Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilihan Paus baru atau conclave akan digelar hari ini, Rabu (7/5) di Vatikan. Sebanyak 133 kardinal elektor dari berbagai negara telah berkumpul untuk memilih Paus baru, usai Paus Fransiskus meninggal dunia pada 21 April lalu.
Para kardinal dari seluruh dunia akan memilih Paus ke-267, sebagai pemimpin dari sekitar 1,4 miliar umat Katolik di dunia.
Conclave akan diadakan secara tertutup dan rahasia di Kapel Sistina. Pemilihan Paus baru biasanya beberapa hari, bahkan dalam beberapa kasus, bisa berlangsung hingga beberapa minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut fakta-fakta conclave yang akan digelar hari ini, seperti dirangkum CNNIndonesia.com dari berbagai sumber.
Diikuti 133 kardinal elektor
Untuk pertama kalinya, jumlah kardinal elektor yang mengikuti conclave 2025 akan lebih banyak dari biasanya, yakni 133 kardinal dari seluruh dunia.
Berdasarkan Konstitusi Apostolik UDG yang dikeluarkan Paus Yohanes Paulus II pada 1996, batas jumlah kardinal yang berhak memilih yakni 120 orang.
Namun pada Rabu (30/4), Dewan Kardinal mengeluarkan deklarasi untuk mengakui semua hak elektor tahun ini sesuai Konstitusi Apostolik Universi Dominici Gregis, agar para kardinal berpartisipasi dalam conclave.
Kandidat terkuat Paus
Terdapat sejumlah nama Kardinal yang digadang-gadang kuat menjadi kandidat Paus selanjutnya.
Nama-nama itu antara lain Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, Kardinal Peter Turkson asal Ghana, Kardinal Peter Erdo dari Hungaria, Jose Tolentino Calaca dari Portugal, dan dua nama dari Italia-Vatikan yakni Kardinal Matteo Zuppi dan Kardinal Pietro Parolin.
Pengamat Kepausan Vatikan sekaligus Pastor di Paroki Campanario Sao Paulo, Brasil, Padre Ferdinand Doren, menyebut nama Kardinal Pietro Parolin sebagai calon terkuat di antara kandidat lainnya.
"Kelihatannya memang begitu (peluang terkuat). Pietro Parolin kemungkinan dipilih sebagai pengganti Paus Fransiskus saat ini karena demi rekonsiliasi dari dua kelompok yang, bukan beroposisi, tetapi dua aliran yang cukup tegang: antara progresif dan konservatif," ujar Padre Ferdinand kepada CNN Indonesia.
"Seperti misalnya Zuppi atau Tagle (progresif) karena keduanya bisa menjadi 'Fransiskus' yang kedua. Kelihatannya para Kardinal tidak ingin melanjutkan secara konsisten, apa yang sudah dibuat oleh Paus Fransiskus," kata Padre Ferdinand.
Meski demikian, ia tidak menampik kejutan bisa saja kembali terjadi di Conclave bahwa Paus terpilih dari Kardinal di luar kandidat-kandidat itu, seperti halnya saat mendiang Paus Fransiskus terpilih.
Lanjut ke sebelah...
Linimasa Pemilihan Paus Baru
Para Kardinal akan mengikuti conclave yang digelar secara tertutup dan rahasia. Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Timeline conclave
Kapel Sistina yang menjadi tempat pemilihan Paus akan ditutup sekitar pukul 16.30 waktu setempat atau sekitar pukul 21.30 WIB.
Namun sebelum para Kardinal masuk dan Kapel Sistina "diisolasi", akan digelar Misa Kudus untuk Pemilihan Paus (Pro Eligendo Romano Pontifice) di Basilika Santo Petrus pada pukul 10 pagi waktu Vatikan (sekitar 15.00 WIB).
Setelah Misa itu, pada sore hari para kardinal elektor akan berkumpul di Kapel Paulina dekat Kapel Sistina dan melantunkan Litani Orang Kudus (Litany of the Saints).
Para kardinal kemudian akan melantunkan Veni Creator dan mulai memasuki Kapel Sistina.
Kardinal selanjutnya mengucapkan sumpah untuk setia memenuhi Munus Petrinum apabila terpilih menjadi paus serta bersumpah untuk menjaga kerahasiaan mengenai conclave.
Setelah semuanya memasuki ruangan, Master of Papal Liturgical Ceremonies akan mengucapkan "Extra omnes!" yang berarti "Yang lainnya, dipersilakan keluar!".
Usai frasa tersebut diumumkan, pintu kapel resmi dikunci. Hanya kardinal elektor dan staf-staf penting yang berada di dalam kapel.
[Gambas:Infografis CNN]
Cerobong asap 'penanda' hasil conclave
Pada hari pertama conclave, pemungutan suara dilakukan satu kali.
Untuk memilih Paus baru, dibutuhkan mayoritas dua pertiga suara. Pada conclave kali ini, artinya seorang kandidat membutuhkan 89 suara dari 133 elektor, untuk dinyatakan sebagai Paus terpilih.
Apabila tidak ada yang mencapai ambang batas tersebut, pemungutan suara ulang akan diadakan.
Jika pada hari pertama conclave belum ada kandidat yang mendapatkan mayoritas suara, maka pemungutan suara hari kedua maksimal dilakukan empat kali dalam sehari yakni dua kali pada pagi hari dan dua kali pada sore hari.
Jika seorang Paus tidak dipilih dalam empat hari pertama conclave, maka pemungutan suara akan ditangguhkan pada hari kelima untuk memberi waktu untuk berdoa, refleksi, dan diskusi informal.
Setelah satu putaran selesai, surat suara akan dibakar.
Jika asap hitam muncul dari cerobong asap di atas Kapel Sistina, artinya belum ada paus yang terpilih. Namun jika yang muncul dari cerobong adalah asap berwarna putih, maka menandakan Gereja Katolik telah memiliki Paus baru.
Dua conclave terakhir yang diadakan pada tahun 2005 dan 2013 berakhir pada akhir hari kedua pemungutan suara.