CEO agensi HYBE, Bang Si Hyuk dirumorkan memiliki relasi dengan pendiri Dahn World, Ilchi Lee. Kedua pemimpin perusahaan tersebut dituduh menyebarkan ajaran kultusnya melalui sebuah video hingga konten dari beberapa grup band yang tergabung di agensi tersebut.
Namun manajemen BTS, BIGHIT Music langsung mengklarifikasi hal tersebut. BIGHIT menegaskan bahwa tuduhan boy group yang kini hiatus wajib militer tersebut dan kaitannya dengan Dahn World tak sepenuhnya benar.
Pihak manajemen pun tak segan untuk menyeret kasus itu ke ranah hukum jika ada pihak yang ingin mempermasalahkan hal tersebut.
"Kami ingin memberitahu Anda tentang status tindakan hukum yang diambil untuk melindungi anggota BTS dari pelanggaran terhadap hak-hak mereka[...]Kami ingin mengklarifikasi bahwa tuduhan baru-baru ini mengenai penimbunan, plagiarisme konsep, dan afiliasi dengan Dahn World atau aliran sesat adalah sepenuhnya salah," seperti ditulis BIGHIT dalam situs Weverse.
Sebab, gugatan tersebut menyatakan bahwa "tanpa sadar menjadi sasaran program intensif manipulasi psikologis, indoktrinasi, dan berbagai teknik reformasi pemikiran koersif yang dirancang untuk mendorong mereka menjadi murid Ilchi Lee dan mengabdikan diri untuk melayani dia dan 'visinya'," seperti dikutip dari CNN.
Setelah melalui serangkaian penolakan, kasus tersebut redup dan tidak cukup kuat untuk dilanjutkan oleh pihak pengadilan. Ini tak lepas dari pengaruh ratusan pengikut Dahn Yoga yang kerap membela perusahaan itu.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Berkembang ke pendidikan dan hiburan
Meskipun telah terdapat klarifikasi dari pihak manajemen, rumor yang menyebut bahwa keterlibatan boy group BTS dengan Dahn World dapat terlihat.
Ini karena, Dahn Yoga yang berubah nama menjadi Dahn World mengembangkan industrinya ke dunia Pendidikan hingga hiburan.
Keterlibatan Dahn World pada dunia pendidikan disebut terlihat dari sebuah universitas bernama Global Cyber University (GCU) di Korsel. Lee bahkan mengakui sebagai sang presiden dari universitas tersebut, seperti yang tertulis di media sosial X nya.
Terlebih, banyak artis dari agensi HYBE dirumorkan sempat mengemban pendidikan di GCU. Ini semakin memperkuat rumor yang ada.
Melihat hal demikian, Dahn World turut menanggapi rumor tersebut yang menyangkut sang pemimpin Ilchi Lee.
Dahn World merilis sebuah video di situs resminya dan mengenalkan diri sebagai 'perusahaan meditasi yang mengajarkan metode pelatihan mental dan fisik gaya asli Korea.'
"Dahn World terkait dengan Dangun dan filosofi pendiriannya di balik (negara). Ini adalah perusahaan nasional yang bertujuan untuk mempromosikan cita-cita kemanusiaan Dangun. Tapi itu bukan agama," termuat dalam Dahn World seperti dikutip Korea JoongAng Daily.
Mereka lanjut menegaskan bahwa 'kami tidak memaksa orang untuk percaya pada siapa pun.'
Hingga kini, rumor tersebut masih hangat dibicarakan oleh warganet di media sosial. Tak jarang dari pihak manajemen yang satu persatu mengklarifikasi dugaan tersebut demi memperbaiki citra artisnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sekte atau kultus Dahn World menggegerkan jagat dunia maya dan industri hiburan K-Pop di Korea Selatan.
Sebab, pemimpin agensi HYBE di Korea Selatan, Bang Si Hyuk dirumorkan terlibat dalam perjanjian dengan sekte tersebut.
Rumor yang telah meluas di media sosial itu berkembang hingga membuat masyarakat menanyai tentang kebenaran informasi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah fakta tentang Dahn World yang dirangkum CNNIndonesia.com:
CEO agensi HYBE, Bang Si Hyuk dirumorkan memiliki relasi dengan pendiri Dahn World, Ilchi Lee. Kedua pemimpin perusahaan tersebut dituduh menyebarkan ajaran kultusnya melalui sebuah video hingga konten dari beberapa grup band yang tergabung di agensi tersebut.
Namun manajemen BTS, BIGHIT Music langsung mengklarifikasi hal tersebut. BIGHIT menegaskan bahwa tuduhan boy group yang kini hiatus wajib militer tersebut dan kaitannya dengan Dahn World tak sepenuhnya benar.
Pihak manajemen pun tak segan untuk menyeret kasus itu ke ranah hukum jika ada pihak yang ingin mempermasalahkan hal tersebut.
"Kami ingin memberitahu Anda tentang status tindakan hukum yang diambil untuk melindungi anggota BTS dari pelanggaran terhadap hak-hak mereka[...]Kami ingin mengklarifikasi bahwa tuduhan baru-baru ini mengenai penimbunan, plagiarisme konsep, dan afiliasi dengan Dahn World atau aliran sesat adalah sepenuhnya salah," seperti ditulis BIGHIT dalam situs Weverse.
Sebab, gugatan tersebut menyatakan bahwa "tanpa sadar menjadi sasaran program intensif manipulasi psikologis, indoktrinasi, dan berbagai teknik reformasi pemikiran koersif yang dirancang untuk mendorong mereka menjadi murid Ilchi Lee dan mengabdikan diri untuk melayani dia dan 'visinya'," seperti dikutip dari CNN.
Setelah melalui serangkaian penolakan, kasus tersebut redup dan tidak cukup kuat untuk dilanjutkan oleh pihak pengadilan. Ini tak lepas dari pengaruh ratusan pengikut Dahn Yoga yang kerap membela perusahaan itu.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Fakta-fakta Sekte Dahn World di Korsel yang Bikin Geger Dunia K-pop
Foto ilustrasi. (iStockphoto/sqback)
Berkembang ke pendidikan dan hiburan
Meskipun telah terdapat klarifikasi dari pihak manajemen, rumor yang menyebut bahwa keterlibatan boy group BTS dengan Dahn World dapat terlihat.
Ini karena, Dahn Yoga yang berubah nama menjadi Dahn World mengembangkan industrinya ke dunia Pendidikan hingga hiburan.
Keterlibatan Dahn World pada dunia pendidikan disebut terlihat dari sebuah universitas bernama Global Cyber University (GCU) di Korsel. Lee bahkan mengakui sebagai sang presiden dari universitas tersebut, seperti yang tertulis di media sosial X nya.
Terlebih, banyak artis dari agensi HYBE dirumorkan sempat mengemban pendidikan di GCU. Ini semakin memperkuat rumor yang ada.
Melihat hal demikian, Dahn World turut menanggapi rumor tersebut yang menyangkut sang pemimpin Ilchi Lee.
Dahn World merilis sebuah video di situs resminya dan mengenalkan diri sebagai 'perusahaan meditasi yang mengajarkan metode pelatihan mental dan fisik gaya asli Korea.'
"Dahn World terkait dengan Dangun dan filosofi pendiriannya di balik (negara). Ini adalah perusahaan nasional yang bertujuan untuk mempromosikan cita-cita kemanusiaan Dangun. Tapi itu bukan agama," termuat dalam Dahn World seperti dikutip Korea JoongAng Daily.
Mereka lanjut menegaskan bahwa 'kami tidak memaksa orang untuk percaya pada siapa pun.'
Hingga kini, rumor tersebut masih hangat dibicarakan oleh warganet di media sosial. Tak jarang dari pihak manajemen yang satu persatu mengklarifikasi dugaan tersebut demi memperbaiki citra artisnya.