Usai Culik Maduro, Trump Buka Pintu Perusahaan Keruk Minyak Venezuela

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 17:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan perusahaan minyak negaranya akan menghabiskan miliaran dolar untuk mengolah minyak Venezuela.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perusahaan minyak negaranya akan menghabiskan miliaran dolar untuk mengolah minyak Venezuela. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Sabtu (3/1) ia akan mengizinkan perusahaan minyak dari negaranya masuk Venezuela. Pernyataan ini keluar usai agresi militer AS hingga berujung penculikan Nicolas Maduro, presiden negara yang punya cadangan minyak mentah terbesar dunia itu.

"Kita akan mengizinkan perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara itu," kata Trump dalam konferensi pers di Florida, diberitakan AFP.

Selain itu Trump juga mengatakan "embargo terhadap semua minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS sudah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Venezuela sejak 2017, yang diikuti sanksi minyak dua tahun kemudian.

Menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS, Venezuela yang merupakan salah satu pendiri OPEC memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel atau 17 persen dari cadangan global.

Jumlah tersebut mengalahkan cadangan minyak negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi yang memiliki 267 miliar barel, Iran 209 miliar barel serta Irak 145 miliar barel.

Matt Smith, analis minyak di Kpler mengatakan produksi minyak Venezuela mencapai puncaknya pada 3,5 juta barel per hari pada akhir 1990-an, tetapi telah menurun secara signifikan sejak saat itu.

Produksi minyak Venezuela saat ini sekitar 800.000 barel per hari. Sebagai perbandingan, pada 26 Desember AS memproduksi sekitar 13,8 juta barel per hari.

Sebagian besar minyak mentah Venezuela dijual di pasar gelap dengan diskon besar.

Trump mengklaim Venezuela menggunakan uang minyak untuk membiayai "terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan."

Pada awal masa jabatan keduanya pada 2025, Trump mengakhiri izin yang memungkinkan perusahaan minyak dan gas multinasional beroperasi di Venezuela meskipun ada sanksi. Semua disetop kecuali satu, yakni perusahaan asal AS, Chevron.

Chevron mengoperasikan empat ladang minyak di Venezuela dalam kemitraan dengan PDVSA milik Venezuela dan afiliasinya.

AS juga telah memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi yang menuju dan dari Venezuela.

Wilayah Venezuela mengandung sekitar 17 persen cadangan minyak dunia, menurut Badan Energi Internasional (IEA) pada tahun 2023, tetapi jauh dari menjadi produsen utama setelah bertahun-tahun salah urus dan korupsi.

Minyak Venezuela berkualitas rendah dan sebagian besar diolah menjadi diesel atau produk sampingan seperti aspal, bukan bensin. AS memiliki kilang di sekitar Teluk Meksiko yang dirancang khusus untuk mengolahnya.

(lom/fea)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER