Negara-negara Mulai Minta Warganya di Iran Angkat Kaki, Bagaimana RI?

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 19:00 WIB
Sejumlah negara mulai meminta warganya di Iran untuk angkat kaki menyusul eskalasi konflik di negara tersebut imbas demonstrasi massal. (Foto: via REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara mulai meminta warganya di Iran untuk angkat kaki menyusul eskalasi konflik di negara tersebut imbas demonstrasi massal.

Sejak akhir Desember, demonstrasi berlangsung di hampir seluruh negeri di Iran. Mereka protes karena inflasi tinggi hingga menuntut pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mundur.

Pemerintah Iran meyakini demo tersebut ditunggangi asing terutama Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan mau ikut campur dan siap menyerang negara tersebut demi warga negaranya.

Berikut daftar negara yang meminta warganya pergi dari Iran

Amerika Serikat

Trump menyarankan warga negara AS untuk segera pergi meninggalkan Iran.

Pejabat AS juga mengatakan pemerintah mendesak personel yang berada di pangkalan militer di Timur Tengah untuk segera meninggalkan Qatar sebagai tindakan pencegahan.

Italia

Kementerian Luar Negeri Italia mendesak warga negara itu untuk meninggalkan Iran dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi pasukan di Timur Tengah terutama Irak dan Kuwait.

Jerman

Otoritas Jerman menyarankan maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara di tengah penggunaan senjata anti penerbangan.

Inggris

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa Kedutaan Besar di Teheran ditutup. Mereka juga menarik seluruh staf dari Iran.

Kantor Pembangunan dan Urusan Luar Negeri juga menyerukan warga negara untuk menghindari Iran.

Spanyol

Spanyol menyerukan warga negara untuk meninggalkan Iran "dengan segala cara." Mereka juga mengeluarkan imbauan untuk sangat tidak menyarankan perjalanan ke negara tersebut.

India

Kedubes India di Iran menyarankan warga negaranya untuk meninggalkan Iran "dengan segala cara." Pemerintah juga mengimbau untuk menghindari perjalanan ke Iran.

Indonesia

Dalam situs Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI, Iran diberi tanda merah yang berarti wilayah yang dihindari untuk dikunjungi.

Situs itu juga menyebut, Kemlu menetapkan status siaga 1 menyusul risiko konflik Iran-Israel. Imbauan ini tampaknya belum diperbarui terkait situasi belakangan ini.

"Bagi Anda yang saat ini sedang berada di Iran diharapkan untuk segera menjalin komunikasi dengan KBRI Tehran untuk persiapan evakuasi," demikian dikutip Safe Travel.

Menurut data Kementerian Luar Negeri RI, ada sekitar 386 WNI yang berada di Iran saat ini. Mayoritas WNI merupakan pelajar.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pemerintah terus memantau dinamika di Iran dan memonitor kondisi WNI di sana. Ia mengakui bahwa pihaknya kesulitan untuk memantau situasi dan kabar WNI di Iran lantaran pemblokiran internet hampir sepekan terakhir menyusul demonstrasi yang makin meluas.

"Komunikasi agak sulit ke Iran. Tapi dari informasi terakhir yang saya terima karena kebanyakan warga negara Indonesia di Iran itu adalah pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan," kata Sugiono ke awak media di gedung Kemlu, Jakarta, pada Rabu (14/1).

Namun, Sugiono juga sudah menyampaikan ke duta besar di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan jika suatu waktu evakuasi WNI dibutuhkan.

Sejauh ini, belum ada perintah evakuasi segera WNI di Iran imbas demonstrasi itu. Namun, dia memberi sederet imbauan ke WNI yang berada di Iran.

"Kita harus sampaikan kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran untuk tetap waspada, perhatikan perkembangan situasi, menghindari tempat-tempat atau titik-titik demonstrasi." ujar Sugiono.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK