AS Dalang Ledakan Venezuela, Trump Perintahkan Serbu Fasilitas Militer

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 15:35 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi memerintahkan serangan militer ke sejumlah titik di dalam wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1).
Presiden AS Donald Trump perintahkan serangan udara ke ibu kota Venezuela, Caracas. (AFP/ANDREW HARNIK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan telah secara resmi memerintahkan serangan militer ke sejumlah titik di wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Seperti dilansir CBS News, pejabat AS mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menargetkan berbagai objek vital, termasuk fasilitas militer Venezuela.

Namun, hingga saat ini, pihak Pentagon, markas besar Departemen Pertahanan AS, masih enggan memberikan rincian operasional dan melimpahkan seluruh permintaan keterangan kepada Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber internal mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya telah memberikan "lampu hijau" kepada militer AS untuk melakukan serangan darat di Venezuela beberapa hari sebelum operasi dilaksanakan.

Berdasarkan keterangan dua pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim, sempat ada diskusi untuk melancarkan misi tersebut tepat pada hari Natal. Namun, rencana itu tertunda karena militer AS memprioritaskan serangan udara terhadap target-target ISIS di Nigeria.

Selain faktor prioritas, cuaca juga menjadi alasan penundaan. Militer AS menunggu jendela waktu dengan kondisi cuaca yang paling menguntungkan guna menjamin keberhasilan misi dan akurasi serangan.

Konfirmasi dari pejabat AS ini muncul tak lama setelah laporan mengenai ledakan hebat dan suara pesawat yang terbang rendah mulai membanjiri ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat.

Awalnya, otoritas AS hanya menyatakan bahwa mereka sedang "memantau laporan tersebut" sebelum akhirnya mengakui keterlibatan militer mereka.

Serangan langsung ke tanah Venezuela ini menandai titik terendah dalam hubungan kedua negara setelah berbulan-bulan Washington menerapkan kampanye tekanan militer dan sanksi ekonomi terhadap rezim Presiden Nicolas Maduro.

Langkah ini diprediksi akan memicu kecaman luas dari blok Amerika Latin dan meningkatkan risiko perang terbuka di kawasan tersebut.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER