Penyebar Dokumen Rahasia AS Disebut Remaja Kerja di Pangkalan Militer
CNN Indonesia
Kamis, 13 Apr 2023 19:08 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gedung Pentagon. (SAUL LOEB / AFP)
Sejauh ini, Kementerian Pertahanan AS belum memberikan komentar atas permintaan tanggapan Reuters.
Pekan lalu, Kemhan AS membuka penyelidikan kriminal formal usai dokumen berlabel "Rahasia" dan "Sangat Rahasia", salah satunya mengenai rencana perang di Ukraina, bocor di jagat maya.
Insiden ini merebak sejak bulan lalu, saat puluhan dokumen itu beredar di sejumlah situs, mulai dari Discord dan 4Chan.
Namun, dokumen-dokumen ini baru menjadi sorotan setelah The New York Times memberitakan mengenai kebocoran itu dalam pemberitaan beberapa waktu lalu.
Banyak pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa beberapa dokumen itu asli dan pada awalnya dibagikan secara online tanpa diedit. Hingga kini, file rahasia itu masih belum diketahui kebenarannya.
Kebocoran ini sendiri sudah menyulut amarah sejumlah negara yang berkaitan dengan dokumen-dokumen rahasia itu, termasuk Ukraina.
Salah satu dokumen yang bocor mengungkap detail perang antara Rusia dan Ukraina. Pejabat senior Ukraina menyebut dokumen itu mengungkap informasi yang selama ini mereka rahasiakan dari Rusia.
"Soal kerentanan terkait kekurangan amunisi dan data medan perang," demikian kutipan dokumen itu.
Sejumlah besar dokumen sensitif itu juga memberikan penilaian soal kesiapan dan korban pertempuran Rusia-Ukraina, jadwal untuk pelatihan dan pengiriman peralatan, serta informasi taktis lainnya.
Selain soal konflik Rusia-Ukraina, sebagian dokumen juga membahas masalah-masalah terkait China, Timur Tengah, dan terorisme.
Amerika Serikat sejauh ini menyatakan tengah memburu pelaku yang membuat dokumen rahasia itu bocor di jagat maya. Walau masih misteri, AS saat ini fokus pada kemungkinan pelaku merupakan warga mereka sendiri.
Pada Rabu (12/4), Discord menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan penegak hukum.
(blq/bac)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaku penyebar dokumen rahasia milik intelijen Amerika Serikat disebut remaja 20 tahun yang bekerja di pangkalan militer.
Informasi itu didapat dari anggota grup obrolan online yang dikutip oleh Washington Post.
Dalam laporan surat kabar Amerika Serikat itu, dituliskan bahwa pelaku berbagi informasi rahasia ke sebuah grup di platform yang beranggota sekitar 24 pria dan anak laki-laki muda. Mereka membagikan kesukaannya terhadap "senjata, peralatan militer, dan Tuhan."
Pelaku disebut menggunakan julukan OG, slang untuk istilah Original Gangster. Orang tersebut dideskripsikan oleh salah satu sumber Washington Post berusia awal 20-an dan merupakan anggota grup.'
"Dia sehat, kuat, bersenjata, terlatih. Semua hal yang bisa Anda harapkan dari semacam film gila," kata salah satu sumber anonim, seperti dikutip Reuters.
Washington Post mendasari laporannya itu pada wawancara dengan dua anggota grup obrolan Discord. Reuters tidak bisa memverifikasi rincian laporan tersebut.
Dalam laporan itu, OG disebut mengatakan kepada anggota grup bahwa ia menghabiskan "beberapa harinya di dalam fasilitas aman yang melarang penggunaan ponsel dan perangkat elektronik lainnya."
Dia juga mengatakan kepada mereka bahwa ia "bekerja keras selama berjam-jam menulis dokumen rahasia untuk dibagikan kepada teman-temannya di server Discord", demikian dikutip AFP.
Setelahnya, dia mulai mengambil gambar beberapa dokumen dan membaginya ke dalam grup.
Salah satu sumber mengatakan OG mengatakan kepada anggota grup untuk tidak menyebarkan dokumen-dokumen tersebut. Dia juga mengklaim tak berniat menjadi whistleblower.
"[Seorang anggota grup] mengatakan bahwa dia bicara tentang Amerika Serikat dan khususnya penegak hukum dan komunitas intelijen, sebagai kekuatan jahat yang berusaha (untuk ) menekan warganya dan menjaga mereka dalam kegelapan. Dia mengoceh tentang 'penjangkauan pemerintah,'" demikian laporan Washington Post.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Penyebar Dokumen Rahasia AS Disebut Remaja Kerja di Pangkalan Militer
Gedung Pentagon. (SAUL LOEB / AFP)
Sejauh ini, Kementerian Pertahanan AS belum memberikan komentar atas permintaan tanggapan Reuters.
Pekan lalu, Kemhan AS membuka penyelidikan kriminal formal usai dokumen berlabel "Rahasia" dan "Sangat Rahasia", salah satunya mengenai rencana perang di Ukraina, bocor di jagat maya.
Insiden ini merebak sejak bulan lalu, saat puluhan dokumen itu beredar di sejumlah situs, mulai dari Discord dan 4Chan.
Namun, dokumen-dokumen ini baru menjadi sorotan setelah The New York Times memberitakan mengenai kebocoran itu dalam pemberitaan beberapa waktu lalu.
Banyak pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa beberapa dokumen itu asli dan pada awalnya dibagikan secara online tanpa diedit. Hingga kini, file rahasia itu masih belum diketahui kebenarannya.
Kebocoran ini sendiri sudah menyulut amarah sejumlah negara yang berkaitan dengan dokumen-dokumen rahasia itu, termasuk Ukraina.
Salah satu dokumen yang bocor mengungkap detail perang antara Rusia dan Ukraina. Pejabat senior Ukraina menyebut dokumen itu mengungkap informasi yang selama ini mereka rahasiakan dari Rusia.
"Soal kerentanan terkait kekurangan amunisi dan data medan perang," demikian kutipan dokumen itu.
Sejumlah besar dokumen sensitif itu juga memberikan penilaian soal kesiapan dan korban pertempuran Rusia-Ukraina, jadwal untuk pelatihan dan pengiriman peralatan, serta informasi taktis lainnya.
Selain soal konflik Rusia-Ukraina, sebagian dokumen juga membahas masalah-masalah terkait China, Timur Tengah, dan terorisme.
Amerika Serikat sejauh ini menyatakan tengah memburu pelaku yang membuat dokumen rahasia itu bocor di jagat maya. Walau masih misteri, AS saat ini fokus pada kemungkinan pelaku merupakan warga mereka sendiri.
Pada Rabu (12/4), Discord menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan penegak hukum.