Curhat WNI Terjebak di Pulau Socotra Yaman Imbas Gempuran Saudi

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 15:35 WIB
Ilustrasi Pulau Socotra. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu warga negara Indonesia (WNI) membagikan cerita terjebak di pulau yang dikerap dengan tempat persembunyian Dajjal atau disebut Pulau Dajjal, Pulau Socotra, Yaman selatan, imbas serangan Arab Saudi.

WNI bernama Subarkah mengatakan pada 1 Januari penerbangan dari dan menuju bandara utama Socotra ditutup imbas konflik kelompok yang didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman. Keesokan hari nya tiket keberangkatan dari Socotra turut dibatalkan.

"Beberapa penerbangan keberangkatan yang dijadwalkan pada tanggal ini dibatalkan. Para wisatawan yang diperkirakan akan berangkat pada periode tersebut, termasuk tiga warga negara Indonesia, tidak dapat meninggalkan Socotra," kata Subarkah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (9/1).

Gejolak di Yaman bermula saat kelompok yang didukung Uni Emirat Arab, Dewan Transisi Selatan (STC), merebut sebagian besar wilayah di Provinsi Hedramaut, Yaman selatan pada awal Desember 2025.

Saudi sementara itu mendukung Dewan Kepemimpinan Presiden di bawah kendali Rashad Mohammed Al Alimi.

Kemudian pada 30 Desember, koalisi Saudi menggempur Pelabuhan Mukalla dengan menargetkan kapal kargo UEA yang diduga membawa senjata untuk mendukung STC.

Menanggapi serangan itu, pemerintah Yaman mendeklarasikan status darurat dan meminta penarikan pasukan UEA dari negara tersebut dalam kurun waktu 24 jam.

Lalu pada 2 Januari, Saudi menyerang pangkalan militer STC di Hadramaut dan menyebabkan sejumlah kerusakan. Dua hari kemudian, pasukan yang berafiliasi dengan STC dilaporkan melakukan serangan ke pasukan koalisi Saudi di Pulau Socotra.

Situasi tersebut kian memperburuk situasi keamanan dan memperkuat pembatasan terhadap operasional penerbangan sipil dari dan ke Socotra.

Di hari itu pula, koalisi pasukan Saudi dan pemerintah Yaman memasuki Aden, selatan Yaman, wilayah yang sempat dikuasai STC. Mereka juga mulai merebut daerah-daerah lain.

Imbas pertempuran proksi Saudi dan UEA ratusan turis asing terjebak di Socotra.

Buka penerbangan terbatas

Lalu pada 7 Januari, Saudi mulai membuka penerbangan terbatas. Subarkah mengatakan akses terbatas itu dialokasikan ke warga dari negara yang pewakilan diplomatiknya melakukan intervensi intens untuk mendapat kursi penumpang.

"Tiga warga negara Indonesia tetap tertahan di Socotra," kata dia.

Subarkah juga mendengar informasi dua penerbangan tambahan dilaporkan akan berangkat dalam waktu dekat atau beberapa hari ini. Namun, akses terhadap penerbangan-penerbangan itu, kata dia, tetap terbatas dan sangat dipengaruhi oleh intervensi diplomatik.

Saat ini, dia sudah memegang tiket untuk keluar dari Socotra.

"Kami sudah memiliki tiket dan menunggu penerbangan dari Yemenia Airways," ucapnya.

Selama terjebak di Pulau Socotra, Subarkah dan WNI lain menggunakan uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Per hari, dia mengeluarkan sebesar US$75.

Jika dikalkulasikan dari tanggal 1-9 Januari, dia menghabiskan sekitar US$675 atau sekitar Rp11 juta.

Dia juga harus membeli tiket dengan biaya sendiri sebesar US$1.250 karena tiket yang sebelumnya hangus imbas konflik tersebut.

"Kita harus bayar sendiri termasuk semua biaya overstay dan biaya tiket evakuasi dari Socotra ke Jeddah," kata Subarkah.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Yaman dan Oman, Mohamad Irzan Djohan, mengatakan Kementerian Luar Negeri Yaman sudah memberi informasi jika pihak terkait memasukkan WNI dalam daftar penumpang untuk penerbangan ke Jeddah.

"Tiket WNI telah issued [diterbitkan] untuk penerbangan Yemenia Airways IY 5000, 9 Januari 2026, dengan estimasi keberangkatan 10.30 waktu Socotra, perkiraan tiba 13.30 waktu Jeddah," kata Irzan kepada CNN Indonesia.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK