Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Emirat Arab kembali menggegerkan dunia dengan rencana gila proyek arsitektur futuristiknya.
Kali ini, UEA berencana membangun "Therme Dubai - Islands in the Sky", sebuah resor kesehatan yang menjulang setinggi 100 meter di atas tanah dengan konsep pulau-pulau 'terapung di langit'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek ambisius ini digarap oleh Therme Group, pengembang global yang dikenal dengan resor kesejahteraan modernnya.
Struktur bangunan spektakuler ini akan berdiri di Zabeel Park, dekat dengan Istana Kerajaan Dubai, dan dirancang untuk menjadi landmark baru yang menggabungkan keindahan alam, teknologi canggih, dan konsep keberlanjutan.
Therme Dubai Islands in the Sky akan memiliki taman botani terapung, kolam berundak yang diisi air mineral dan termal yang menenangkan, serta berbagai ruang untuk acara budaya dan sosial.
Oasis di langit
Elizabeth Diller selaku pendiri firma arsitektur Diller Scofidio + Renfro (DS+R) yang mendesain proyek ini, menggambarkan konsep bangunan sebagai 'oasis di langit'.
"Setiap pulau adalah platform untuk kolam termal, dek, serta vegetasi hijau di dalam dan luar ruangan. Masing-masing memiliki atmosfer unik dan menghadap ke panorama dramatis cakrawala Dubai," ujar Diller.
Resor ini juga akan menawarkan pengalaman unik, dari sauna dengan suhu tinggi, ruang uap, hingga kolam mineral dingin yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara relaksasi dan stimulasi tubuh.
Pada siang hari, tempat ini akan menjadi tempat meditasi dan relaksasi, sementara pada malam hari akan berubah menjadi pusat hiburan dengan musik, pertunjukan seni, dan berbagai acara eksklusif.
Therme Group mengklaim proyek ini akan mengusung konsep ramah lingkungan, dengan teknologi yang mampu mendaur ulang 90 persen air yang digunakan di kolam termal.
Selain itu, 80 persen kebutuhan udara segar dan pendinginan akan dipenuhi melalui sumber energi bersih. Rencana itu menjadikannya salah satu proyek paling berkelanjutan di dunia.
"Dubai adalah kota yang memahami bahwa masa depan harus dibangun dengan kesejahteraan sebagai inti. Therme Dubai - Islands in the Sky akan menjadi model global tentang bagaimana ambisi dan keahlian dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa,"ujar pendiri dan CEO Therme Group, Robert Hanea.
Pembangunan Therme Dubai - Islands in the Sky dijadwalkan dimulai pada 2026 dan diperkirakan selesai pada 2028.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Target raup pelancong dunia
Rancangan Ciel Tower Dubai. (Courtesy of norr.com)
Dikutip dari CNN, proyek ini merupakan bagian dari serangkaian pembangunan besar di Dubai yang akan menarik perhatian wisatawan dalam beberapa tahun mendatang.
Di waktu yang bersamaan, Dubai juga tengah membangun Burj Azizi, yang akan menjadi pencakar langit tertinggi kedua di dunia dengan ketinggian 725 meter.
Selain itu, Ciel Dubai Marina, yang akan menjadi hotel tertinggi di dunia, juga dijadwalkan dibuka tahun ini dengan 1.000 kamar dan suite yang tersebar di 82 lantai.
Dengan proyek-proyek spektakuler ini, Dubai semakin menegaskan posisinya sebagai pusat arsitektur futuristik dan destinasi wisata kelas dunia.
Therme Dubai - Islands in the Sky diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang mencari pengalaman mewah, inovatif, dan berkelanjutan di jantung Timur Tengah.