Pasukan Israel menembak tiga warga Palestina hingga tewas dalam beberapa kejadian terpisah di Khan Younis, sebuah kota di Gaza selatan, pada Minggu (4/1).
Otoritas kesehatan setempat mengatakan para korban tewas yakni remaja laki-laki berusia 15 tahun, seorang nelayan yang ditembak di luar wilayah Gaza yang masih diduduki Israel, serta seorang pria lain yang ditembak mati di sebelah timur kota, di daerah yang berada di bawah kendali Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.
Israel terus melakukan serangan udara berulang sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu.
Melansir Reuters, Israel menyatakan serangan-serangan itu bertujuan mencegah serangan atau menghancurkan infrastruktur kelompok bersenjata.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa 420 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai. Sementara, serangan kelompok bersenjata Palestina menewaskan tiga tentara Israel.
Israel dan Hamas saling menyalahkan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang dimediasi di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Lihat Juga : |
Dalam tahap pertama rencana Trump, Israel tetap menguasai 53 persen wilayah Gaza. Tahap ini mencakup pembebasan sandera Israel yang ditahan kelompok bersenjata di Gaza serta pembebasan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.
Sandera terakhir yang masih harus diserahkan adalah jenazah seorang polisi Israel yang tewas pada 7 Oktober 2023, hari ketika kelompok bersenjata dari Gaza menyerang Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut data resmi Israel.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan militer Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina. Serangan ini juga memicu tuduhan genosida dan kejahatan perang, yang dibantah oleh Israel.
(dmi/dmi)