Dukung Demo, Seberapa Kuat Pengaruh Putra Mahkota Eksil Iran Pahlavi?
Meski memiliki garis keturunan sebagai putra mahkota, namun Pahlavi justeru tidak punya banyak pengaruh di Iran. Hal itu karena sikapnya yang justeru mendukung Israel, sikap yang bertolak belakang dengan sebagian besar warga Iran.
Bahkan Pahlavi terang-terangan mendukung Israel menyerang Iran untuk menumbangkan kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei. Ia dan keluarganya merupakan salah satu musuh Ali Khamenei saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Khamenei turun, ia akan mendapat pengadilan yang adil, sesuatu yang tak pernah ia berikan kepada rakyat Iran," kata Pahlavi yang menyatakan kesediaannya untuk kembali ke Iran dan menjadi penguasa kembali meneruskan ayahnya.
Saat ini Pahlavi tinggal di Amerika Serikat bersama isteri dan anak-anaknya.
Dalam konferensi pers selama perang Iran-Israel yang dibantu Amerika, dia selalu menyatakan dukungannya terhadap semua serangan ke Iran.
Baginya, serangan itu dianggapnya untuk menghancurkan rezim penindas dan menegakkan demokrasi. Dia juga tak sungkan datang ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam kasus serangan Israel ke Gaza yang memakan banyak korban, dia juga dia tak pernah merasa prihatin dengan penderitaan warga Gaza. Sebaliknya, pria 65 tahun itu malah memuji Israel dan kerap mengecam kelompok bersenjata Hamas yang dianggap menjadi pemicu adanya peperangan tersebut.
Menurut Trita Parsi, seorang ahli tentang Iran dan penulis buku "Treacherous Alliance: The Secret Dealings of Israel, Iran and the United States", sikap Pahlavi yang mendukung Israel menyerang Iran justeru melemahkan posisinya.
"Menurut perkiraan saya, dia telah menghancurkan sebagian besar citra [Shah] dengan tampil di TV dan membela Israel ketika negara itu menargetkan gedung-gedung apartemen kami dan membunuh warga sipil," katanya kepada Al Jazeera.
(imf/bac)[Gambas:Video CNN]

