.
"UEA mendesak otoritas Israel segera menyetop eskalasi dan menhindari tensi yang lebih tinggi dan ketidakstabilan kawasan," demikian pernyataan UEA dikutip dari Awsat.
Indonesia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengecam serangan pasukan Israel yang menyebabkan sejumlah orang terluka.
"Indonesia mengutuk tindak kekerasan aparat keamanan Israel di Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadhan yang menyebabkan sejumlah jemaah terluka dan penangkapan ratusan lainnya," demikian pernyataan resmi Kemlu di Twitter, Kamis.
Menurut Kemlu, aksi pasukan Israel itu menyakiti perasaan umat Muslim di dunia. Pelanggaran di Al-Aqsa, lanjutnya, juga bisu memicu eskalasi konflik dan kekerasan.
Kemlu juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan dan mengakhiri berbagai pelanggaran Israel terhadap Al Aqsa.
Perdana Menteri Mayalsia Anwar Ibrahim juga menyampaikan kecaman melalui akun Twitternya. Anwar meminta PBB segera turun tangan untuk menghentikan kekerasan di masjid Al Aqsa.
"Malaysia mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas kejahatan keji dan segera membebaskan para tahanan Palestina," demikian cuitan Anwar Ibrahim.
Negara Mayoritas Muslim Ramai-ramai Kecam Serangan Israel ke Al Aqsa BACA HALAMAN BERIKUTNYA