Putra Mahkota Shah Terakhir Iran Minta Demo Lanjut, Janji Akan Pulang
Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi kembali muncul ke permukaan setelah disebut berhasil menggerakkan demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah di negara Timur Tengah itu dalam beberapa waktu terakhir.
Demonstrasi yang dipicu oleh krisis ekonomi yang makin memburuk ini telah meluas ke hampir 100 kota dan berujung rusuh sampai menewaskan hampir 40 orang. Rezim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bahkan telah memblokir internet demi meredam gejolak demonstrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah video yang diambil dari tempat pelariannya, anak dari mantan Shah Iran terakhir sebelum digulingkan Revolusi Iran pada 1979 ini menyerukan agar rakyat Iran kembali turun ke jalan pada Jumat (9/1) malam. Seruan Pahlavi itu bahkan disiarkan ulang oleh saluran berita satelit berbahasa Persia dan berbagai situs luar negeri.
Dalam video itu Pahlavi memuji para demonstran yang sudah berani turun ke jalan di tengah respons pemerintah yang represif dan meminta pemrotes terus melanjutkan aksinya.
"Saya bangga kepada setiap dari kalian yang turun menguasai jalanan di seluruh Iran pada Kamis malam," kata Pahlavi dalam video tersebut seperti dikutip Iran International pada Sabtu (10/1).
"Bagi kalian yang masih bimbang, bergabunglah dengan sesama warga negara kalian pada Jumat malam."
Pahlavi menyerukan agar warga Iran meneriakkan slogan secara serentak tepat pukul 20.00 waktu setempat pada Kamis dan Jumat, baik di jalanan maupun dari dalam rumah masing-masing.
Pahlavi memuji apa yang ia sebut sebagai "keberanian dan ketangguhan" warga Iran yang turun ke jalan. Menurutnya, partisipasi massal tersebut menjadi jawaban tegas atas ancaman yang dilontarkan para pemimpin Republik Islam Iran.
Ia mengatakan skala demonstrasi itu telah mengguncang pemerintahan yang berkuasa serta menyingkap rapuhnya aparat keamanan negara.
Pahlavi menilai fase berikutnya dari gerakan ini harus berfokus pada keberlanjutan kehadiran di jalanan sekaligus tekanan ekonomi. Ia berargumen, memutus sumber-sumber pendanaan Republik Islam akan melumpuhkan kemampuan rezim untuk melanjutkan penindasan.
Secara khusus, ia menyerukan para pekerja di sektor transportasi, minyak dan gas, serta sektor energi secara luas untuk memulai mogok kerja nasional.
Pangeran yang hidup di pengasingan itu juga mengajak para demonstran kembali turun ke jalan pada Sabtu dan Minggu malam mulai pukul 18.00 waktu setempat. Ia meminta mereka membawa bendera nasional, simbol-simbol, dan gambar-gambar tertentu, serta merebut kembali ruang-ruang publik.
Ia menegaskan bahwa tujuan gerakan telah melampaui aksi simbolik semata. Menurutnya, para demonstran harus bersiap untuk merebut dan mempertahankan kawasan-kawasan pusat di kota-kota besar.
Untuk mencapai hal tersebut, Pahlavi mendorong para pengunjuk rasa bergerak menuju pusat kota melalui berbagai jalur, menghubungkan kelompok-kelompok massa yang terpisah, serta mempersiapkan diri untuk bertahan lebih lama di jalan dengan mengatur kebutuhan logistik dasar sejak awal.
Pahlavi juga memberi pesan kepada aparat keamanan dan unit bersenjata di Iran yang telah menyatakan dukungan terhadap oposisi dan demonstran. Ia meminta mereka untuk semakin memperlambat dan mengganggu apa yang dinilai sebagai "mesin represi" Republik Islam (nama resmi Iran).
Pahlavi juga mengatakan dirinya tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke Iran, serta berjanji akan berdiri bersama rakyat Iran atas apa yang ia gambarkan sebagai "kemenangan sebuah revolusi nasional".
Ia meyakini momen tersebut semakin dekat.
(rds)[Gambas:Video CNN]
