Jakarta, CNN Indonesia -- United States Agency for International Development (USAID) menjadi perhatian dunia usai Presiden Donald Trump menutup badan ini sebagai bagian dari pemangkasan bantuan luar negeri Amerika Serikat.
USAID menyalurkan miliaran dolar ke organisasi atau lembaga untuk berbagai proyek di seluruh dunia. Proyek itu biasanya mencakup pendidikan, kesehatan, keamanan, demokrasi, bantuan kemanusiaan, dan upaya mengentaskan kemiskinan.
Badan ini telah membantu 130 negara terutama negara-negara yang rentan dalam konflik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar negara yang menerima bantuan USAID terbesar:
1. Ukraina
Pada 2023, USAID mencairkan US$72 miliar tu sekitar Rp1.134 triliun. Dari jumlah ini, sekitar US$16 miliar dikirim ke negara pimpinan Volodymyr Zelensky.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, AS gencar menggelontorkan bantuan miliaran dolar ke negara itu.
2. Ethiopia
Negara selanjutnya yang menerima bantuan dalam jumlah besar dari USAID adalah Ethiopia senilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp25 triliun.
Ethiopia dalam beberapa tahun terakhir dilanda kekacauan. Pada 2021, negara ini menerapkan darurat nasional usai kelompok pemberontak berusaha merebut kekuasaan.
Di tahun sebelumnya, kelompok pemberontak adu tembak dengan militer. Imbas konflik tersebut, 400 orang terjerumus dalam kelaparan, ribuan warga sipil tewas, dan 2,5 juta meninggalkan rumah.
3. Afghanistan
USAID juga menggelontorkan bantuan besar ke Afghanistan dengan nilai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun pada 2023.
Afghanistan berada dalam situasi yang memprihatinkan usai Taliban mengkudeta pemerintahan sah pada Agustus 2021.
Taliban membatasi ruang gerak perempuan termasuk pendidikan, pekerjaan, dan mobilitas.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Daftar 7 Negara yang Paling Banyak Terima Bantuan USAID
USAID ditutup Presiden AS Donald Trump. (AFP/MANDEL NGAN)
4. Somalia
USAID juga mengucurkan dana dengan jumlah yang sama seperti Afghanistan.
Beberapa tahun terakhir pertempuran meningkat di sejumlah wilayah di Somalia. Imbas kekacauan itu, ratusan orang menjadi korban dan hampir 650 ribu mengungsi.
Laporan Human Rights Watch (HRW) menyebut setidaknya, 4,3 juta orang sangat membutuhkan bantuan pangan.
5. Yordania
Yordania juga menerima bantuan sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun pada 2023.
Di negara ini, USAID bekerja sama dengan pemerintah Yordania untuk mengembangkan ekonomi, keamanan air, dan pendidikan.
6. Kongo
USAID juga menggelontorkan bantuan ke Kongo hingga US$740 juta atau sekitar Rp11 triliun pada 2023.
Kongo dilanda kekerasan sejak lama karena rebutan kekuasaan dan sumber daya mineral antara kelompok pemberontak dan militer.
7. Suriah
USAID juga menggelontorkan bantuan ke Suriah sebesar US$740 juta atau sekitar Rp11 triliun pada 2023.
Di waktu itu, Suriah masih di bawah pemerintahan yang diktator Bashar Al Assad. Di periode dia, kemiskinan meningkat dan kondisi kesehatan memprihatinkan.
USAID di Suriah membantu menyediakan bantuan kemanusiaan, mendukung ekonomi Suriah, akses ke layanan esensial, dukungan sanitasi, hingga membantu warga terbebas dari ISIS.