4 Kudeta Gagal Paling Dramatis di Dunia, Ada yang Sampai Bunuh Diri

CNN Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025 15:50 WIB
4 Kudeta Gagal Paling Dramatis di Dunia, Ada yang Sampai Bunuh Diri
Ilustrasi kudeta militer Guinea-Bissau. (AFP/PATRICK MEINHARDT)

3. Jepang

Setelah kalah perang dalam Perang Dunia II tahun 1945, Jepang awalnya menolak menandatangani Deklarasi Potsdam, yang menuntut penyerahan tanpa syarat angkatan bersenjata kepada Sekutu.

Namun Kaisar Hirohito dan Perdana Menteri Suzuki mendesak penandatanganan perjanjian tersebut, langkah yang tidak diterima dengan baik oleh Garda Kekaisaran, yang khawatir sistem kekaisaran akan dihapuskan setelah penandatanganan.

Maka dipimpin oleh Mayor Kenji Hatanaka, sebuah upaya kudeta dilakukan pada 14 Agustus, hanya beberapa jam sebelum kaisar mengumumkan penyerahan Jepang kepada sekutu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Hirohito merekam pidatonya kepada rakyat malam itu, sekelompok perwira yang dipimpin Hatanaka menyerbu istana dan memutus komunikasi dengan dunia luar, dengan harapan dapat menghentikan Hirohito menyampaikan pengumuman tersebut.

Hatanaka dan anak buahnya berharap dapat mempertahankan sistem kekaisaran dan membentuk pemerintahan baru dengan menteri militer sebagai pemimpinnya. Namun, karena rekaman kaisar disembunyikan dengan aman, upaya mereka sia-sia. Pukul 11.00, sesaat sebelum pidato kaisar disiarkan, Hatanaka menembak kepalanya sendiri. Banyak pelaku lainnya juga bunuh diri.

4. Kenya

Setelah menjadi presiden Kenya pada tahun 1978, Daniel Arap Moi membuat beberapa janji demi kesejahteraan warganya. Salah satunya ia akan memberantas korupsi, perang suky dan penyakit-penyakit lain yang sebelumnya telah menjangkiti bangsa Afrika itu.

Ia memenangkan kepercayaan rakyat dengan membawa keadilan yang cepat kepada mereka yang berada di posisi-posisi tinggi yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan korup.

Namun, di balik itu, Moi adalah seorang presiden yang dengan keras menjaga kepemimpinannya, cepat mengakali dan menggagalkan setiap oposisi politik yang datang melawannya selama tahun-tahun awal kepresidenannya.

Agustus 1982 Moi ada upaya mendongkel kekuasaannya, upaya kudeta pertama sejak negara itu merdeka. Pada pukul 02.00 dini hari tanggal 1 Agustus, sekelompok perwira angkatan udara Kenya melancarkan serangan terhadap presiden. Mereka merebut bandara internasional, tiga pangkalan udara, kantor pos, dan stasiun radio yang sangat penting.

Melalui siaran udara, mereka memproklamasikan pembentukan Dewan Penebusan Rakyat, sementara pasukan berbaris di jalan-jalan Nairobi untuk mendorong rakyat memberontak. Meskipun banyak warga sipil ragu-ragu, cukup banyak mahasiswa yang mendukung kudeta tersebut.

Sialnya, banyak pasukan pemberontak yang mabuk dan menjarah, bukan berusaha menangkap presiden.Jet-jet tempur yang seharusnya digunakan dalam upaya kudeta disabotase oleh pasukan yang setia kepada presiden.

Setelah pertempuran sengit di kota, stasiun radio direbut kembali oleh pemerintah, Moi kembali ke kota, dan para pemberontak dikalahkan. Kudeta gagal ini menelan korban nyawa 600-1.800 orang, sebagai efek para pemberontak yang mencuri mobil, memperkosa perempuan, dan menjarah.

(imf/bac)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro dipenjara 27 tahun atas keterlibatannya dalam kudeta gagal pada 2022.

Keputusan itu setelah Mahkamah Agung (MA) Brasil menutup kasus kudeta Bolsonaro pada Selasa (25/11), yang tak bisa lagi mengajukan banding.

Mantan presiden itu terbukti merencanakan kudeta kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Rencana kudeta itu dibuat setelah ia kalah dalam Pilpres 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus kudeta gagal beberapa kali terjadi. Namun ada yang dramatis hingga menelan korban nyawa.

Berikut empat kasus yang pernah terjadi dikutip dari situs listverse.com.

1. Irak

Saddam Hussein adalah salah satu presiden Irak paling kuat yang pernah ada. Berkuasa selama lebih dari 20 tahun dengan tangan besi yang berdarah. Setelah berkuasa pada tahun 1979, Hussein dengan cepat melenyapkan oposisi dengan memerintahkan eksekusi semua ancaman politik.

Dia bermusuhan dengan sebagian negara Arab dan juga Amerika Serikat. Pada 1996 sebuah upaya kudeta dilancarkan dengan dukungan penuh AS di bawah presiden Bill Clinton dengan dukungan anggaran $100. Dilaporkan, Intelijen Inggris, Intelijen AS (CIA) bekerjasama dengan sejumlah besar agen serta rekrutan Kurdi dan Irak.

Tim tersebut, yang menggunakan "Kesepakatan Nasional Irak" (INA) sebagai organisasi kedok, bermarkas di Amman, Yordania, dan dipimpin oleh Dr Iyad Mohammed Alawi, mantan anggota partai Baath yang berkuasa di Irak.

Operasi tersebut, dengan nama sandi "kudeta Peluru Perak", seharusnya dilaksanakan di saat Baghdad sedang rentan akibat hubungan yang lemah di dalam rezim Saddam dan hubungan yang tegang dengan Raja Yordania. Namun, sebelum kudeta berjalan dan tim dapat menyelesaikan misi, Alawi mulai secara terbuka mengakui kepada media bahwa ia menginginkan kudeta untuk menggulingkan Hussein.

Di balik layar, terungkap bahwa sejumlah rekrutan CIA adalah agen ganda, transmisi satelit INA dibajak, dan Presiden Hussein mengetahui rencana mereka. Kudeta tersebut langsung digagalkan. Hussein menangkap 160 perwira militer dan konspirator, banyak di antaranya dieksekusi mati.

2. Ethiopia

Kaisar Haile Selassie I adalah penguasa Ethiopia di awal abad 20. Bahkan sebelum penobatannya, Selassie difokuskan pada membawa Ethiopia ke era modern, setelah memperkenalkan kemajuan seperti mesin cetak, mobil, telepon, dan sistem hukum yang dirombak. Namun kekuasaannya yang diktator gagal menghilangkan sistem kelas yang mengatur pertanian. Dia juga memegang kendali kuat pada sistem hukum negara.

Pada bulan Desember 1960 sekelompok perwira dan rekan militer yang gigih, dipimpin oleh dua bersaudara Germame dan Mengistu Neway (komandan Garda Kekaisaran Ethiopia), berencana merebut Addis Ababa (ibu kota) saat Selassie sedang berada di luar negeri.

Dengan bantuan Garda Kekaisaran, para pemberontak menangkap putra mahkota dan sejumlah pejabat pemerintah. Mereka disandera selama beberapa hari, dan 15 di antaranya kemudian tewas.

Sayangnya, rencana para pemberontak kurang matang dan hanya mendapat sedikit dukungan dari penduduk serta menteri dan pejabat penting pemerintah. Hal ini menjadi akhir dari upaya kudeta.

Selassie yang baru kembali dari perjalanannya, setelah mendengar kerusuhan tersebut berhasil mengecoh para pemberontak dan merebut kembali ibu kota. Banyak pelaku kemudian melarikan diri ke pinggiran kota dan diburu serta dibunuh, termasuk Germame Neway. Mengistu diadili di pengadilan militer.

Bersambung ke halaman berikutnya...

4 Kudeta Gagal Paling Dramatis di Dunia, Ada yang Sampai Bunuh Diri

Ilustrasi kudeta militer Guinea-Bissau. (AFP/PATRICK MEINHARDT)

3. Jepang

Setelah kalah perang dalam Perang Dunia II tahun 1945, Jepang awalnya menolak menandatangani Deklarasi Potsdam, yang menuntut penyerahan tanpa syarat angkatan bersenjata kepada Sekutu.

Namun Kaisar Hirohito dan Perdana Menteri Suzuki mendesak penandatanganan perjanjian tersebut, langkah yang tidak diterima dengan baik oleh Garda Kekaisaran, yang khawatir sistem kekaisaran akan dihapuskan setelah penandatanganan.

Maka dipimpin oleh Mayor Kenji Hatanaka, sebuah upaya kudeta dilakukan pada 14 Agustus, hanya beberapa jam sebelum kaisar mengumumkan penyerahan Jepang kepada sekutu.

Setelah Hirohito merekam pidatonya kepada rakyat malam itu, sekelompok perwira yang dipimpin Hatanaka menyerbu istana dan memutus komunikasi dengan dunia luar, dengan harapan dapat menghentikan Hirohito menyampaikan pengumuman tersebut.

Hatanaka dan anak buahnya berharap dapat mempertahankan sistem kekaisaran dan membentuk pemerintahan baru dengan menteri militer sebagai pemimpinnya. Namun, karena rekaman kaisar disembunyikan dengan aman, upaya mereka sia-sia. Pukul 11.00, sesaat sebelum pidato kaisar disiarkan, Hatanaka menembak kepalanya sendiri. Banyak pelaku lainnya juga bunuh diri.

4. Kenya

Setelah menjadi presiden Kenya pada tahun 1978, Daniel Arap Moi membuat beberapa janji demi kesejahteraan warganya. Salah satunya ia akan memberantas korupsi, perang suky dan penyakit-penyakit lain yang sebelumnya telah menjangkiti bangsa Afrika itu.

Ia memenangkan kepercayaan rakyat dengan membawa keadilan yang cepat kepada mereka yang berada di posisi-posisi tinggi yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan korup.

Namun, di balik itu, Moi adalah seorang presiden yang dengan keras menjaga kepemimpinannya, cepat mengakali dan menggagalkan setiap oposisi politik yang datang melawannya selama tahun-tahun awal kepresidenannya.

Agustus 1982 Moi ada upaya mendongkel kekuasaannya, upaya kudeta pertama sejak negara itu merdeka. Pada pukul 02.00 dini hari tanggal 1 Agustus, sekelompok perwira angkatan udara Kenya melancarkan serangan terhadap presiden. Mereka merebut bandara internasional, tiga pangkalan udara, kantor pos, dan stasiun radio yang sangat penting.

Melalui siaran udara, mereka memproklamasikan pembentukan Dewan Penebusan Rakyat, sementara pasukan berbaris di jalan-jalan Nairobi untuk mendorong rakyat memberontak. Meskipun banyak warga sipil ragu-ragu, cukup banyak mahasiswa yang mendukung kudeta tersebut.

Sialnya, banyak pasukan pemberontak yang mabuk dan menjarah, bukan berusaha menangkap presiden.Jet-jet tempur yang seharusnya digunakan dalam upaya kudeta disabotase oleh pasukan yang setia kepada presiden.

Setelah pertempuran sengit di kota, stasiun radio direbut kembali oleh pemerintah, Moi kembali ke kota, dan para pemberontak dikalahkan. Kudeta gagal ini menelan korban nyawa 600-1.800 orang, sebagai efek para pemberontak yang mencuri mobil, memperkosa perempuan, dan menjarah.


HALAMAN:
1 2