Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan alasan RI bersedia melakukan evakuasi seribu warga Palestina dari Jalur Gaza.
Prabowo sebelumnya melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (8/4) dini hari menyatakan perlu meminta persetujuan lima negara Arab untuk mengevakuasi warga Gaza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara itu antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania. Kelima negara itu akan dikunjungi Prabowo.
"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut," kata Prabowo yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden Rabu dini hari (9/4).
Prabowo menjelaskan ia sengaja datang langsung ke negara-negara di kawasan Timur Tengah itu untuk berkonsultasi dengan pemimpin negara masing-masing sebab dirinya terus mendapatkan telepon dan menerima utusan yang menanyakan kesiapan Indonesia untuk membantu warga Gaza.
"Ini sesuatu yang rumit, yang tidak ringan, tetapi komitmen Indonesia dalam mendukung keselamatan rakyat Palestina, mendukung kemerdekaan Palestina, saya kira mendorong Pemerintah Indonesia untuk berperan lebih aktif," kata Prabowo.
Ia mengungkapkan alasan bahwa rencana evakuasi itu juga untuk menindaklanjuti permintaan komunitas internasional yang menilai Indonesia perlu berperan lebih aktif lagi, mengingat Indonesia merupakan negara non-blok, dan negara dengan populasi muslim terbesar dunia.
"Indonesia dianggap bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai. Saya kira posisi ini membuat kita memang memiliki tanggung jawab, karena itu saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak untuk berperan, kami siap berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia," ucap Prabowo.
Walaupun demikian, rencana evakuasi itu masih akan dibahas lebih lanjut dengan Pemerintah Palestina. Prabowo pun mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono untuk berdiskusi dengan pihak Palestina.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Bantuan RI untuk Gaza
Warga Gaza mengantre bantuan kemanusiaan. (REUTERS/Mahmoud Issa)
Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus menggelontorkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Salah satunya adalah pengerahan kapal rumah sakit KRI Dr Radjiman Wedyodiningrat untuk sandar selama beberapa bulan di El Arish, dan merawat warga Gaza yang menjadi korban-korban genosida Israel.
Indonesia juga terus mengerahkan tim dokter dan tenaga kesehatan lainnya ke Rafah, Gaza, untuk memberikan layanan kesehatan di rumah sakit lapangan milik Uni Emirat Arab, dan di rumah sakit terapung juga milik UEA di El Arish, Mesir.
Dokter-dokter dan tenaga kesehatan yang saat ini bekerja merawat pasien di Gaza dan El Arish itu merupakan prajurit-prajurit TNI dari Korps Kesehatan tiga matra TNI.
"Kita juga sudah kirim tim medis yang terus bekerja di dalam Gaza. Kondisi cukup berbahaya. Rumah sakit tempat kita (dokter-dokter Indonesia) sering ditembaki. Kita bersyukur, saya terima kasih kepada prajurit kita dari Kesehatan TNI yang bekerja di situ," kata Presiden.
Prabowo mengatakan rencana evakuasi gelombang pertama akan mengangkut sekitar 1.000 warga Palestina menggunakan pesawat.
"Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama," ujarnya.
Prabowo bertolak ke Timur Tengah dengan pesawat Kepresidenan PK-GRD yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 01.00 WIB Rabu dini hari (9/4).
Dalam rombongan itu, ada Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden beserta rombongan dijadwalkan tiba di Abu Dhabi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.