DPR Desak Kemlu Gerak Cepat Tangani Penculikan 4 WNI di Perairan Gabon
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bergerak cepat menangani kasus penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu terlalu lama untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
"Keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, harus bergerak cepat dan tidak boleh lamban menghadapi situasi seperti ini," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1).
Ia mengatakan Kemlu perlu segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas setempat dan mitra internasional, untuk menentukan langkah terbaik dalam upaya penyelamatan para WNI tersebut.
Ia mengingatkan Indonesia memiliki pengalaman dalam menangani kasus serupa.
Syamsu mencontohkan keberhasilan penyelamatan WNI dan kapal kargo MV Sinar Kudus yang dibajak perompak di Perairan Somalia pada 2011.
"TNI memiliki pengalaman berharga dalam operasi penyelamatan WNI di luar negeri, seperti pada kasus MV Sinar Kudus. Pengalaman tersebut harus menjadi modal penting jika diperlukan langkah-langkah khusus demi menyelamatkan saudara-saudara kita," ujarnya.
Sebelumnya media lokal Gabon 24 melaporkan sembilan awak kapal termasuk WNI diculik bajak laut di perairan Gabon.
Kapal itu diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil di laut tenggara Equata perairan Gabon.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan melaporkan pelaku terdiri dari tiga orang bersenjata.
Plt Direktur Pelindungan Kemlu WNI Heni Hamidah mengonfirmasi pembajakan terjadi pada 11 Januari terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Equata, Gabon.
Lihat Juga : |
"Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak, 4 diantaranya adalah WNI," kata Heni kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/1).
(yoa/bac)