Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan sederet kebijakan yang membuat murka banyak negara.
Kebijakan itu di antaranya perang dagang AS; upaya damai perang Rusia-Ukraina; rencana imperialis mencaplok Greenland, Kanada, dan Terusan Panama; hingga proposal Trump soal Gaza.
Gagasan-gagasan itu memicu kecaman dari komunitas internasional termasuk warga Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar negara yang murka dengan kebijakan Trump.
China
Kedutaan Besar China di AS mewanti-wanti pemerintahan Trump.
Kedubes China menyatakan siap menghadapi perang apapun dengan AS termasuk perang dagang yang dilakukan Trump.
"Jika perang adalah yang diinginkan AS, entah itu perang tarif, perang dagang, atau bentuk perang lain, kami siap bertarung hingga akhir," demikian pernyataan Kedubes China, Kamis (6/3).
Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga menyatakan akan melawan perang dagang AS.
Wang Yi menyampaikan sindiran itu saat konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan China, hari ini, Jumat (7/3).
"Jika satu pihak secara membabi buta memberi tekanan, China akan dengan tegas melawan," kata Wang Yi, dikutip Reuters.
Dia lalu berujar, "[AS] tidak boleh membalas kebaikan dengan keluhan, apalagi mengenakan tarif impor tanpa alasan."
Kanada
Kanada juga marah dengan kebijakan Trump. Di bawah dia, AS menerapkan tarif impor hingga 25 persen untuk Kanada.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengutip laporan Wall Street Journal untuk mengkritik Trump.
"Bukan kebiasaan saya setuju dengan Wall Street Journal. Tetapi Donald, mereka menunjukkan meski Anda orang sangat pintar, ini adalah tindakan yang sangat bodoh untuk dilakukan," ujar Trudeau.
Dia memastikan akan segera membalas perang dagang AS.
Kemarahan Kanada juga tercermin dari warganya yang ramai-ramai memboikot produk AS.
Meksiko
Meksiko juga terdampak tarif tinggi yang dikenakan AS ke negara itu sebesar 25 persen.
Trump juga sempat menyebut pemerintah Meksiko bekerja sama dengan kartel narkoba, dilansir dari the Guardian.
"Kami dengan tegas menolak klaim fitnah Gedung Putih bahwa pemerintah Meksiko punya aliansi dengan organisasi kriminal, serta segala upaya untuk campur tangan di wilayah kami," tulis Sheinbaum di X.
Dia balik menuding pabrik senjata Amerika Serikat lah yang bisa jadi punya aliansi dengan kartel narkoba.
Soal tarif impor tinggi, Sheinbaum menawarkan negosiasi dengan Trump.
Dalam percakapan telepon pada Kamis, dia bersumpah akan mengatasi masalah keamanan di perbatasan, sementara AS melonggarkan tarif untuk Meksiko, demikian dikutip Reuters.
AS hingga kini masih menunda kepastian tarif untuk Meksiko dan Kanada
Bersambung ke halaman berikutnya...
Daftar Negara yang Marah dengan Kebijakan Donald Trump
Ilustrasi bendera Denmark. ( torben7400/Pixabay)
Denmark
Denmark ikut berang dengan rencana Trump yang ingin menguasai wilayah kekuasaan negara itu di Pulau Greenland.
Sejak sebelum dilantik, Trump sesumbar ingin mencaplok Greenland.
Dalam pidato di hadapan kongres, dia juga mengatakan warga di Greenland akan kaya jika bergabung dengan AS.
Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan dia dan warganya menolak bergabung dengan AS.
"Kami tak mau jadi orang Amerika atau Denmark. Kami adalah orang Greenland. Orang-orang Amerika beserta pemimpin mereka harus paham itu," kata Egede.
"Kami tak dijual dan tak bisa diambil. Masa depan kami ditentukan kami," imbuh dia.
Panama
Tak cuma Greenland dan Kanada, Trump juga ingin mencaplok Terusan Panama.
Panama lalu mengadu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal rencana imperialis Trump.
Dalam surat yang dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Februari, pemerintah Panama mengutip Piagam PBB.
"[Piagam PBB melarang anggota mana pun] dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas atau kemerdekaan politik negara lain," demikian isi surat tersebut.
Surat tersebut juga mendesak Guterres merujuk masalah itu ke Dewan Keamanan PBB.
Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky murka dengan Trump soal upaya damai perang di Eropa Timur itu.
Pekan lalu, Zelensky dan Trump terlibat cekcok. Trump menawarkan perdamaian, tetapi tak bisa menjamin wilayah yang dicaplok Rusia kembali ke Ukraina.
Zelensky murka dan menegaskan soal kedaulatan harus mendapat persetujuan rakyat.
Duta Besar Ukraina untuk Inggris Valery Zaluzhny menyebut AS sedang menghancurkan tatanan dunia dengan mengubah kebijakan terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Dia juga memperingatkan Rusia bisa menjadikan Eropa sebagai target berikutnya.