Peneliti senior untuk studi Asia Tenggara dari lembaga think tank Council on Foreign Relation (CFR) Joshua Kurlantzick menilai Prabowo bisa saja memimpin negara secara otoriter jika menjadi presiden.
Prabowo, kata dia, memiliki hubungan dekat dengan seluruh angkatan bersenjata dan menampilkan dirinya sebagai pemimpin otokratis di masa lalu.
"Dia bisa menghancurkan demokrasi Indonesia dan memerintah seperti otoriter," tulis Kurlantzick.
Dwi Fungsi ABRI kembali?
Sementara itu, profesor politik Asia Tenggara dan masalah keamanan dari National War College di Washington, Zachary Abuza, menilai kondisi Indonesia kian buruk di bawah kepemimpinan Prabowo.
Mantan anggota militer yang menjadi pemimpin negara, lanjut dia, bisa menjadi tanda kembalinya masa kelam pemerintahan otoriter.
Dia lantas membandingkan masa Presiden saat ini Joko Widodo (Jokowi) yang dikelilingi banyak jenderal Angkatan Darat.
"[Dia] punya kecenderungan 'mengamankan' banyak masalah seperti pandemi (virus corona), tetapi keadaan bisa menjadi lebih buruk di bawah kepemimpinan Prabowo," kata Abuza.
Dia menduga Prabowo akan memasukkan para pensiunan militer untuk menjadi penasihat dan pejabat kabinetnya.
"Namun kekhawatiran yang lebih besar adalah bahwa ia akan mempercepat kembalinya militer," ujar Abuza.
Pada Oktober lalu, publik menyoroti pengesahan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan DPR.
Dalam UU itu, ASN boleh mengisi jabatan di lingkungan TNI dan Polri begitu juga sebaliknya.
Peneliti senior untuk studi Asia Tenggara dari lembaga think tank Council on Foreign Relation (CFR) Joshua Kurlantzick menilai Prabowo bisa saja memimpin negara secara otoriter jika menjadi presiden.
Prabowo, kata dia, memiliki hubungan dekat dengan seluruh angkatan bersenjata dan menampilkan dirinya sebagai pemimpin otokratis di masa lalu.
"Dia bisa menghancurkan demokrasi Indonesia dan memerintah seperti otoriter," tulis Kurlantzick.
Dwi Fungsi ABRI kembali?
Sementara itu, profesor politik Asia Tenggara dan masalah keamanan dari National War College di Washington, Zachary Abuza, menilai kondisi Indonesia kian buruk di bawah kepemimpinan Prabowo.
Mantan anggota militer yang menjadi pemimpin negara, lanjut dia, bisa menjadi tanda kembalinya masa kelam pemerintahan otoriter.
Dia lantas membandingkan masa Presiden saat ini Joko Widodo (Jokowi) yang dikelilingi banyak jenderal Angkatan Darat.
"[Dia] punya kecenderungan 'mengamankan' banyak masalah seperti pandemi (virus corona), tetapi keadaan bisa menjadi lebih buruk di bawah kepemimpinan Prabowo," kata Abuza.
Dia menduga Prabowo akan memasukkan para pensiunan militer untuk menjadi penasihat dan pejabat kabinetnya.
"Namun kekhawatiran yang lebih besar adalah bahwa ia akan mempercepat kembalinya militer," ujar Abuza.
Pada Oktober lalu, publik menyoroti pengesahan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan DPR.
Dalam UU itu, ASN boleh mengisi jabatan di lingkungan TNI dan Polri begitu juga sebaliknya.