5 Fakta Masjid Al Aqsa, Kiblat Pertama Umat Islam yang Terancam Roboh
CNN Indonesia
Minggu, 02 Nov 2025 07:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Masjid Al Aqsa yang terletak di Yerusalem, Palestina, kini terancam roboh menyusul penggalian dan pembangunan bawah tanah yang telah lama dilakukan Israel. (AFP/YOAV LEMMER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Masjid Al Aqsa yang terletak di Yerusalem, Palestina, kini terancam roboh menyusul penggalian dan pembangunan bawah tanah yang telah lama dilakukan Israel.
Israel tercatat telah melakukan rekonstruksi bawah tanah di bawah Al Aqsa terhitung sejak 1967 dengan alasan penggalian benda bersejarah dan kepentingan ilmiah.
Namun, belakangan, aktivitas galian Israel di bawah Masjid AlAqsa kian mengkhawatirkan.
"Ini merupakan bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam, ini melanggar hukum Islam," ujar Penasihat Kegubernuran Yerusalem Marouf Al-Rifai kepada WAFA News Agency, Rabu (22/10).
Al-Rifai mengingatkan penggalian tersebut dapat menghancurkan beberapa landmark Palestina, seperti rumah-rumah bersejarah dan sekolah kuno. Penggalian juga bisa memengaruhi tanah di bawah Masjid Al-Aqsa, yang bisa mengancam stabilitas fondasinya.
"Penggalian tersebut tidak memiliki metodologi ilmiah dan merupakan pelanggaran status quo, yang menegaskan bahwa penggalian tersebut murni bermotif politik," tegasnya.
Al-Rifai memperingatkan agar Israel tidak melanjutkan penggalian di sekitar Masjid Al Aqsa, utamanya penggalian terowongan yang menghubungkan beberapa situs bersejarah.
Selain itu, Masjid Al Aqsa bukan hanya situs bersejarah tapi juga punya nilai yang sangat tinggi bagi umat Islam dunia. Berikut sejumlah fakta yang dirangkum soal Masjid Al Aqsa:
Masjid Al-Aqsa, terletak di Kota Yerusalem di Palestina, berada di satu kawasan Al-Haram Al-Syarif yang yang mencakup Masjid Al-Aqsa, Dome of The Rock, Masjid Al-Qibli dan seluruh area terbuka di sekitarnya.
Dikutip dari situs baznas, karena itu, sering terjadi salah kaprah antara Masjid Al-Aqsa dan Dome of The Rock. Secara visual, Masjid Al-Aqsa adalah seluruh area kawasan masjid yang meliputi beberapa masjid di dalamnya seperti Masjid Qibli, Qubatush Shakhrah, Dinding Buraq, Mushola Marwani.
Sementara itu, masjid berkubah emas yang seringkali jadi ikon Al-Aqsa adalah salah satu bagian saja dari kawasan Masjidil Al-Aqsa.
Masjid berkubah emas ini dikenal sebagai Dome of The Rock (Qubatush Shakhrah). Sebagai kiblat pertama umat Islam dan tempat terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj, Masjid Al-Aqsa menjadi simbol keagungan Islam.
2. Kiblat pertama umat Islam
Masjid Al Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam sebelum pindah ke Makah di Arab Saudi sekarang.
Kiblat pertama umat Islam ini berlaku sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk memindahkan kiblat dari Masjid Al Aqsa ke Masjidil Haram seperti sekarang.
Kiblat menjadi hal penting dalam syariat Islam. Mengutip dari buku Kamus Al-Qur'an: Quranic Explorer karya Ali As-Sahbuny, kiblat adalah arah bagi setiap umat muslim di seluruh dunia saat melakukan ibadah salat.
Baca di halaman selanjutnya >>>
3. Saksi Peristiwa Isra Mi'raj
Masjid Al Aqsa juga menjadi saksi peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 1:
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Masjid Al Aqsa sudah berkali-kali mengalami renovasi termasuk pasca gempa bumi. Gempa bumi pada tahun 746 M menghancurkan masjid ini, dan kemudian dibangun kembali oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 758 M.
Pembangunan ini dilanjutkan oleh penerusnya, Al-Mahdi, pada tahun 780 M, yang memperluas masjid menjadi lima belas lorong dengan kubah pusat.
Namun, gempa bumi pada tahun 1033 M kembali merusak masjid, dan dibangun ulang oleh Khalifah Fatimiyah Al-Zahir pada tahun 1035 M, mengurangi jumlah lorong menjadi tujuh tetapi menambahkan dekorasi interior yang kaya.
5. Kini Nyaris Roboh
Namun setelah Israel menduduki Palestina, kondisi Masjid Al Aqsa terancam roboh. Hal itu lantaran Israel menggali terowongan di sekitar masjid dengan alasan menggali artefak atau benda bersejarah dan demi penggalian ilmiah.
"Penggalian arkeologi yang telah dilakukan Israel selama bertahun-tahun di dekat Bukit Bait Suci merupakan upaya ilmiah dan budaya yang patut dipuji," seperti ditulis Jerusalem Centre for Security and Forein Affairs.
Bukan hanya itu, bahkan pemerintah Israel merestui apa yang dilakukan warganya terhadap situs bersejarah dan suci bagi Umat Islam itu.
Pada 2023 silam misalnya, pemerintah Israel menggali terowongan persis di bawah Masjid Al Aqsa. Penggalian terowongan ini sudah dilakukan sejak lama hingga menimbulkan kekhawatiran. Sebab terowongan ini secara perlahan namun pasti akan menghancurkan fondasi bangunan masjid.
Arkeologi Jamal Amro, melansir kantor berita Turki, Anadolu Agency (AA) mengatakan Israel menggali terowongan sejak 1967. "Sejak tahun 1967, Israel telah melakukan lebih dari 100 penggalian di bawah kota kuno yang diduga untuk drainase air hujan," kata Prof Amro, Juli 2022 silam.
Jakarta, CNN Indonesia --
Masjid Al Aqsa yang terletak di Yerusalem, Palestina, kini terancam roboh menyusul penggalian dan pembangunan bawah tanah yang telah lama dilakukan Israel.
Israel tercatat telah melakukan rekonstruksi bawah tanah di bawah Al Aqsa terhitung sejak 1967 dengan alasan penggalian benda bersejarah dan kepentingan ilmiah.
Namun, belakangan, aktivitas galian Israel di bawah Masjid AlAqsa kian mengkhawatirkan.
"Ini merupakan bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam, ini melanggar hukum Islam," ujar Penasihat Kegubernuran Yerusalem Marouf Al-Rifai kepada WAFA News Agency, Rabu (22/10).
Al-Rifai mengingatkan penggalian tersebut dapat menghancurkan beberapa landmark Palestina, seperti rumah-rumah bersejarah dan sekolah kuno. Penggalian juga bisa memengaruhi tanah di bawah Masjid Al-Aqsa, yang bisa mengancam stabilitas fondasinya.
"Penggalian tersebut tidak memiliki metodologi ilmiah dan merupakan pelanggaran status quo, yang menegaskan bahwa penggalian tersebut murni bermotif politik," tegasnya.
Al-Rifai memperingatkan agar Israel tidak melanjutkan penggalian di sekitar Masjid Al Aqsa, utamanya penggalian terowongan yang menghubungkan beberapa situs bersejarah.
Selain itu, Masjid Al Aqsa bukan hanya situs bersejarah tapi juga punya nilai yang sangat tinggi bagi umat Islam dunia. Berikut sejumlah fakta yang dirangkum soal Masjid Al Aqsa:
Masjid Al-Aqsa, terletak di Kota Yerusalem di Palestina, berada di satu kawasan Al-Haram Al-Syarif yang yang mencakup Masjid Al-Aqsa, Dome of The Rock, Masjid Al-Qibli dan seluruh area terbuka di sekitarnya.
Dikutip dari situs baznas, karena itu, sering terjadi salah kaprah antara Masjid Al-Aqsa dan Dome of The Rock. Secara visual, Masjid Al-Aqsa adalah seluruh area kawasan masjid yang meliputi beberapa masjid di dalamnya seperti Masjid Qibli, Qubatush Shakhrah, Dinding Buraq, Mushola Marwani.
Sementara itu, masjid berkubah emas yang seringkali jadi ikon Al-Aqsa adalah salah satu bagian saja dari kawasan Masjidil Al-Aqsa.
Masjid berkubah emas ini dikenal sebagai Dome of The Rock (Qubatush Shakhrah). Sebagai kiblat pertama umat Islam dan tempat terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj, Masjid Al-Aqsa menjadi simbol keagungan Islam.
2. Kiblat pertama umat Islam
Masjid Al Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam sebelum pindah ke Makah di Arab Saudi sekarang.
Kiblat pertama umat Islam ini berlaku sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk memindahkan kiblat dari Masjid Al Aqsa ke Masjidil Haram seperti sekarang.
Kiblat menjadi hal penting dalam syariat Islam. Mengutip dari buku Kamus Al-Qur'an: Quranic Explorer karya Ali As-Sahbuny, kiblat adalah arah bagi setiap umat muslim di seluruh dunia saat melakukan ibadah salat.
Baca di halaman selanjutnya >>>
Fakta Masjid Al Aqsa, Kiblat Pertama Umat Islam yang Terancam Roboh
Dome of the Rock di kawasan komplek Masjid Al-Aqsha, Yerusalem. (AFP/AHMAD GHARABLI)
3. Saksi Peristiwa Isra Mi'raj
Masjid Al Aqsa juga menjadi saksi peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 1:
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Masjid Al Aqsa sudah berkali-kali mengalami renovasi termasuk pasca gempa bumi. Gempa bumi pada tahun 746 M menghancurkan masjid ini, dan kemudian dibangun kembali oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 758 M.
Pembangunan ini dilanjutkan oleh penerusnya, Al-Mahdi, pada tahun 780 M, yang memperluas masjid menjadi lima belas lorong dengan kubah pusat.
Namun, gempa bumi pada tahun 1033 M kembali merusak masjid, dan dibangun ulang oleh Khalifah Fatimiyah Al-Zahir pada tahun 1035 M, mengurangi jumlah lorong menjadi tujuh tetapi menambahkan dekorasi interior yang kaya.
5. Kini Nyaris Roboh
Namun setelah Israel menduduki Palestina, kondisi Masjid Al Aqsa terancam roboh. Hal itu lantaran Israel menggali terowongan di sekitar masjid dengan alasan menggali artefak atau benda bersejarah dan demi penggalian ilmiah.
"Penggalian arkeologi yang telah dilakukan Israel selama bertahun-tahun di dekat Bukit Bait Suci merupakan upaya ilmiah dan budaya yang patut dipuji," seperti ditulis Jerusalem Centre for Security and Forein Affairs.
Bukan hanya itu, bahkan pemerintah Israel merestui apa yang dilakukan warganya terhadap situs bersejarah dan suci bagi Umat Islam itu.
Pada 2023 silam misalnya, pemerintah Israel menggali terowongan persis di bawah Masjid Al Aqsa. Penggalian terowongan ini sudah dilakukan sejak lama hingga menimbulkan kekhawatiran. Sebab terowongan ini secara perlahan namun pasti akan menghancurkan fondasi bangunan masjid.
Arkeologi Jamal Amro, melansir kantor berita Turki, Anadolu Agency (AA) mengatakan Israel menggali terowongan sejak 1967. "Sejak tahun 1967, Israel telah melakukan lebih dari 100 penggalian di bawah kota kuno yang diduga untuk drainase air hujan," kata Prof Amro, Juli 2022 silam.