Senator AS Ungkap Alasan Trump Ngebet Tangkap Presiden Venezuela

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 19:15 WIB
Senator Utah Mike Lee menyebut Presiden AS Donald Trump ngebet menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro karena telah menimbulkan ancaman bagi AS.
Senator Partai Republik Amerika Serikat mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili di Amerika Serikat. (Miraflores Palace/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Senator Partai Republik Amerika Serikat mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili di Amerika Serikat.

Klaim tersebut disampaikan Senator Utah, Mike Lee, yang mengaku mendapat informasi langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (3/1) waktu setempat, Lee menyebut penangkapan Maduro dilakukan oleh aparat AS dan berkaitan dengan aksi militer yang terjadi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut," tulis Lee dikutip CNN.

Lee menambahkan, tindakan tersebut dinilainya berada dalam kewenangan Presiden AS berdasarkan Pasal II Konstitusi Amerika Serikat, yang memberi otoritas untuk melindungi personel AS dari ancaman serangan nyata maupun yang segera terjadi.

"Tindakan ini kemungkinan masuk dalam kewenangan inheren presiden untuk melindungi personel AS dari serangan aktual atau yang akan segera terjadi," lanjutnya.

Namun, sebelumnya Lee justru sempat mempertanyakan dasar konstitusional dari aksi militer yang dilakukan.

Dalam unggahan terpisah pada Sabtu pagi, ia menyatakan keprihatinan terkait serangan tersebut karena tidak disertai deklarasi perang maupun otorisasi resmi penggunaan kekuatan militer dari Kongres.

"Saya menantikan penjelasan tentang apa, jika ada, yang secara konstitusional dapat membenarkan tindakan ini tanpa adanya deklarasi perang atau izin penggunaan kekuatan militer," tulisnya.

(isn/isn)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER