Isi Debat Capres AS Biden vs Trump: Isu Ekonomi hingga Agresi di Gaza
CNN Indonesia
Jumat, 28 Jun 2024 15:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Momen debat perdana duel Donald Trump dan Joe Biden menjelang Pilpres AS 2024. Foto: Getty Images via AFP/JUSTIN SULLIVAN
Jakarta, CNN Indonesia --
Debat perdana calon presidenAmerika Serikat2024, antara Joe Biden dari Partai Demokrat danDonald Trumpdari Partai Republik, telah berlangsung pada Kamis (27/6) pukul 8 malam waktu AS.
Kedua kandidat saling adu gagasan soal sejumlah topik, mulai dari isu ekonomi hingga politik di AS.
Adu gagasan keduanya pun berlangsung sengit, namun berjalan kondusif sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh CNN Atlanta selaku penyelenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut isi debat capres AS Biden vs Trump seperti yang dirangkum CNNIndonesia.com.
Pada isu ekonomi, moderator mengangkat beberapa topik mengenai tingkat inflasi di AS, laporan soal ketenagakerjaan dan tingkat pengangguran, dan penumpukan hutang Negeri Paman Sam.
Menanggapi beberapa pernyataan moderator, Presiden ke-46 AS Joe Biden menyatakan bahwa perekonomian AS berkembang pesat di masa kepemimpinannya.
Biden juga menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan jika ia terpilih lagi melanjutkan estafet kepemimpinan.
Pada sisi lain, Trump mengklaim perekonomian AS sedang terpuruk dan "berada dalam kekacauan total".
Presiden ke-45 itu juga menilai pertumbuhan lapangan kerja di masa Biden merupakan hasil "pantulan" setelah lockdown akibat pandemi COVID-19 yang menghancurkan perekonomian AS.
Selain itu, Biden turut mengatakan keterpurukan ekonomi dari pemerintahan Trump memberi dampak terhadap lonjakan inflasi selama ia menjabat. Trump pun langsung membalas dengan mengatakan "hampir tidak mewarisi inflasi," seperti dikutip CNN.
Kebijakan soal legalisasi aborsi tengah menuai konflik di tengah masyarakat AS.
Salah satu topik yang digarisbawahi oleh moderator dalam debat perdana ini, adalah kasus Roe vs Wade soal keputusan Mahkamah Agung AS terhadap perlindungan wanita hamil untuk menjalani aborsi.
Sebagai kandidat yang pertama diberi kesempatan berkomentar, Trump mengatakan tidak akan memblokir pengobatan aborsi jika terpilih menjadi presiden AS. Trump pun setuju terhadap keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini tentang penggunaan pil aborsi.
Namun, pernyataan Trump justru berlawanan dengan apa yang telah ia sampaikan pada November lalu, dalam rangkaian kampanye soal pembatasan akses aborsi.
Beda dengan Trump, Biden menilai pernyataan Trump yang menempatkan isu aborsi sebagai kewenangan negara adalah hal yang buruk.
Dia kemudian lanjut memperingatkan sejumlah negara bagian AS yang memutuskan undang-undang aborsi.
"Gagasan bahwa negara dapat melakukan hal ini seperti mengatakan kita akan mengembalikan hak-hak sipil ke negara bagian," ujar Biden.
Krisis perbatasan
Isu imigrasi merupakan topik utama dalam debat yang berlangsung hari ini. Moderator pun mengajukan beberapa pertanyaan terkait krisis perbatasan yang kerap terjadi di AS.
Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya telah bekerja keras untuk mendapatkan perjanjian perbatasan bipartisan dengan Kongres. Ia turut mengecam tindakan Trump yang berkaitan dengan kebijakan imigrasi selama masa kepemimpinannya.
"Kita berada dalam situasi di mana ketika dia menjadi presiden, dia mengambil - memisahkan - bayi dari ibu mereka, memasukkan mereka ke dalam kandang, memastikan bahwa mereka adalah keluarga yang terpisah. Itu bukan cara yang tepat," ucap Biden.
Lanjut ke halaman berikutnya...
Menanggapi hal itu, eks presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa menjelang akhir masa jabatan, Negeri Paman Sam memiliki "perbatasan teraman dalam sejarah".
Trump kemudian lanjut menyerang dan menilai kebijakan perbatasan di masa pemerintahan Biden menjadi yang terburuk sepanjang sejarah AS.
"Sekarang kita mempunyai perbatasan terburuk dalam sejarah. Belum pernah ada kejadian seperti ini, dan orang-orang sekarat di mana-mana," kata Trump.
Presiden ke-45 AS itu juga menyatakan tingkat kejahatan di negara tersebut kian meningkat akibat kebijakan imigran di masa pemerintahan Biden.
"Mereka membunuh orang-orang kami di New York dan California dan setiap negara bagian karena kami tidak lagi memiliki perbatasan," ujar Trump.
Isu agresi Israel di Jalur Gaza juga menjadi topik yang diangkat dalam debat perdana Trump vs Biden.
Moderator Dana Bash menanyakan kepada Trump soal dukungan dia terhadap pembentukan negara Palestina, guna menyokong perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Trump lantas hanya merespons dengan mengatakan, "Saya harus melihatnya."
Di sisi lain, Presiden ke-46 Joe Biden mendapat pertanyaan soal langkah untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina ketika ia terpilih menjadi presiden.
Biden lantas menyatakan bahwa AS telah membuat serangkaian rencana yang mencakup pertukaran sandera sampai gencatan senjata. Namun ia menilai bahwa kelompok milisi Hamas masih belum bisa menerima proposal tersebut.
"Satu-satunya yang ingin perang terus berlanjut adalah Hamas. Kami masih berusaha keras agar mereka menerima," kata Biden.
Melawan pendapat Biden, Trump justru menyerang pernyataan tersebut dengan menyebut Biden menjadi salah satu bagian dari warga Palestina.
"Dia menjadi seperti orang Palestina, tapi mereka tidak menyukainya karena dia orang Palestina yang sangat buruk, dia orang yang lemah," ungkap Trump.
Perang Rusia-Ukraina
Perang Rusia-Ukraina turut menjadi topik hangat yang diangkat dalam debat capres AS 2024 hari ini.
Saat ditanya moderator soal persyaratan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, Trump kemudian menegaskan bahwa ia menolak hal tersebut.
"Tidak, hal itu tidak dapat diterima," ujar Trump.
Dia lanjut menyatakan perang tidak akan terjadi jika Trump menjadi kepala negara adidaya tersebut.
"Rusia tidak akan pernah menyerang jika saya menjadi presidennya,"
Melihat tanggapan Trump, Biden turut membalas pernyataan presiden ke-45 itu dengan membiarkan sikap Trump yang ingin memulai perang.
"Anda menginginkan Perang Dunia III, biarkan dia menang," timpal Biden.
Sebelumnya, Biden telah menjelaskan berbagai dampak dan realita perang Rusia-Ukraina di awal debat. Ia pun menyebut Putin sebagai "penjahat perang."
Kedua kandidat kemudian berjanji ingin menuntaskan konflik yang telah berlarut lama tersebut.
Jakarta, CNN Indonesia --
Debat perdana calon presidenAmerika Serikat2024, antara Joe Biden dari Partai Demokrat danDonald Trumpdari Partai Republik, telah berlangsung pada Kamis (27/6) pukul 8 malam waktu AS.
Kedua kandidat saling adu gagasan soal sejumlah topik, mulai dari isu ekonomi hingga politik di AS.
Adu gagasan keduanya pun berlangsung sengit, namun berjalan kondusif sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh CNN Atlanta selaku penyelenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut isi debat capres AS Biden vs Trump seperti yang dirangkum CNNIndonesia.com.
Pada isu ekonomi, moderator mengangkat beberapa topik mengenai tingkat inflasi di AS, laporan soal ketenagakerjaan dan tingkat pengangguran, dan penumpukan hutang Negeri Paman Sam.
Menanggapi beberapa pernyataan moderator, Presiden ke-46 AS Joe Biden menyatakan bahwa perekonomian AS berkembang pesat di masa kepemimpinannya.
Biden juga menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan jika ia terpilih lagi melanjutkan estafet kepemimpinan.
Pada sisi lain, Trump mengklaim perekonomian AS sedang terpuruk dan "berada dalam kekacauan total".
Presiden ke-45 itu juga menilai pertumbuhan lapangan kerja di masa Biden merupakan hasil "pantulan" setelah lockdown akibat pandemi COVID-19 yang menghancurkan perekonomian AS.
Selain itu, Biden turut mengatakan keterpurukan ekonomi dari pemerintahan Trump memberi dampak terhadap lonjakan inflasi selama ia menjabat. Trump pun langsung membalas dengan mengatakan "hampir tidak mewarisi inflasi," seperti dikutip CNN.
Kebijakan soal legalisasi aborsi tengah menuai konflik di tengah masyarakat AS.
Salah satu topik yang digarisbawahi oleh moderator dalam debat perdana ini, adalah kasus Roe vs Wade soal keputusan Mahkamah Agung AS terhadap perlindungan wanita hamil untuk menjalani aborsi.
Sebagai kandidat yang pertama diberi kesempatan berkomentar, Trump mengatakan tidak akan memblokir pengobatan aborsi jika terpilih menjadi presiden AS. Trump pun setuju terhadap keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini tentang penggunaan pil aborsi.
Namun, pernyataan Trump justru berlawanan dengan apa yang telah ia sampaikan pada November lalu, dalam rangkaian kampanye soal pembatasan akses aborsi.
Beda dengan Trump, Biden menilai pernyataan Trump yang menempatkan isu aborsi sebagai kewenangan negara adalah hal yang buruk.
Dia kemudian lanjut memperingatkan sejumlah negara bagian AS yang memutuskan undang-undang aborsi.
"Gagasan bahwa negara dapat melakukan hal ini seperti mengatakan kita akan mengembalikan hak-hak sipil ke negara bagian," ujar Biden.
Krisis perbatasan
Isu imigrasi merupakan topik utama dalam debat yang berlangsung hari ini. Moderator pun mengajukan beberapa pertanyaan terkait krisis perbatasan yang kerap terjadi di AS.
Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya telah bekerja keras untuk mendapatkan perjanjian perbatasan bipartisan dengan Kongres. Ia turut mengecam tindakan Trump yang berkaitan dengan kebijakan imigrasi selama masa kepemimpinannya.
"Kita berada dalam situasi di mana ketika dia menjadi presiden, dia mengambil - memisahkan - bayi dari ibu mereka, memasukkan mereka ke dalam kandang, memastikan bahwa mereka adalah keluarga yang terpisah. Itu bukan cara yang tepat," ucap Biden.
Lanjut ke halaman berikutnya...
Beda Pandangan Trump vs Biden soal Perang Gaza hingga Invasi di Ukraina
Trump dan Biden saling adu gagasan di debat perdana Pilpres AS 2024. Foto: Angela Weiss and SAUL LOEB / AFP
Menanggapi hal itu, eks presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa menjelang akhir masa jabatan, Negeri Paman Sam memiliki "perbatasan teraman dalam sejarah".
Trump kemudian lanjut menyerang dan menilai kebijakan perbatasan di masa pemerintahan Biden menjadi yang terburuk sepanjang sejarah AS.
"Sekarang kita mempunyai perbatasan terburuk dalam sejarah. Belum pernah ada kejadian seperti ini, dan orang-orang sekarat di mana-mana," kata Trump.
Presiden ke-45 AS itu juga menyatakan tingkat kejahatan di negara tersebut kian meningkat akibat kebijakan imigran di masa pemerintahan Biden.
"Mereka membunuh orang-orang kami di New York dan California dan setiap negara bagian karena kami tidak lagi memiliki perbatasan," ujar Trump.
Isu agresi Israel di Jalur Gaza juga menjadi topik yang diangkat dalam debat perdana Trump vs Biden.
Moderator Dana Bash menanyakan kepada Trump soal dukungan dia terhadap pembentukan negara Palestina, guna menyokong perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Trump lantas hanya merespons dengan mengatakan, "Saya harus melihatnya."
Di sisi lain, Presiden ke-46 Joe Biden mendapat pertanyaan soal langkah untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina ketika ia terpilih menjadi presiden.
Biden lantas menyatakan bahwa AS telah membuat serangkaian rencana yang mencakup pertukaran sandera sampai gencatan senjata. Namun ia menilai bahwa kelompok milisi Hamas masih belum bisa menerima proposal tersebut.
"Satu-satunya yang ingin perang terus berlanjut adalah Hamas. Kami masih berusaha keras agar mereka menerima," kata Biden.
Melawan pendapat Biden, Trump justru menyerang pernyataan tersebut dengan menyebut Biden menjadi salah satu bagian dari warga Palestina.
"Dia menjadi seperti orang Palestina, tapi mereka tidak menyukainya karena dia orang Palestina yang sangat buruk, dia orang yang lemah," ungkap Trump.
Perang Rusia-Ukraina
Perang Rusia-Ukraina turut menjadi topik hangat yang diangkat dalam debat capres AS 2024 hari ini.
Saat ditanya moderator soal persyaratan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, Trump kemudian menegaskan bahwa ia menolak hal tersebut.
"Tidak, hal itu tidak dapat diterima," ujar Trump.
Dia lanjut menyatakan perang tidak akan terjadi jika Trump menjadi kepala negara adidaya tersebut.
"Rusia tidak akan pernah menyerang jika saya menjadi presidennya,"