Fakta AS Rampas Kapal Tanker Berbendera Rusia sampai Dibantu Inggris

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 07:45 WIB
Amerika Serikat merampas sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia yang melintas di Samudra Atlantik pada Rabu (7/1).
(Foto: Reuters/Yoruk Isik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat merampas sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia yang melintas di Samudra Atlantik pada Rabu (7/1).

Perampasan itu dilakukan setelah AS berminggu-minggu memburu kapal tersebut, yang awalnya bernama Bella 1.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2024, AS menjatuhkan sanksi ke Bella 1 lantaran beroperasi dalam "armada bayangan" kapal tanker pengangkut minyak ilegal Iran.

Pasukan coast guard AS sempat berupaya menyita Bella 1 pada Desember yang saat itu masih berbendera Guyana dan sedang menuju Venezuela. Namun, Bella 1 berhasil menghindar dan berbelok tajam ke Samudra Atlantik.

Selama pelarian, awak kapal mengecat bendera Rusia di lambung Bella 1 dan merubah nama kapal menjadi Marinera.

AS mengetahui hal tersebut karena terus melakukan pelacakan dengan bantuan Inggris.

Menurut laporan CNN, AS telah bersiaga di Inggris sebelum insiden perampasan terjadi.

Pesawat V-22 Osprey terdeteksi aktif di Inggris selama beberapa hari terakhir, dengan data penerbangan menunjukkan mereka menjalankan misi pelatihan dari pangkalan udara Fairford.

Dua pesawat tempur AC-130 juga terlacak tiba di pangkalan Mildenhall Inggris pada akhir pekan kemarin.

Menurut pejabat AS, sebelum Bella 1/Marinera disita, Rusia mengirim kapal selam untuk mengawalnya saat berlayar menuju Eropa. Namun, tak diketahui seberapa dekat kapal selam Rusia dengan Bella 1/Marinera saat insiden perampasan terjadi.

Rusia telah mengutuk perampasan Bella 1 dengan menegaskan bahwa "tak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di yurisdiksi negara lain" berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menuntut AS memulangkan warga mereka dan memastikan para awak mendapat perlakuan manusiawi.

Kapal Bella 1 sendiri diyakini tidak membawa minyak saat disita AS. Ini berbeda dengan Skipper dan Centuries, dua kapal tanker berisi minyak yang juga dicegat coast guard saat AS mengintensifkan tekanan pada Venezuela.

Menurut perusahaan analisis Kpler, Bella 1 sempat mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS), sebuah sistem pelacakan kapal yang wajib dinyalakan selama berlayar.

Mematikan transmisi AIS umum dilakukan oleh kapal-kapal yang mengangkut minyak mentah Iran yang telah dijatuhi sanksi.

(rds)


[Gambas:Video CNN]