Korut Tertutup Banget, Kenapa Masih Bisa Diintip Media Korsel?

CNN Indonesia
Rabu, 21 Mei 2025 17:24 WIB
Korut Tertutup Banget, Kenapa Masih Bisa Diintip Media Korsel?
CEO Yonhap Dae Il Hwa. (CNN Indonesia/Anisa Dewi Angriaeni)

Bekerja sama dengan badan penelitian negara yang mengkhususkan diri dalam urusan Korea Utara dan unifikasi, Yonhap turut mengoperasikan portal yang berfungsi sebagai mesin pencari untuk berita terkait Korea Utara.

Dengan melakukan hal itu, Yonhap berupaya memberi manfaat kepada publik dengan sejumlah besar materi terkait Korea Utara yang terkumpul sejak mereka mengambil alih News Agency pada 1998.

Selain itu, Yonhap News, bekerja sama dengan Komite Kepresidenan untuk Persiapan Penyatuan, mengundang cendekiawan yang fokus dalam kajian Korea Utara dan menyelenggarakan simposium internasional tentang penyatuan kembali Korea setiap tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan resmi di bagian misi, Yonhap juga menerangkan mereka berkontribusi terhadap reunifikasi di masa mendatang.

"Yonhap News berkontribusi pada koeksistensi damai kedua Korea [Korsel-Korut] dan memimpin era reunifikasi yang akan datang dengan melaporkan secara cepat dan akurat tentang Korea Utara."

Selama ini, Korut menjadi negara yang tertutup. Tak banyak informasi terkait situasi politik atau kondisi warga negara di sana.

Beberapa media asing kerap memberitakan Korut dengan narasumber dari lembaga think tank yang fokus soal kajian Korea Utara atau pembelot dari negara tersebut.

Korut dan Korsel kerap berselisih. Korut sering melakukan uji coba rudal yang diangggap berbahaya bagi negara tetangganya seperti Korsel dan Jepang.

Sementara itu, Korut kerap murka dengan Korsel yang menggelar latihan militer dengan sekutunya Amerika Serikat. Pemerintahan Kim Jong Un mengeklaim tindakan itu sebagai upaya invasi mereka ke Korut.

Korut dan Korsel sudah berpisah sejak Perang Korea berakhir pada 1953. Namun, kedua negara tersebut secara teknis masih bersitegang hingga sekarang.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
Seoul, CNN Indonesia --

Korea Selatan (Korsel) punya cara khusus untuk 'mengintip' dan mendapat informasi soal situasi terkini Korea Utara (Korut) melalui media di negara itu.

Selama ini, Korut dikenal sebagai negara yang tertutup dari komunitas internasional dan pemberitaan media asing. Tak banyak laporan soal situasi dan kondisi terkini di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memantau situasi di sana, Kantor berita Korsel Yonhap memiliki perjanjian dengan kantor berita Korut Korean Central News Agency (KCNA).

"Kami telah menandatangani kontrak eksklusif dengan KCNA Korea Utara," kata CEO Yonhap Daei Il Hwang, Selasa (20/5) ke sejumlah awak media Indonesia di salah satu ruangan kantor berita ini.

Hwang merespons pertanyaan soal bagaimana Yonhap mengelola dan mendapat informasi soal Korea Utara mengingat banyak artikel tentang negara itu di situs mereka.

CNNIndonesia.com berkesempatan mengunjungi Korea Selatan sebagai bagian dari program Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea.

Dalam situs tersebut, Yonhap memuat waktu kesepakatan mereka dengan KCNA.

"Kami menyampaikan berita terkini tentang Korea Utara sejak penandatanganan perjanjian pertukaran dengan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Desember 2002," demikian pernyataan di bagian Yonhap Majors Coverage.

Yonhap, dalam pernyataannya di situs itu, menyebut mereka mengoperasikan tim yang secara eksklusif menangani berita Korea Utara untuk menyediakan berita secara rinci tentang negara berideologi komunis itu.

"Tim tersebut memantau sekitar selusin kantor berita Korea Utara, termasuk Korean Central News Agency dan surat kabar Rodong Sinmun, dan menghasilkan berita berdasarkan laporan mereka," tulis Yonhap.

Yonhap juga memantau kantor berita, stasiun TV, dan radio Korea Utara 24 jam sehari dan menganalisis materi dengan seksama.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Mesin Pencari Khusus Berita Korut

CEO Yonhap Dae Il Hwa. (CNN Indonesia/Anisa Dewi Angriaeni)

Bekerja sama dengan badan penelitian negara yang mengkhususkan diri dalam urusan Korea Utara dan unifikasi, Yonhap turut mengoperasikan portal yang berfungsi sebagai mesin pencari untuk berita terkait Korea Utara.

Dengan melakukan hal itu, Yonhap berupaya memberi manfaat kepada publik dengan sejumlah besar materi terkait Korea Utara yang terkumpul sejak mereka mengambil alih News Agency pada 1998.

Selain itu, Yonhap News, bekerja sama dengan Komite Kepresidenan untuk Persiapan Penyatuan, mengundang cendekiawan yang fokus dalam kajian Korea Utara dan menyelenggarakan simposium internasional tentang penyatuan kembali Korea setiap tahun.

Dalam pernyataan resmi di bagian misi, Yonhap juga menerangkan mereka berkontribusi terhadap reunifikasi di masa mendatang.

"Yonhap News berkontribusi pada koeksistensi damai kedua Korea [Korsel-Korut] dan memimpin era reunifikasi yang akan datang dengan melaporkan secara cepat dan akurat tentang Korea Utara."

Selama ini, Korut menjadi negara yang tertutup. Tak banyak informasi terkait situasi politik atau kondisi warga negara di sana.

Beberapa media asing kerap memberitakan Korut dengan narasumber dari lembaga think tank yang fokus soal kajian Korea Utara atau pembelot dari negara tersebut.

Korut dan Korsel kerap berselisih. Korut sering melakukan uji coba rudal yang diangggap berbahaya bagi negara tetangganya seperti Korsel dan Jepang.

Sementara itu, Korut kerap murka dengan Korsel yang menggelar latihan militer dengan sekutunya Amerika Serikat. Pemerintahan Kim Jong Un mengeklaim tindakan itu sebagai upaya invasi mereka ke Korut.

Korut dan Korsel sudah berpisah sejak Perang Korea berakhir pada 1953. Namun, kedua negara tersebut secara teknis masih bersitegang hingga sekarang.


HALAMAN:
1 2