Trump Ultimatum Bakal Gempur Negara Ini Jika Berani Bunuh Pedemo

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 08:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan "menggempur" negara ini yang tengah menghadapi demonstrasi besar-besaran yang berujung rusuh.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan "menggempur" negara ini yang tengah menghadapi demonstrasi besar-besaran yang berujung rusuh. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan "menggempur" Iran jika otoritas rezim di negara itu "mulai membunuh warga" yang tengah berunjuk rasa dalam demonstrasi berdarah selama beberapa waktu terakhir ini.

Ancaman itu diutarakan Trump menyusul demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Iran di tengah krisis ekonomi yang semakin akut hingga memicu gelombang kerusuhan sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah memperingatkan mereka bahwa jika mereka mulai membunuh orang-yang biasanya mereka lakukan saat kerusuhan, karena mereka sering mengalami kerusuhan, jika itu terjadi, kami akan menghantam mereka dengan sangat keras," kata Trump dalam wawancara dengan penyiar radio konservatif Hugh Hewitt pada Kamis (8/1).

Sebanyak 36 orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi berdarah yang pecah di 92 kota Iran selama 10 hari terakhir.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan 34 demonstran dan dua anggota pasukan keamanan Iran tewas sejak kerusuhan dimulai pada 28 Desember, demikian dikutip Iran International, Rabu (7/1).

Empat dari mereka yang tewas berusia di bawah 18 tahun. Puluhan demonstran lainnya terluka, dan banyak di antara mereka yang terkena peluru karet dan peluru plastik.

Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda demonstrasi besar-besaran. Warga kecewa karena inflasi yang begitu tinggi di negara itu. Dalam unjuk rasa ini, pihak berwenang menggunakan kekuatan berlebih dalam merespons massa.

Isu demo kemudian meluas hingga menuntut perubahan rezim Ali Khamenei. Kini protes berlangsung di 27 provinsi dan ribuan orang ditangkap.

Pemerintah Iran mengancam akan meluncurkan serangan antisipasi setelah menuding Amerika Serikat memanas-manasi demo Teheran.

Sekretariat Dewan Pertahanan Tertinggi Iran menyatakan pada Selasa (6/2) bahwa keamanan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Iran sama sekali tak boleh dilanggar.

Sementara itu, ancaman Trump ke Iran ini datang setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela hingga menangkap Presiden Nicolas Maduro yang kini mendekam di penjara New York.

Langkah AS ini memicu kritik hingga protes dari berbagai negara karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan sebuah negara.

Aksi AS ini pun membuat waswas banyak pemimpin negara lainnya, terutama yang selama ini bertentangan dengan Washington, apalagi setelah Presiden Donald Trump memberi isyarat bahwa langkah serupa bisa terjadi pada sejumlah negara lainnya seperti Kolombia hingga Iran.

(rds)


[Gambas:Video CNN]