Singapura, Pulau Rawa Jadi Negara Maju Tempat Masa Kecil Prabowo
CNN Indonesia
Jumat, 18 Jul 2025 08:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bendera Singapura. (iStockphoto/efired)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Singapura kembali mencuat setelah sejumlah perempuan yang disebut sindikat perdagangan bayi di Bandung, Jawa Barat yang menjual anak-anak ke Singapura.
Bayi-bayi yang akan dikirim untuk dijual di Singapura itu ditampung terlebih dahulu di sebuah tempat di Bandung. Dari pemeriksaan kepolisian, tersangka menjual bayi itu ke Singapura dengan harga belasan juta rupiah per anak.
Di sisi lain, pernah juga diberitakan banyak anak muda di Indonesia menjadi warga negara Singapura.
Berdasarkan data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), tercatat ada sebanyak 3.912 Warga Negara Indonesia (WNI) yang memutuskan pindah jadi Warga Negara (WN) Singapura sepanjang periode 2019-2022. Singapura memang punya daya tarik sebagai negara maju.
Pulau rawa berhutan lebat
Singapura awalnya hanya sebuah pulau kecil bagi para nelayan. Mengutip situs visitingsingapore.com, pada abad ke-14, pulau kecil berlokasi strategis ini mendapatkan julukan baru.
Menurut legenda, Sang Nila Utama, seorang Pangeran dari Palembang (ibu kota kerajaan Sriwijaya), sedang berburu ketika ia melihat seekor hewan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Menganggap ini pertanda yang bagus, beliau kemudian mendirikan kota di mana hewan itu ditemukan, dan menamainya Kota Singa atau Singapura, yang diambil dari bahasa Sansekerta "simha" (singa) dan "pura" (kota).
Pulau mulai tumbuh setelah Letnan Gubernur Bencoolen (Bengkulu) Letjen Jenderal Thomas Stamford Raffles mendarat di Singapura pada 29 Januari 1819.
Saat pertama tiba, dia melihat pulau berawa-rawa dan hutan lebat. Lewat teleskopnya dia melihat ada beberapa rumah bangunan kayu. Itu menunjukkan, pulau tersebut berpenghuni.
Menyadari besarnya potensi pulau yang tertutup rawa ini, Raffles pun membantu untuk melakukan perundingan dengan penguasa setempat dan menjadikan Singapura sebagai pos perdagangan.
Tak butuh waktu lama, kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan tempat penyaluran barang, menarik imigran dari Tiongkok, India, Kepulauan Malaysia, dan lainnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Presiden Prabowo Subianto pernah menyatakan kekagumannya terhadap pembangunan Singapura tersebut sejak awal berdiri. Ia menyebut, negara tempat masa kecilnya tumbuh itu, banyak praktik baik yang layak diadaptasi oleh Indonesia.
Salah satu kebijakan yang menjadi inspirasi Indonesia, lanjut Prabowo, adalah program perumahan rakyat dan pengelolaan investasi negara (sovereign wealth fund). Kepala Negara juga menyinggung pendirian Danantara, lembaga pengelola investasi negara versi Indonesia yang diinisiasi beberapa bulan lalu.
"Prestasi lain Singapura yang kami tiru dengan bangga adalah dana kekayaan negara Anda, Temasek. Jadi beberapa bulan lalu kami memulai dana kekayaan negara kami sendiri, yang kami sebut Danantara. Danantara berarti energi masa depan Indonesia. Jadi sebenarnya kami melakukan ini untuk generasi masa depan Indonesia," ucap Prabowo.
Saat itu ia menyampaikan apresiasi dan penghormatan mendalam terhadap hubungan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Singapura dalam Leaders' Retreat perdananya bersama Perdana Menteri Lawrence Wong, di Parliament House, Singapura, pada Senin (16/6/2025).
"Perdana Menteri, saya ingin mengakui kepada Anda bahwa saya menghabiskan beberapa tahun sebagai anak laki-laki di sini," ujarnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Singapura kembali mencuat setelah sejumlah perempuan yang disebut sindikat perdagangan bayi di Bandung, Jawa Barat yang menjual anak-anak ke Singapura.
Bayi-bayi yang akan dikirim untuk dijual di Singapura itu ditampung terlebih dahulu di sebuah tempat di Bandung. Dari pemeriksaan kepolisian, tersangka menjual bayi itu ke Singapura dengan harga belasan juta rupiah per anak.
Di sisi lain, pernah juga diberitakan banyak anak muda di Indonesia menjadi warga negara Singapura.
Berdasarkan data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), tercatat ada sebanyak 3.912 Warga Negara Indonesia (WNI) yang memutuskan pindah jadi Warga Negara (WN) Singapura sepanjang periode 2019-2022. Singapura memang punya daya tarik sebagai negara maju.
Pulau rawa berhutan lebat
Singapura awalnya hanya sebuah pulau kecil bagi para nelayan. Mengutip situs visitingsingapore.com, pada abad ke-14, pulau kecil berlokasi strategis ini mendapatkan julukan baru.
Menurut legenda, Sang Nila Utama, seorang Pangeran dari Palembang (ibu kota kerajaan Sriwijaya), sedang berburu ketika ia melihat seekor hewan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Menganggap ini pertanda yang bagus, beliau kemudian mendirikan kota di mana hewan itu ditemukan, dan menamainya Kota Singa atau Singapura, yang diambil dari bahasa Sansekerta "simha" (singa) dan "pura" (kota).
Pulau mulai tumbuh setelah Letnan Gubernur Bencoolen (Bengkulu) Letjen Jenderal Thomas Stamford Raffles mendarat di Singapura pada 29 Januari 1819.
Saat pertama tiba, dia melihat pulau berawa-rawa dan hutan lebat. Lewat teleskopnya dia melihat ada beberapa rumah bangunan kayu. Itu menunjukkan, pulau tersebut berpenghuni.
Menyadari besarnya potensi pulau yang tertutup rawa ini, Raffles pun membantu untuk melakukan perundingan dengan penguasa setempat dan menjadikan Singapura sebagai pos perdagangan.
Tak butuh waktu lama, kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan tempat penyaluran barang, menarik imigran dari Tiongkok, India, Kepulauan Malaysia, dan lainnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Masa Kecil Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) saat mengunjungi Singapura beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto pernah menyatakan kekagumannya terhadap pembangunan Singapura tersebut sejak awal berdiri. Ia menyebut, negara tempat masa kecilnya tumbuh itu, banyak praktik baik yang layak diadaptasi oleh Indonesia.
Salah satu kebijakan yang menjadi inspirasi Indonesia, lanjut Prabowo, adalah program perumahan rakyat dan pengelolaan investasi negara (sovereign wealth fund). Kepala Negara juga menyinggung pendirian Danantara, lembaga pengelola investasi negara versi Indonesia yang diinisiasi beberapa bulan lalu.
"Prestasi lain Singapura yang kami tiru dengan bangga adalah dana kekayaan negara Anda, Temasek. Jadi beberapa bulan lalu kami memulai dana kekayaan negara kami sendiri, yang kami sebut Danantara. Danantara berarti energi masa depan Indonesia. Jadi sebenarnya kami melakukan ini untuk generasi masa depan Indonesia," ucap Prabowo.
Saat itu ia menyampaikan apresiasi dan penghormatan mendalam terhadap hubungan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Singapura dalam Leaders' Retreat perdananya bersama Perdana Menteri Lawrence Wong, di Parliament House, Singapura, pada Senin (16/6/2025).
"Perdana Menteri, saya ingin mengakui kepada Anda bahwa saya menghabiskan beberapa tahun sebagai anak laki-laki di sini," ujarnya.