Hizbullah Desak Paus Leo Tolak Agresi Israel Jelang Kunjungi Lebanon

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 20:10 WIB
Hizbullah mendesak Paus Leo XIV untuk menolak "ketidakadilan dan agresi" yang dilakukan Israel terhadap Lebanon.
Hizbullah mendesak Paus Leo XIV untuk menolak "ketidakadilan dan agresi" yang dilakukan Israel terhadap Lebanon. (REUTERS/Yara Nardi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hizbullah mendesak Paus Leo XIV untuk menolak "ketidakadilan dan agresi" yang dilakukan Israel terhadap Lebanon. Hal itu disampaikan melalui pesan kepada Paus yang tiba di Beirut akhir pekan ini.

Pesan itu diberikan dalam periode lawatan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma itu ke Turki dan Lebanon pada 27 November-2 Desember.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami, Hizbullah, memanfaatkan kunjungan Anda yang penuh berkah ke negara kami, Lebanon, untuk menegaskan kembali komitmen kami terhadap koeksistensi," demikian bunyi pesan Hizbullah seperti diberitakan AFP, Sabtu (29/11).

Surat tersebut juga diberikan saat peringatan satu tahun gencatan senjata yang seharusnya mengakhiri permusuhan, tapi tak berbuah karena Israel terus melakukan serangan rutin di Lebanon.

Israel selalu beralasan serangan itu menargetkan operasi dan lokasi Hizbullah, hingga mempertahankan pasukan di lima lokasi di Lebanon selatan yang dianggap strategis.

[Gambas:Video CNN]

Di bawah tekanan berat AS dan kekhawatiran akan meluasnya serangan Israel, pemerintah Lebanon mengambil komitmen melucuti senjata Hizbullah. Langkah itu ditolak kelompok tersebut.

Dalam surat yang diberikan kepada Paus, Hizbullah menegaskan komitmen mereka "berdiri bersama tentara dan rakyat kami dalam menghadapi segala agresi dan pendudukan atas tanah dan negara kami."

Hizbullah turut menambahkan bahwa hal yang Israel "lakukan di Lebanon adalah agresi berkelanjutan yang tidak dapat diterima."

"Kami mengandalkan sikap Yang Mulia dalam menolak ketidakadilan dan agresi yang dialami bangsa kami, Lebanon, di tangan penjajah Zionis dan para pendukungnya," tambah pernyataan tersebut.

Dalam pidatonya pada Jumat (28/11), pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyambut baik kunjungan Paus Leo ke Lebanon, dengan menyatakan telah menugaskan anggota untuk menyampaikan surat kepada Paus yang juga akan dipublikasikan di media.

Ia menegaskan Hizbullah telah menghormati gencatan senjata November 2024 dan menyerukan diakhirinya serangan Israel yang terus-menerus terhadap negara itu.

"Apakah Anda memperkirakan akan terjadi perang nanti? Mungkin saja suatu saat nanti, ya, kemungkinan itu ada," kata Qassem, merujuk pada meningkatnya kekhawatiran di Lebanon akan perang yang kembali meluas.

Setelah mengunjungi Turki, Paus Leo dijadwalkan tiba di Lebanon pada Minggu (30/11) untuk perjalanan tiga hari yang mencakup misa terbuka di tepi laut Beirut yang diperkirakan akan dihadiri oleh 120.000 orang, serta pertemuan antaragama di pusat kota.

"Kami menyambut kunjungan ini di momen penting ini, dan kami berdoa agar Bapa Suci berkontribusi dalam menyebarkan perdamaian di Lebanon, membebaskannya, mengakhiri agresi (Israel), dan mendukungnya serta kaum tertindas, sebagaimana yang selalu kami ketahui dari beliau," kata Qassem.

(afp/chri)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER