Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan sederet manuver terbaru untuk Amerika Serikat seperti mengancam pejabat federal jika menolak kebijakan dia hingga ngotot mau kuasai Greenland dan Terusan Panama.
Sejak dilantik, Trump telah menandatangani beberapa perintah eksekutif seperti menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Iklim Paris, memecat staf USAID, hingga hanya mengakui dua gender.
Rangkaian perintah eksekutif itu memicu kecaman dari berbagai pihak termasuk warga AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut manuver terbaru Trump di periode kedua pimpin AS:
Akan tutup Kementerian Pendidikan
Sebuah memo yang bocor mengungkap Trump berencana membubarkan Kementerian Pendidikan melalui perintah eksekutif dalam Waktu dekat.
Memo yang bocor itu pertama kali diungkap media local Federal News.
"Kementerian sedang bersiap memberi tahu para pegawai bahwa Presiden Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif berjudul 'Penghapusan Kementerian Pendidikan'," demikian memo tersebut.
Memo itu juga mengungkap Staf Kementerian Pendidikan aktif mempersiapkan pembubaran lembaga tersebut.
Sejak kampanye Trump memang ingin membubarkan Kementerian Pendidikan dan mengalihkan lembaga itu ke negara bagian.
Setop bagi informasi ke Ukraina
Direktur Badan Intelijen (CIA) John Ratcliffe mengatakan AS menghentikan sementara pembagian informasi intelijen dengan Ukraina.
Ratcliffe menyebut penghentian sementara pembagian informasi ini terjadi karena Ukraina ngotot ingin mengalahkan invasi Rusia.
"Presiden Trump punya pertanyaan nyata soal apakah Presiden Zelensky berkomitmen dalam proses perdamaian," kata dia, dikutip AFP, Rabu (5/3).
Langkah ini muncul usai Trump dan Presiden Volodymyr Zelensky cekcok soal nasib perang Rusia-Ukraina.
Trump menawarkan perdamaian,tetapi tak bisa menjamin wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia bisa kembali. Zelensky menolak keras, lalu mereka adu mulut.
Berlanjut ke sebelah...
Ultimatum Hamas hingga Ancam Pecat Pejabat dan PNS
Sederet kontroversi kebijakan Trump di periode kedua jadi presiden AS. Foto: Getty Images via AFP/WIN MCNAMEE
Ultimatum Hamas
Trump mewanti-wanti Hamas untuk menyerahkan sandera atau membuat Gaza seperti negara.
Dia menyebut peringatan itu merupakan yang terakhir kali sebelum ada tindakan lebih lanjut.
"Kepada rakyat Gaza: Masa Depan yang indah menanti, tetapi tidak jika Anda tetap menyandera. Jika Anda melakukannya, Anda MATI! Ambil keputusan yang CERDAS."
"BEBASKAN SANDERA SEKARANG, ATAU AKAN ADA NERAKA YANG HARUS DIBAYAR NANTI!" tulis Trump dalam postingan di platform Truth Social.
Dia juga menyebut tak ada satu pun anggota Hamas yang akan aman jika mereka tak mematuhi seruan tersebut.
Ngotot mau rebut Greenland dan Terusan Panama
Saat pidato di hadapan Kongres pada Selasa (4/3), Trump ngotot ingin menguasai Greenland dan Terusan Panama.
"Kami akan menjaga kalian tetap aman, kami akan bikin kalian kaya," kata dia, dikutip Reuters.
Seminggu jelang dilantik, Trump sesumbar ingin menguasai Greenland dan Terusan Panama. Pernyataan ini sontak mendapat penolakan dari berbagai pihak.
Ancam pecat pejabat dan PNS
Dalam pidato tersebut, Trump juga mengancam akan memecat pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) yang menentang kebijakan dia.
Trump berceloteh ingin mengembalikan Amerika Serikat menjadi negara demokrasi dengan cara merebut kekuasaan dari birokrasi yang tak becus.
"Setiap birokrat federal yang menolak perubahan ini akan segera dicopot dari jabatannya," kata Trump.