'Diserang' Demo Besar-besaran, Iran Siap Buka Komunikasi ke AS

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 18:27 WIB
Demo besar-besaran di Iran. (AFP/HANDOUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat di tengah demonstrasi besar-besaran yang mengguncang negara tersebut, pada Senin (12/1).

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, jalur tersebut terbuka antara Iran dan utusan khusu Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Saluran komunikasi antara Menlu kami (Abbas Araghchi) dan utusan khusus AS tetap terbuka," ujar juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dikutip AFP.

"Pesan-pesan dipertukarkan bila diperlukan," katanya.

Baghaei juga menegaskan bahwa meskipun AS tidak memiliki perwakilan diplomatik di Iran, kepentingan Washington tetap diwakili oleh Kedutaan Besar Swiss.

Sebelumnya, pada Minggu, Trump mengatakan Iran ingin bernegosiasi setelah sebanyak 500 demonstran tewas akibat penindakan aparat di negara tersebut.

"Para pemimpin Iran menelepon (kemarin)," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.

"Sebuah pertemuan sedang diatur. Mereka ingin bernegosiasi," tambah dia.

Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (Center for Human Rights in Iran/CHRI) yang berbasis di AS mengatakan menerima laporan tentang "ratusan demonstran" yang tewas di seluruh Iran sejak pembatasan internet diberlakukan.

"Sebuah pembantaian sedang berlangsung," kata lembaga tersebut.

Selama dua pekan, Iran dilanda gelombang protes yang terus membesar meski kelompok HAM memperingatkan bahwa penindakan aparat telah berubah menjadi "pembantaian".

Demonstrasi yang bermula dari kemarahan atas kenaikan biaya hidup itu kini berkembang menjadi tantangan besar terhadap sistem teokrasi yang berkuasa sejak revolusi 1979.

(rnp/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK