PM Malaysia: Tindakan Trump Langgar Hukum Internasional

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 18:48 WIB
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (AFP/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang melancarkan operasi militer dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolàs Maduro.

Lewat unggahan di akun Instagram resminya, Anwar menyebut tindakan AS telah melanggar hukum internasional dan kedaulatan sebuah negara.

"Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat," tulis Anwar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia meminta agar Maduro dan istrinya yang ikut ditangkap dalam operasi tersebut, agar segera dibebaskan.

Menurut Anwar, tindakan AS akan menjadi preseden yang berbahaya. Dia menyebut tindakan AS akan mengikis batas penggunaan kekuasaan antar negara dan melemahkan kerangka hukum yang mendasari tatanan internasional.

"Apa pun alasannya, pemecatan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya," katanya.

Anwar mengatakan rakyat Venezuela berhak menentukan masa depan politik mereka sendiri. Dalam sejarah, perubahan kepemimpinan yang disebabkan kekuatan eksternal akan membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat.

"Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal yang terpenting untuk hubungan damai antar negara," kata Anwar.

"Keterlibatan konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan yang paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan warga Venezuela untuk mengejar aspirasi sah mereka tanpa bahaya lebih lanjut," imbuhnya.

Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan khusus AS dalam sebuah serangan sebelum fajar pada hari Sabtu (3/1). Serangan itu juga disertai serangan udara ke sejumlah lokasi di dalam dan sekitar ibu kota Venezuela, Caracas.

Setelah ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat, Maduro dan istrinya diterbangkan dengan helikopter ke New York. Di sana, mereka akan menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba dan senjata.

(thr/ugo)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER