Demo Makin Panas, Iran Ancam AS-Israel Jangan Ikut Campur

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 06:09 WIB
Aksi unjuk rasa dukung demonstran di Iran menyebar hingga London dan Prancis. Foto: REUTERS/Isabel Infantes
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Iran menegaskan bakal membela kepentingan nasional negara tersebut, di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa anti-pemerintah, penangkapan demonstran, dan pemadaman internet secara massal sejak akhir pekan kemarin.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (10/1) lalu, militer Iran menuduh Israel dan "kelompok teroris yang bermusuhan", berupaya merusak keamanan publik Iran.

"Angkatan Darat, di bawah komando Panglima Tertinggi, bersama dengan angkatan bersenjata lainnya, selain memantau pergerakan musuh di wilayah tersebut, akan dengan tegas melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis, negara, dan harta benda publik," demikian bunyi pernyataan tersebut, dilansir Al Jazeera.

Peringatan ini muncul saat pemerintah dan otoritas keamanan Iran berupaya meredam demonstrasi terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Demonstrasi di Iran pekan ini dipicu atas kemarahan rakyat terhadap melonjaknya biaya hidup dan inflasi.

Akhir pekan kemarin kerumunan massa kembali terjadi di bagian utara ibu kota Teheran, termasuk di kota Rasht di utara, Tabriz di barat laut, serta Shiraz dan Kerman di selatan.

Demonstrasi telah berlangsung di seluruh wilayah di Iran sejak akhir Desember, dengan seruan yang semakin meningkat untuk mengakhiri sistem ulama yang telah memerintah negara itu sejak revolusi Islam 1979.

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi Azad, memperingatkan bahwa siapa pun yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa ini akan dianggap sebagai "musuh Tuhan".

AS dan Iran saling kecam

Menanggapi aksi unjuk rasa ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan dukungannya kepada demonstran Iran.

Di media sosial, Trump bahkan menyebut bahwa AS akan "siap membantu".

Pernyataan itu juga muncul sehari setelah Trump memperingatkan pihak berwenang Iran agar tidak menindak para demonstran. Dia mengatakan jika Iran mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, maka AS akan "ikut campur".

Sementara itu Putra Shah Iran yang kini tinggal di AS, Reza Pahlavi, mendesak warga Iran untuk menggelar unjuk rasa secara lebih terarah, dengan tujuan merebut dan menguasai pusat-pusat kota.

"Tujuan kita bukan lagi hanya turun ke jalan. Tujuannya adalah bersiap untuk merebut dan menguasai pusat-pusat kota," kata Reza Pahlavi.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut para demonstran sebagai "perusak". Khamenei juga meramalkan bahwa pemimpin AS yang "sombong" itu akan digulingkan seperti dinasti kekaisaran yang memerintah Iran hingga revolusi 1979.

"Semua orang tahu bahwa Republik Islam berkuasa dengan darah ratusan ribu orang terhormat; ia tidak akan mundur menghadapi para penyabotase," katanya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menuduh AS dan Israel "campur tangan secara langsung" untuk mencoba "mengubah protes damai menjadi protes yang memecah belah dan penuh kekerasan". 

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK