Daftar Negara yang Tak Takut Balas Kenaikan Tarif Impor Trump
Kanada
Kanada juga mengikuti langkah China dengan menerapkan tarif balik untuk produk-produk AS. Kanada menyasar kendaraan dan onderdil buatan AS.
Kanada mengenakan 25 persen tarif untuk produk otomotif AS, besaran yang sama dengan yang diterapkan AS kepada barang-barang Kanada seperti baja dan aluminium.
AS menghajar tarif 25 persen ke Kanada sebagai desakan agar Ottawa segera mengatasi masalah fentanil yang masuk ke AS dari negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama seperti China, Kanada saat ini juga menjadi salah satu negara yang tetap dikenakan pajak impor di saat yang lain ditunda. Kanada, dan Meksiko, bahkan menerima tambahan tarif baru sebesar 10 persen untuk produk seperti energi dan kalium.
Uni Eropa
Dua puluh tujuh negara anggota Uni Eropa sepakat menerapkan tarif balasan terhadap produk-produk AS seperti kacang kedelai, sepeda motor, dan jus jeruk yang senilai hampir €21 miliar.
Tarif balasan ini dikenakan lantaran UE menganggap tarif Trump pada mereka "tak dapat dibenarkan dan merugikan."
"Uni Eropa menganggap tarif AS tidak dapat dibenarkan dan merugikan yang menyebabkan kerugian ekonomi bagi kedua belah pihak serta ekonomi global. Uni Eropa telah menyatakan preferensi yang jelas untuk bernegosiasi dengan AS yang hasilnya adil dan sama-sama menguntungkan," demikian pernyataan Uni Eropa, seperti dikutip Politico.
Uni Eropa menyatakan tarif balasan ini akan diterapkan dalam tiga fase. Fase pertama, UE akan menerapkan tarif untuk perdagangan senilai €3.9 miliar. Fase ini berlaku mulai Selasa, 15 April, minggu depan.
Fase kedua, UE akan patok pajak pada perdagangan dengan nilai tambahan €13,5 miliar. Fase kedua akan berlaku mulai pertengahan Mei.
Fase terakhir, berlaku pada bulan Desember, yakni patokan tarif untuk produk dengan tambahan nilai €3,5 miliar.
Trump mengenakan tarif sebesar 20 persen untuk produk-produk impor dari Uni Eropa. Meski begitu, penerapan tarif ini ditunda selama 90 hari demi membuka ruang negosiasi. Trump saat ini hanya menarik pajak 10 persen secara universal.
(isa/bac)Tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menuai beragam reaksi dari berbagai negara.
Ada yang membujuk Trump agar tak dicekik, ada pula yang terang-terangan melawan.
Dari 60 negara yang dijerat pajak, hanya segelintir negara yang melakukan perlawanan, yakni menjerat balik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara itu antara lain China, Kanada, hingga Uni Eropa.
China
China telah menyatakan bakal membalas AS atas pungutan pajak yang dikenakan terhadap produk-produk Beijing.
Pada mulanya, China membalas tarif impor yang sama besar dengan yang dikenakan AS pada Rabu (2/4), yakni 34 persen. Namun, Trump tak mau kalah. Ia menaikkan lagi tarif impor untuk China jadi 50 persen pada Senin (7/4).
Sehari kemudian, Trump kembali menaikkan bea masuk untuk barang-barang China hingga 104 persen. Tarif ini berlaku pada hari pertama Trump menerapkan tarif resiprokal atau timbal balik.
Merespons ini, Negeri Tirai Bambu kembali melipatgandakan perlawanan dengan menambah tarif balasan menjadi 84 persen.
Trump yang kepalang dongkol karena China terus melawan akhirnya menaikkan gila-gilaan tarif impor untuk China menjadi 125 persen.
"Karena kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China kepada pasar dunia, dengan ini saya menaikkan tarif yang dikenakan ke China oleh Amerika Serikat menjadi 125 persen, berlaku segera," kata Trump via Instagram.
"Suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, China akan menyadari bahwa hari-hari menipu AS dan negara-negara lain tidak lagi berkelanjutan atau dapat diterima," sambungnya.
Selain meninggikan tarif, China sementara itu juga mengadu ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Beijing melayangkan tuntutan terhadap AS terkait penerapan tarif Trump yang dianggap berpotensi mengacaukan perdagangan global.
Pada Rabu (9/4), Trump memutuskan menunda penerapan tarif resiprokal sejumlah negara usai menuai beragam reaksi. Kendati begitu, pemberlakuan tarif tetap berjalan sesuai rencana bagi produk-produk dari China.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Daftar Negara yang Tak Takut Balas Kenaikan Tarif Impor Trump
Sama dengan China, Kanada membalas kenaikan tarif impor Donald Trump. (Wikimedia Commons/Tony Webster)
Kanada
Kanada juga mengikuti langkah China dengan menerapkan tarif balik untuk produk-produk AS. Kanada menyasar kendaraan dan onderdil buatan AS.
Kanada mengenakan 25 persen tarif untuk produk otomotif AS, besaran yang sama dengan yang diterapkan AS kepada barang-barang Kanada seperti baja dan aluminium.
AS menghajar tarif 25 persen ke Kanada sebagai desakan agar Ottawa segera mengatasi masalah fentanil yang masuk ke AS dari negara itu.
Sama seperti China, Kanada saat ini juga menjadi salah satu negara yang tetap dikenakan pajak impor di saat yang lain ditunda. Kanada, dan Meksiko, bahkan menerima tambahan tarif baru sebesar 10 persen untuk produk seperti energi dan kalium.
Uni Eropa
Dua puluh tujuh negara anggota Uni Eropa sepakat menerapkan tarif balasan terhadap produk-produk AS seperti kacang kedelai, sepeda motor, dan jus jeruk yang senilai hampir €21 miliar.
Tarif balasan ini dikenakan lantaran UE menganggap tarif Trump pada mereka "tak dapat dibenarkan dan merugikan."
"Uni Eropa menganggap tarif AS tidak dapat dibenarkan dan merugikan yang menyebabkan kerugian ekonomi bagi kedua belah pihak serta ekonomi global. Uni Eropa telah menyatakan preferensi yang jelas untuk bernegosiasi dengan AS yang hasilnya adil dan sama-sama menguntungkan," demikian pernyataan Uni Eropa, seperti dikutip Politico.
Uni Eropa menyatakan tarif balasan ini akan diterapkan dalam tiga fase. Fase pertama, UE akan menerapkan tarif untuk perdagangan senilai €3.9 miliar. Fase ini berlaku mulai Selasa, 15 April, minggu depan.
Fase kedua, UE akan patok pajak pada perdagangan dengan nilai tambahan €13,5 miliar. Fase kedua akan berlaku mulai pertengahan Mei.
Fase terakhir, berlaku pada bulan Desember, yakni patokan tarif untuk produk dengan tambahan nilai €3,5 miliar.
Trump mengenakan tarif sebesar 20 persen untuk produk-produk impor dari Uni Eropa. Meski begitu, penerapan tarif ini ditunda selama 90 hari demi membuka ruang negosiasi. Trump saat ini hanya menarik pajak 10 persen secara universal.




