2 Pemimpin Negara Ini Dibidik Trump setelah Maduro 'Diculik' AS
CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 16:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika SerikatDonald Trump kembali menjadi sorotan internasional setelah melontarkan pernyataan mengincar pemimpin negara lain.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Trump secara terbuka mengancam akan mengambil tindakan terhadap negara-negara yang dinilai mengganggu kepentingan AS.
Trump bahkan menyiratkan kemungkinan intervensi militer, memicu kekhawatiran komunitas internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sebelumnya memerintahkan militer AS menyerang Venezuela dan 'menculik' Presiden Nicolas Maduro.
Berikut merupakan dua pemimpin negara yang kini disebut masuk radar Trump untuk ditumbangkan:
Presiden Kolombia Gustavo Petro
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (4/1) mengancam Presiden Kolombia Gustavo Petro usai menggempur Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
"Venezuela sedang sakit parah. Kolombia juga sakit parah, dipimpin oleh orang sakit jiwa yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS," kata Trump, dikutip Al Jazeera.
"Dan dia (Petro) tak akan bisa melakukannya lama-lama. Percayalah," imbuh dia.
Saat ditanya lebih lanjut, apakah yang dia maksud adalah operasi militer AS terhadap Kolombia, Trump menjawab, "kedengarannya bagus buat saya."
Trump juga mengancam intervensi di tengah protes mematikan di Iran. Ia memperingatkan Teheran bahwa jika aparat Iran terus membunuh demonstran damai, AS siap bertindak.
"Jika iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, AS akan datang menyelamatkan mereka. Kami siap siaga dan siap bertindak. Terima kasih atas perhatian anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. Trump," tulis Trump di Truth Social pada Jumat (2/1), seperti dikutip CNN.
Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Sabtu bahwa Iran tidak akan menyerah kepada musuh-musuhnya.
"Kita tidak akan menyerah kepada mereka. Dengan mengandalkan Tuhan dan percaya pada dukungan rakyat, kita akan membuat musuh bertekuk lutut," katanya di X.
Melansir situs AP News,Trump dan para pejabat Iran saling melontarkan ancaman terjadi di tengah protes mematikan yang melanda bagian Republik Islam, memperburuk ketegangan kedua negara setelah Amerika membom situs nuklir Iran pada Juni lalu.
Sementara itu, mantan ketua parlemen yang menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuduh Israel dan AS memicu demonstrasi tersebut.
Ia tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut, yang telah berulang kali dilontarkan oleh pejabat Iran selama bertahun-tahun protes yang melanda negara itu.
"Trump harus tahu, intervensi AS dalam masalah domestik akan menyebabkan kekacauan di seluruh kawasan dan kehancuran kepentingan AS," tulis Larijani di X, yang diblokir oleh pemerintah Iran.
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika SerikatDonald Trump kembali menjadi sorotan internasional setelah melontarkan pernyataan mengincar pemimpin negara lain.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Trump secara terbuka mengancam akan mengambil tindakan terhadap negara-negara yang dinilai mengganggu kepentingan AS.
Trump bahkan menyiratkan kemungkinan intervensi militer, memicu kekhawatiran komunitas internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sebelumnya memerintahkan militer AS menyerang Venezuela dan 'menculik' Presiden Nicolas Maduro.
Berikut merupakan dua pemimpin negara yang kini disebut masuk radar Trump untuk ditumbangkan:
Presiden Kolombia Gustavo Petro
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (4/1) mengancam Presiden Kolombia Gustavo Petro usai menggempur Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
"Venezuela sedang sakit parah. Kolombia juga sakit parah, dipimpin oleh orang sakit jiwa yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS," kata Trump, dikutip Al Jazeera.
"Dan dia (Petro) tak akan bisa melakukannya lama-lama. Percayalah," imbuh dia.
Saat ditanya lebih lanjut, apakah yang dia maksud adalah operasi militer AS terhadap Kolombia, Trump menjawab, "kedengarannya bagus buat saya."
Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei incaran nomor satu Israel dan AS. (AFP/-)
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Trump juga mengancam intervensi di tengah protes mematikan di Iran. Ia memperingatkan Teheran bahwa jika aparat Iran terus membunuh demonstran damai, AS siap bertindak.
"Jika iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, AS akan datang menyelamatkan mereka. Kami siap siaga dan siap bertindak. Terima kasih atas perhatian anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. Trump," tulis Trump di Truth Social pada Jumat (2/1), seperti dikutip CNN.
Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Sabtu bahwa Iran tidak akan menyerah kepada musuh-musuhnya.
"Kita tidak akan menyerah kepada mereka. Dengan mengandalkan Tuhan dan percaya pada dukungan rakyat, kita akan membuat musuh bertekuk lutut," katanya di X.
Melansir situs AP News,Trump dan para pejabat Iran saling melontarkan ancaman terjadi di tengah protes mematikan yang melanda bagian Republik Islam, memperburuk ketegangan kedua negara setelah Amerika membom situs nuklir Iran pada Juni lalu.
Sementara itu, mantan ketua parlemen yang menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuduh Israel dan AS memicu demonstrasi tersebut.
Ia tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut, yang telah berulang kali dilontarkan oleh pejabat Iran selama bertahun-tahun protes yang melanda negara itu.
"Trump harus tahu, intervensi AS dalam masalah domestik akan menyebabkan kekacauan di seluruh kawasan dan kehancuran kepentingan AS," tulis Larijani di X, yang diblokir oleh pemerintah Iran.